Kenapa Yogyakarta menjadi Daerah Istimewa?

By On Friday, March 3rd, 2017 Categories : Artikel

Halo guys, ada ga sih diantara kalian yang kepo kenapa Yogyakarta menjadi daerah istimewa? Kenapa ga yang lain aja, semisal Banndung, Surabaya atau Sulawesi. Nah, pada pembahasan artikel berikut, saya akan menjelaskan kenapa Yogyakarta menjadi daerah ter-istimewa.

Kebudayaan sistem kerajaan yang masih melekat

Sebelum bergabung dengan NKRI, Yogyakarta memiliki struktur pemerintahan berbentuk kerajaan (Kasultanan Ngayogyakarto Hadiningrat dan Pakualaman) dan kebudayaan sistem pemerintahan ini masih sangat melekat kuat pada masyarakat ataupun aparat yang berada di bawah kepemimpinan kerajaan, mereka selalu patuh terhadap semua aturan yang di perintahkan oleh raja. Masyarakat pun rela mengorbankan diri untuk selalu menjaga dan melindungi kebudayaan mereka. Hal ini-lah menjadi daya tarik tersendiri mengapa Yogyakarta menjadi daerah istimewa, bergabungnya Yogyakarta dengan NKRI merupakan mahar yang tak ternilai.

 

Amanat Sri Sultan

Amanat Sri Sultan yang kemudian di kenal dengan Amanat 5 September, merupakan suatu bentuk dukungan Kerajaan Ngayogyokarto Terhadap NKRI. Ketika presiden pertama RI mengumandangkan kemerdekaan NKRI, sebenarnya Kerajaan Yogyakarta bisa saja melepaskan diri dari NKRI dan membangun suatu sistem pemerintahan sendiri. Namun keputusan tersebut tidak di ambil oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Paku Alam VIII. Beliau mengeluarkan sebuah amanat yang berisi, “Bahwa Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat jang bersifat keradjaan adalah daerah istimewa dari Negara Republik Indonesia.” Isi lain dari amanat Sri Sultan tersebut adalah, “Bahwa kami sebagai Kepala Daerah memegang segala kekuasaan dalam Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat, dan oleh karena itu berhubung dengan keadaan pada dewasa ini segala urusan pemerintahan dalam Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat mulai saat ini berada di tangan kami dan kekuasaan-kekuasaan lainnja kami pegang seluruhnya.”

 

Keistimewaan Yogyakarta juga di dukung oleh para founding father terutama soekarno dengan payung hukum piagam penetapan

 

Payung hukum ini sebenarnya sudah dikeluarkan oleh Ir. Soekarno pada 19 Agustus 1945 semenjak beliau masih menduduki BPUPKI dan PPKI. Piagam penetapan ini selanjutnya diserahkan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Paku Alam VIII pada 6 September 1945. Isi piagam penetapan itu adalah, “Piagam Kedudukan Sri Paduka Ingkeng Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengku Buwono IX, Kami, Presiden Republik Indonesia, menetapkan: Ingkeng Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengku Buwono, Senopati Ing Ngalogo, Abdurrahman Sayidin Panotogomo, Kalifatullah Ingkang Kaping IX Ing Ngayogyakarta Hadiningrat, pada kedudukannya, Dengan kepercayaan bahwa Sri Paduka Kangjeng Sultan akan mencurahkan segala pikiran, tenaga, jiwa dan raga, untuk keselamatan Daerah Yogyakarta sebagai bagian daripada Republik Indonesia. Itulah isi dari piagam tersebut, dari situlah bisa di ambil kesimpulan mengapa Yogyakarta meskipun sudah menjadi dari bagia NKRI tetapi tetap memiliki sistem pemerintahan sendiri.

 

.       Berdasar putusan Mahkamah tentang Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004

Saat ini Yogyakarta merupakan salah satu daerah istimewa yang dimiliki Indonesia. “Yogyakarta menjadi daerah istimewa karena faktor sejarah”.

 

Bukan Gubernur tapi Raja

Jauh sebelum NKRI berdiri, keberadaan Kerajaan Ngayogyokarto Hadiningrat dan Paku Alam sudah lama berdiri dan kebudayaan disana sudah sangat kental dan telah melekat pada masyarakat. Jadi, saat indonesia merdeka Presiden Soekarno mengeluarkan Piagam 19 Agustus yang isinya sydah tertera pada penjelasan sebelumnya. Jadi pada daerah tersebut pemimpinnya bukan Gubernur melainkan seorang Raja.

 

Pernah menjadi Ibukota Negara

Pada waktu Indonesia baru saj merdeka, para penjajah Belanda belum bisa menerimanya dan mereka malah menyerang Batavia. Oleh karena itu para pemimpin bangsa memindahkan ibu kota negara ke Yogyakarta, Sri Sultan HB IX-pun menyambut baik maksud tersebut. Beliau mempersilahan para pemimpin bangsa untuk menggunakan keraton sebagai istana negara, dan beliau juga memberikan bantuan sebanyak 2 juta gulden untuk kepentingan negara.

 

Serangan  Umum 1 Maret

Serangan 1 Maret ini, dilakukan dengan tujuan untuk menghancurkan Belanda yang ada di Yogyakarta. Konon ide tersebut munul dari Sri Sultan HB IX sendiri, serangan tersebut di lakukan dari jam 6 pagi hingga jam 12 siang. Sri Sultan juga memperbolehkan keraton sebagai tempat rapat , dan peran kota Yogyakarta sangatlah besar.

Dari ke 8 alsan diatas, kita bisa menyimpulkan bahwa kota Yogyakarta memiliki peran yang vital dalam sejaran NKRI jadi sudah sepantasnya apabila Yogyakarta menjadi daerah yang istimewa. Happy reading guys, J