Klasifikasi Crustacea

By On Sunday, February 26th, 2017 Categories : Sains

Crustacea dibagi menjadi enam kelas, yaitu Remipedia, Branchiopoda, Ostracoda, Cephalocarida, Maxillopoda, dan Malacostraca.

1)      Remipedia, merupakan udang purba, hidup di perairan yang gelap, contohnya di dalam gua-gua yang berhubungan dengan air laut. Air di dalam gua memiliki stratifikasi, lapisan air tawar berada di atas lapisan air asin. Tubuh Remipedia berukuran sekitar 30 mm, terdiri atas kepala (sepal) dan badan yang memanjang (trunk) dengan 32 ruas. Ruas tubuh yang pertama bersatu dengan kepala, sedangkan ruas terakhir bersatu dengan telson (ruas terakhir pada tubuh Crustacea).

Kepala ditutupi pelindung dan memiliki tonjolan preantenula sebagai indra peraba. Remipedia memiliki alat sengat yang tajam dan beracun sebagai jarum injeksi dan berenang dengan menggunakan punggung sebagai landasan. Hanya terdapat 22 spesies Remipedia, contohnya Speleonectes atlantida (ditemukan di terowongan vulkanik Atlantida, Kepulauan Canary), Speleoiectes tanumekes, dan Godzillognomus schrami.

2)      Branchiopoda, hidup di air tawar. Jumlah segmen tubuh dan appendage (bagian-bagian tubuh luar) sangat bervariasi, maksila tereduksi atau tidak ada, dan memiliki kaki berbentuk seperti daun. Contohnya Artemia salina, Lepidocaris rhyniensis, dan Daphnia pulex.

3)      Ostracoda, memiliki tubuh berukuran kecil sekitar 0,2 – 30 mm, berbentuk bulat atau lonjong, ruas-ruas tubuh tampak tidak jelas, dan memiliki antena yang panjang sebagai alat gerak untuk berenang. Ostracoda memiliki karapas berkeping dua yang menyatu di bagian dorsal dan menutupi badan serta kepala. Karapas ada yang keras karena mengandung zat kapur dan setiap kali molting akan diganti dengan yang baru.

Ada Ostracoda yang hidup sebagai zooplankton di laut dengan kedalaman hingga 700 m, sebagai bentos atau melekat di dasar perairan, atau membuat liang. Ostracoda merupakan herbivor, karnivor, predator, atau pemakan detritus (sisa tumbuhan/hewan yang sudah mati). Beberapa spesies ada yang hidup komensalisme dengan Echinodermata atau Crustacea lainnya. Terdapat sekitar 13.000 spesies Ostracodayang masih hidup, contohnya Cypridina mediterranea, Azygocypridina lowryi, dan Gigantocypris pellucida.

4)      Cephalocarida, merupakan kelompok udang-udangan kecil paling primitif yang masih hidup. Panjang tubuh Cephalocarida sekitar 2 – 4 mm, maksila (rahang atas) tidak berkembang, pemakan detritus (sisa tumbuhan/hewan), sebagai bentos di sedimen lumpur atau pasir dasar laut dengan kedalaman laut hingga 1.500 m, dan bersifat hermafrodit. Terdapat hanya empat genus Cephalocarida, contohnya Lightiella monniotae dan Hutchinsoniella macracantha.

5)      Maxillopoda, memiliki tubuh yang berukuran kecil (kecuali teritip/barnacle). Tubuh Maxillopoda pendek, terdiri atas bagian kepala (5 ruas), dada (6 ruas), dan perut (4 ruas), dan sebuah telson. Kepala dan dada ada yang bersatu. Ada yang memiliki karapas, dan ada yang tidak. Mata ada yang memiliki tiga mangkuk yang disebut naupliar eyes. Contoh Maxillopoda antara lain Cyclops bicuspidatus, Austromegabalanus psittacus, dan Stygotantulus stocki.

6)      Malacostraca, memiliki tubuh yang terdiri atas lima ruas kepala, delapan ruas dada, dan enam ruas perut (kecuali Leptostraca yang memiliki tujuh ruas), dan sebuah telson. Karapas menutupi toraks, atau tereduksi. Kepala dan dada bersatu membentuk sefalotoraks. Malacostraca merupakan Crustacea dengan anggota paling banyak, terdapat lebih dan 25.000 spesies. Malacostraca dibagi menjadi beberapa ordo, antara (a) kelomang (Pagurus bernhardus) lain Isopoda (berkaki seragam), contohnya Asellus sp.; Amphipoda, contohnya Alicella gigantea; Stomatopoda, contohnya Odontodactylus latirostris; dan Decapoda (jumlah kaki sepuluh), contohnya udang windu (Penaeus monodon), kelomang (Pagurus bernhardus), rajungan (Portunus), dan kepiting bakau (Scylla serrata).

Beberapa anggota kelas ini, seperti misalnya udang, mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1 Tubuh terbagi atas kepala, toraks dan abdomen. Kepala dan toraks sering menyatu menjadi sefalotoraks.
2 Pada kepala terdapat dua pasang antena serta perangkat makan yang terdiri dari sepasang mandibula, dua pasang maksila dan sepasang maksilipeda.
3 Toraks terdiri dari segmen-segmen yang jelas dan tiap segmen dilengkapi dengan sepasang embelan (lanjutan).
4 Abdomen terdiri dari segmen-segmen, dengan atau tanpa embelan.

Sebenarnya di dalam subfilum ini terdapat banyak keragaman dalam juluran-juluran maupun dalam pembagian daerah tubuhnya. Namun pada umumnya ciri-ciri berikut ini dapat dijumpai pada setiap Crustacea :
1 Ada dua pasang antena.
2 Kebanyakan julurannya bercabang dua.
Dalam subfilum ini dikenal 5 kelompok utama berstatus kelas, namun hanya dua yang ada peranannya dalam parasitologi yaitu Copepoda dan Malacostraca.

Sumber: Irnaningtyas. Biologi untuk SMA/MA Kelas X Erlangga 2013