Klasifikasi Chrysophyta

By On Monday, February 27th, 2017 Categories : Sains

Chrysophyta (Yunani, chrysos = emas) adalah ganggang yang memiliki pigmen dominan derivat karoten berupa xantofìl (kuning), dan pigmen lainnya yaitu kiorofil a, kiorofil c, dan fukosantin (cokelat).

Chrysophyta ada yang uniseluler soliter, uniseluler berkoloni, dan ada pula yang multiseluler. Ada Chrysophyta yang memiliki flagela, dan ada pula yang tidak memiliki flagela. Chrysophyta memiliki dinding sel yang mengandung hemiselulosa, pektin, atau silika.

Chrysophyta menyimpan cadangan makanan dalam bentuk karbohidrat atau lemak. Habitatnya di air tawar dan air laut. Chrysophyta hidup sebagai organisme fotoautotrof. Namun, beberapa spesies ada yang mampu menyerap senyawa organik terlarut (miksotrofik) atau menelan partikel makanan dan bakteri dengan menjulurkan pseudopodianya.

Dalam banyak chrysophyta dinding sel terdiri dari selulosa dengan sejumlah besar silika. Beberapa memiliki satu atau dua flagela, yang dapat sama atau berbeda. Beberapa spesies adalah bentuk ameboid tanpa dinding sel. Produk penyimpanan makanan dari chrysophyta adalah minyak atau laminarin polisakarida. Sebelumnya diklasifikasikan sebagai tanaman, chrysophyta mengandung pigmen fotosintesis klorofil a dan c; semua tapi ganggang kuning-hijau juga mengandung pigmen karotenoid fucoxanthin. Dalam beberapa kondisi diatom akan bereproduksi secara generatif, tetapi bentuk lain biasa reproduksi pembelahan sel. Diatom dan ganggang cokelat keemasan adalah sangat penting sebagai komponen plankton dan nanoplankton yang membentuk dasar dari rantai makanan laut. Chrysophyta dikelompokkan menjadi tiga kelas, yaitu Xanthophyceae, Chrysophyceae, dan Bacillariophyceae.

a. Xanthophyceae

Xanthophyceae berwarna hijau kekuningan karena memiliki pigmen klorofil dan xantofil. Tubuhnya multiseluler, berbentuk filamen bercabang, dan senositik (sel memiliki banyak inti). Xanthophyceae bereproduksi secara vegetatif maupun generatif. Reproduksi secara vegetatif terjadi dengan membentuk zoospora yang selanjutnya tumbuh menjadi filamen baru. Sementara reproduksi secara generatif yaitu dengan membentuk anteridium yang menghasilkan spermatozoid dan oogonium yang menghasilkan ovum. Bila terjadi fertilisasi, akan dihasilkan zigospora yang selanjutkan tumbuh menjadi filamen baru. Contohnya Vaucheria.

Contoh Vaucheria

Contoh Vaucheria

b. Chrysophyceae

Chrysophyceae tampak berwarna cokelat keemasan karena mengandung pigmen klorofil dan karoten. Cadangan makanan disimpan dalam bentuk karbohidrat dan minyak. Tubuhnya terdiri atas satu sel dan hidup secara soliter atau berkoloni. Contohnya ganggang Synura yang hidup berkoloni, sedangkan Mischococcus dan Ochromonas hidup soliter. Sel tubuhnya berbentuk seperti bola dan memiliki flagela.

contoh Chrysophyceae Synura

contoh Chrysophyceae Synura

c. Bacillariophyceae (Diatomae atau diatom)

