Kehidupan Sosial Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara, Hindu-Buddha dan Islam

By On Friday, November 7th, 2014 Categories : Sains

1. Kehidupan Sosial Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara

 

Kehidupan Sosial Masa Praaksara

Pada masa Praaksara, kehidupan masyarakat Indonesia dapat dibagi dalam 3 (tiga) masa, yaitu (1) masa berburu dan mengumpulkan makanan, (2) masa bercocok tanam, dan (3) masa perundagian.

a. Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan

Kehidupan sosial manusia pada masa berburu dan mengumpulkan makanan, dari mulai Pithecanthropus sampai dengan Homo sapiens dari Wajak sangat bergantung pada kondisi alam karena mereka masih minim dengan teknologi. Tempat tinggal mereka di padang rumput dengan semak belukar yang biasanya berdekatan dengan sungai agar mudah memperoleh air untuk menunjang kehidupan. Selain itu, daerah tersebut juga merupakan tempat singgahnya hewan-hewan seperti kuda, monyet, kerbau, banteng, dan rusa, untuk mencari mangsa sehingga mereka mudah mencari hewan untuk diburu. Selain berburu, mereka juga mengumpulkan tumbuhan yang mereka temukan di alam seperti umbi-umbian, daun-daunan, dan buah-buahan. Mereka tinggal di dalam gua-gua yang letaknya tidak jauh dari sumber air, atau di dekat sungai yang terdapat sumber makanan dari air seperti ikan, siput, kerang, dan lain-lain.

Pada masa masa berburu dan mengumpulkan makanan, ada dua hal yang penting dalam sistem kehidupan sosial masyarakat manusia Praaksara, yaitu (1) membuat peralatan dari batu yang masih kasar, tulang, dan kayu, seperti kapak perimbas, alat-alat serpih, dan kapak genggam. (2) manusia Praaksara membutuhan api untuk memasak dan penerangan pada malam hari. Mereka membuat api dibuat dengan cara menggosokkan dua keping batu yang mengandung unsur besi sehingga menimbulkan percikan api dan membakar lumut atau rumput kering yang telah disiapkan.

Masyarakat Indonesia pada masa Praaksara, tidak pernah menetap di suatu tempat, tetapi selalu berpindah-pindah (nomaden) mencari tempat tinggal yang banyak bahan makanan.Tempat yang mereka pilih di sekitar padang rumput yang sering dilalui binatang buruan, di dekat danau atau sungai, dan di tepi pantai. Dalam kehidupan sosial, masyarakat manusia Praaksara hidup dalam kelompok-kelompok dan membekali dirinya untuk menghadapi lingkungan sekelilingnya.

b. Masa Bercocok Tanam

Saat manusia mulai memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara memanfaatkan hutan belukar untuk dijadikan ladang, sat itulah manusia mulai memasuki masa bercocok tanam. Masa bercocok tanam terjadi saat cara hidup berburu dan mengumpulkan bahan makanan telah ditinggalkan. Pada masa bercocok tanam, mereka mulai hidup menetap di suatu tempat. Manusia Praaksara yang hidup pada masa bercocok tanam adalah Homo sapiens, baik itu ras Mongoloid ataupun ras Austromelanesoid.

Masa bercocok tanam sangat penting dalam sejarah perkembangan masyarakat karena pada masa itu terdapat penemuan-penemuan baru seperti penguasaan sumber-sumber alam. Berbagai macam hewan dan tumbuhan mulai mereka pelihara. Mereka bercocok tanam dengan berladang. Mereka membuka lahan dengan cara menebang dan membakar hutan. Jenis tanaman yang ditanam diantaranya adalah ubi, pisang, dan sukun. Selain berladang, kegiatan berburu dan menangkap ikan juga terus dilakukan untuk mencukupi kebutuhan protein hewani. Kemudian, secara perlahan mereka mulai meninggalkan cara berladang untuk digantikan dengan cara bersawah. Jenis tanaman di sawah adalah padi dan umbi-umbian.

Pages: 1 2 3 4 5

  • Hasil Penelitian, Cewek yang Punya Suami Lebih Tinggi Ternyata Lebih Beruntung
  • Pulau Kecil Ini Ditakuti Pelaut Kroasia, Bisa Kacaukan Naviasi Kapal
  • Bagaimana Bersikap dan Bergaul (sosialisasi).
  • 4 Cara Keramas yang Salah Kaprah
  • Manfaat Dan Khasiat Daun Kemangi
  • Tips Merawat Wajah di Pagi Hari