Kuntilanak Penguji Iman

By On Friday, March 17th, 2017 Categories : Cerita

Malam itu jam menunjukkan pukul 09.00 malam. Risty masih berkutat di meja belajarnya. Buku-buku pelajaran terlihat berserakan di mana-mana. “Huaahhh, udah jam segini tapi materi pelajarannya masih banyak. Mana besok jadwal Ulangan Semesternya MTK sama IPS. Uh, itu kan dua pelajaran yang paling aku gak suka,” gerutu Risty sambil meletakkan buku pelajaran yang ia pegang dengan keras. Hingga larut malam, Risty masih berada di meja belajarnya. Ia masih belajar untuk Ulangan Semester besok. Sesekali Risty memandang ke arah luar jendela kamarnya untuk menyegarkan matanya yang lelah karena terlalu lama membaca buku. Ini sudah kali ketiga Risty memandang ke luar jendelanya.

Namun, ada satu hal yang aneh. Saat ia melihat ke arah jendela kamarnya, ia melihat sebuah sosok bayangan hitam besar yang misterius. Hal ini sungguh aneh. Padahal, dinding di sekitar jendela kamarnya itu berwarna hitam. Dan hanya ada sorot lampu belajarnya yang menyinari daerah di sekitar jendela kamarnya itu. “Ihh, itu bayangan apaan sih? Kok bayangannya gede banget. Ah, mungkin itu bayangan lemari kali,” ucap Risty dalam hati. Risty yang melihat jelas bayangan misterius tersebut berusaha cuek dan tidak takut. Dalam pikirannya mungkin itu hanyalah sebuah bayangan biasa. Dan tidak ada hal yang perlu ditakutkan.

Setelah itu, Risty segera merapikan buku-buku pelajarannya dan bergegas untuk tidur. Risty satu kamar dengan kakak perempuannya. Namanya Kak Wanda. Risty selalu tidur berdua dengannya. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena ada Kak Wanda yang selalu menemani Risty. Risty juga memiliki seorang adik perempuan. Namanya Oky. Usianya baru lima tahun. Di malam berikutnya, jam dinding kembali menunjukkan pukul 09.00 malam. Dan Risty masih sama seperti malam sebelumnya. Ia masih berkutat di meja belajarnya yang terlihat berantakan karena buku-buku pelajarannya berserakan di mana-mana. Namun, kali ini ia terlihat lebih santai. “Ah, cape. Istirahat dulu, ah. Hmm, enaknya ngapain ya? Cek HP dulu deh. lihat status-status terbaru di sosmed, hehe,” pikir Risty. Ia pun segera mengambil smartphone kesayangannya dan mengecek status di BBM dan di grup LINE-nya.

Setengah jam berlalu. Risty masih bermain HP kesayangannya. “Hahaha. Si Reza upload meme lucu banget. Ngakak gue. Hahaha,” tawanya terbahak-bahak setelah melihat gambar meme upload-an temannya di LINE. Risty tidak sadar kalau ia tertawa sangat keras sehingga mengganggu Kakaknya. “Eh, berisik banget sih, Ty. Kamu tadi kan lagi belajar. Kok malah main HP?” tanya Kak Wanda kepada Risty dengan nada kesal.
“Eh, iya. Maaf, Kak. Tadi aku refreshing dulu Kak. Mata aku cape kalau kelamaan baca buku,” jawab Risty.
“Ya udah sana belajar lagi. Sini HP kamu Kakak sita kalau kamu masih main HP,” ucap Kak Wanda.
“Eh, Kak. Jangan dong! HP-nya jangan disita,” kata Risty.
“Kalau gak mau disita, ya udah kamu belajar lagi sana. Atau Kakak laporin kamu ke Mama ya. Biar uang jajan kamu dipotong,” ucap Kak Wanda dengan nada menakut-nakuti Risty. “Eh, jangan! Iya deh. Iya, aku belajar lagi,” sahut Risty dengan muka bete.

Risty pun kembali belajar di meja belajarnya. Jam pun mulai menunjukkan pukul 01.00 dini hari. “Akhirnya selesai juga belajarnya,” ucap Risty. Ia pun segera merapikan buku-buku yang berantakan di meja belajarnya. Setelah itu, tiba-tiba ia ingin buang air kecil. “Aduh, pengen pipis. Turun dulu ah, ke kamar mandi,” ucap Risty dalam hatinya. Ia pun segera turun ke lantai bawah untuk ke kamar kecil. Setelah selesai dari kamar kecil, ia pun kembali naik ke lantai atas, ke kamarnya. Baru saja ia sampai di lantai atas, tiba-tiba ia mendengar suara langkah kaki yang terdengar seperti sedang menaiki anak tangga. Ia pun penasaran dan segera melihat ke arah anak tangga. Di anak tangga, samar-samar terlihat sosok anak kecil berambut panjang dan berbaju putih yang membelakangi tubuh Risty. Karena Risty tidak memakai kacamata, ia tidak dapat melihat sosok tersebut dengan jelas.