Bacillariophyceae (Yunani, bacillus = batang kecil, phykos = alga) adalah ganggang uniseluler, berwarna kuning kecokelatan, dan memiliki dinding sel yang unik seperti gelas dan campuran bahan organik dan silika. Bacillariophyceae dikenal sebagai ganggang kersik. Dinding sel diatom terdiri atas dua bagian yang saling tumpang tindih seperti kotak (hipoteka) dengan tutupnya (epiteka). Pada hipoteka dan epiteka terdapat pori-pori sebagai tempat pertukaran zat dan gas antara sel dengan lingkungannya. Bentuk dinding sel (cangkang) dan pori-porinya merupakan ciri yang digunakan sebagai dasar klasifikasi diatom. Diatom menyimpan cadangan makanan dalam bentuk polimer glukosa laminarin dan minyak.

contoh Bacillariophyceae diatoms

contoh Bacillariophyceae diatoms

Diatom dapat hidup soliter maupun berkoloni. Beberapa jenis diatom dapat bergerak meluncur karena terdapat interaksi protein kontraktil aktin dengan filamen polisakarida di dalam sitoplasma. Habitat diatom di air laut, dan ada pula yang hidup di air tawar, misalnya di sawah dan parit. Beberapa spesies diatom dapat membentuk sista ketika kondisi lingkungan memburuk. Diatom memiliki daya apung yang baik, yang disebabkan oleh regulasi (pengaturan) seluler ion-ion untuk menahan bobot dinding sel yang relatif berat.

Ciri-ciri Alga Emas

Ciri-ciri Alga Emas

Pada siang hari diatom berada di permukaan air. Bila diatom sudah mati, maka sisa dinding selnya akan mengendap di dasar perairan dan membentuk fosil yang menjadi penyusun sedimen tanah diatomeseus. Tanah diatomeseus dimanfaatkan sebagai bahan pasta gigi, bahan penggosok, medium filter (penyaring), campuran semen, isolasi, dan penyerap nitrogliserin pada bahan peledak. Contoh diatom, yaitu Navicula monilifera, Pinnularia sp., Melosira, dan Cyclotella meneghiniana.

Diatom dapat bereproduksi secara generatif maupun vegetatif. Reproduksi generatif diawali dengan pembentukan ovum (sel telur) dan spermatozoid yang bersifat ameboid (berfiagela satu). Fertilisasi ovum oleh spermatozoid menghasilkan zigot yang akan tumbuh menjadi diatom baru. Reproduksi generatif dapat pula melalui konjugasi dengan membentuk penonjolan protoplasma sehingga terbentuk auksospora. Auksospora akan tumbuh menjadi individu baru.

Namun demikian, reproduksi secara vegetatif lebih dikenal, yaitu dengan pembelahan mitosis. Pembelahan mitosis menghasilkan dua sel anak yang memiliki ukuran berbeda karena setiap sel anak mempertahankan sebagian dinding sel induknya. Kemudian, masing-masing sel anak membentuk paruhan komplementer yang baru. Jadi, setiap pembelahan sel diatom akan menghasilkan satu sel anak yang berukuran sama dengan sel induknya, sedangkan satu sel anak lainnya berukuran lebih kecil.

Contoh Spesies Alga Keemasan

Dinobryon adalah chrysomonad yang hidup air tawar yang memiliki sel yang dilapisi dengan Loricae berbentuk vas, penutup pelindung yang terbuat dari chiton dan polisakarida lainnya. Synura adalah silicomonad yang umum, membentuk cangkang silika yang rumit. Ganggang emas yang paling umum termasuk: ochromonas, dinobryon, chromulina, mallomonas, synura, dictyocha, chrysamoeba, chryshosphera dan chrysosaccus.

24419697, 24419698, 24419699, 24419700, 24419701, 24419702, 24419703, 24419704, 24419705, 24419706, 24419707, 24419708, 24419709, 24419710, 24419711, 24419712, 24419713, 24419714, 24419715, 24419716, 24419717, 24419718, 24419719, 24419720, 24419721, 24419722, 24419723, 24419724, 24419725, 24419726, 24419727, 24419728, 24419729, 24419730, 24419731, 24419732, 24419733, 24419734, 24419735, 24419736