Kerusakan Lingkungan

By On Thursday, March 2nd, 2017 Categories : Artikel

Kerusakan lingkungan merupakan masalah yang sedang pelik hidadapi oleh semua negara, tak terkecuali Indonesia. Secar tidak langsung, hal ini juga mengancam kehidupan manusia di muka bumi. Kerusakan alam pun turut andil dalam meningkatkan bencana alam.

Ada dua faktor yang melatar belakangi kerusakan lingkungan, ada faktor alamiah dan faktor yang disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri. Kerusakan lingkungan ini bisa diartikan sebagai proses deteriosasi, proses diteriosasi bisa diartikan sebagai turunnya kualitas lingkungan.

Biasanya hal ini ditandai dengan menipisnya sumber daya tanah, air, udara, kepunahan flora fauna, dan kerusakan ekosistem lingkungan. Kerusakan lingkungan hidup memberikan dampak langsung bagi kehidupan manusia. Pada tahun 2004, High Level Threat Panel, Challenges and Change PBB, memasukkan degradasi lingkungan sebagai salah satu dari sepuluh ancaman terhadap kemanusiaan.World Risk Report yang dirilis German Alliance for Development Works (Alliance), United Nations University Institute for Environment and Human Security (UNU-EHS) dan The Nature Conservancy (TNC) pada 2012 pun menyebutkan bahwa kerusakan lingkungan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan tinggi rendahnya risiko bencana di suatu kawasan.

 

Faktor penyebab kerusakan lingkungan, pada umumnya terdiridari dua kategori. Ada yang bersifat peristiwa ilmiah seperti banjir, gunung meletus, angin puting beliung, tanah longsor, erosi tanah, dan tsunami merupakan faktor alamiah. Adapun faktor yang di sebabkan manusia antara lain:

  • ? Laju deforestasi mencapai 1,8 juta hektar/tahun yang mengakibatkan 21% dari 133 juta hektar hutan Indonesia hilang. Hilangnya hutan menyebabkan penurunan kualitas lingkungan, meningkatkan peristiwa bencana alam, dan terancamnya kelestarian flora dan fauna.
  • ? 30% dari 2,5 juta hektar terumbu karangdi Indonesia mengalami kerusakan. Kerusakan terumbu karang meningkatkan resiko bencana terhadap daerah pesisir, mengancam keanekaragaman hayati laut, dan menurunkan produksi perikanan laut.
  • ? Tingginya pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran lautdi Indonesia. Bahkan pada 2010, Sungai Citarum pernah dinobatkan sebagaiSungai Paling Tercemar di Duniaoleh situs huffingtonpost.com. World Bank juga menempatkan Jakarta sebagai kota dengan polutan tertinggi ketiga setelah Beijing, New Delhi dan Mexico City.
  • ? Ratusan tumbuhan dan hewan Indonesia yang langkadan terancam punah. Menurut catatan IUCN Redlist, sebanyak 76 spesies hewan Indonesia dan 127 tumbuhan berada dalam status keterancaman tertinggi yaitu status Critically Endangered (Kritis), serta 205 jenis hewan dan 88 jenis tumbuhan masuk kategori Endangered, serta  557 spesies hewan dan 256 tumbuhan berstatus Vulnerable.

 

Alam dan lingkungan merupakan tempat tinggal satu-satunya untuk manusia, sudah selayaknya jika kita selalu menjaga dan merawatnya. Karena kerusakan sekecil apapun pasti akan langsung berdampak bagi kehidupan makhluk yang lain.