loading…

“Ih, itu siapa sih? Malam-malam kok belum tidur. Oh, itu Oky kali ya?” pikirnya dalam hati. Tanpa rasa takut, Risty langsung memanggil sosok tersebut.
“Oky. Oky. Kamu ngapain kok belum tidur? Oky. lihat Kakak dong,” tanya Risty. Sosok itu tetap diam saja dan masih membelakangi Risty saat Risty memanggilnya dengan ‘Oky’ karena Risty mengira bahwa sosok itu adalah adik perempuannya. Akhirnya, Risty yang penasaran langsung mendekati sosok tersebut. “Oky,” ucap Risty sekali lagi kepada sosok tersebut.

Sosok tersebut kemudian berbalik badan. Alangkah terkejutnya Risty. Ia mendapati sosok di hadapannya berubah wujud. Risty bisa melihat dengan jelas kulit wajah yang pucat dengan kedua bola mata yang besar dan ingin ke luar dari tempatnya. “Astagfirullah,” ucap Risty dengan spontan. Ia pun segera naik ke lantai atas sambil membaca Ayat Kursi. Di kamarnya, Risty segera membangunkan Kakaknya yang sedang tidur.

“Kak! Kak! Bangun! Kak! Cepetan bangun!” teriak Risty kepada Kak Wanda dengan penuh ketakutan.
“Ih, ada apaan sih? Ganggu Kakak aja deh,” jawab Kak Wanda dengan nada yang masih mengantuk.
“Kak, tadi di tangga aku lihat kuntilanak,” ucap Risty yang masih ketakutan.
“Kuntilanak? Ah, kamu ada-ada aja. Mana mungkin di rumah kita ada kuntilanak. Udah gih, sana tidur,” ucap Kak Wanda.

Risty pun berusaha tidur. Namun, ia masih tidak percaya dengan apa yang telah ia lihat tadi. Ia masih ketakutan. Dengan memendam rasa was-was dan ketakutannya, Risty akhirnya tidur. Di pagi harinya Risty mengigau. “Oky. Oky. Kamu ngapain? Oky. Oky!” suara Risty yang mengigau. Mendengar Risty mengigau, Kakaknya langsung membangunkannya. Dan ternyata, Ibunya juga turut ke kamarnya karena mendengar suara Risty yang kencang memanggil-manggil Oky.

“Ada apa ini? Risty, kok kamu manggil-manggil Oky?” tanya Mama setibanya di kamar Risty.
“Ini mah, Risty tadi ngigau,” sahut Kak Wanda kepada Mama.
“Oh, ya udah kalian cepetan mandi. Abis itu kita sarapan,” ucap Mama. Risty pun segera mandi dan merapikan kamarnya.

Setelah siap, ia dan Kak Wanda turun ke bawah. Masih terbayang-bayang di benak Risty tentang kejadian semalam.
“Ty, kamu kenapa sih? Kok kayaknya gak semangat?” tanya Mama yang heran kepada Risty.
“Mah, tadi malam aku ketemu sama kuntilanak di tangga,” ucap Risty.
“Kamu ada-ada aja. Mana mungkin ada kuntilanak di rumah kita,” ucap Mama yang tidak percaya.
“Kamu mimpi kali,” timpal Kak Wanda.

“Tapi, ini beneran, Mah. Risty lihat dengan mata kepala Risty. Kuntilanak itu menyerupai Oky,” ucap Risty berusaha meyakinkan Mama dan Kak Wanda.
“Kamu yakin begitu?” tanya Papa kemudian.
“Iya, Pa. Risty yakin. Risty gak bohong,” jawab Risty.
“Ya udah, Mama percaya sama kamu. Begini aja, supaya hati kamu tenang, mulai sekarang kamu perbanyak salat, mengaji dan berdoa memohon lindungan kepada Allah,” ucap Mama seraya menenangkan Risty.

“Iya, sayang. Mulai sekarang kamu harus pertebal iman kamu. Niscaya, jika iman kamu tebal, kamu tidak akan diganggu lagi,” sambung Papa.
“Iya tuh, Ty. Mungkin selama ini ibadah kamu masih belum khusyuk. Terus di kamar kamu juga udah gak pernah ngaji lagi,” timpal Kak Wanda. Sejak kejadian itu, Risty kini lebih giat dan khusyuk dalam beribadah. Ia selalu berusaha salat tepat pada waktunya. Mengaji setiap setelah selesai salat Maghrib. Dan selalu berdoa memohon perlindungan kepada Allah SWT.

TAMAT