Kebahagiaan Untuk Mama

By On Monday, March 13th, 2017 Categories : Cerita

Sore itu hujan deras. Suasana sepi, hanya deru hujan dan alunan lagu pelan —yang hampir tidak terdengar karena hujan— yang menemani Tasha di kamarnya.
Matanya menerawang ke luar jendela, di benaknya Tasha hanya memikirkan satu orang yang sangat disayangnya, Mama.

Akhir-akhir ini, keadaan Mama parah sekali. Penyakitnya membuat Mama semakin lemah setiap harinya. Tasha hanya bisa setia menemaninya dan menjaganya.
Pukul lima sore, seharusnya Ia sudah di rumah sakit, bertemu dengan Mama, menemaninya, berbicara dengannya. Namun dengan hujan yang mengguyur kota Semarang saat ini, mustahil Ia bisa sampai di rumah sakit tanpa menggigil kedinginan.

Papa… hatinya sakit saat mengingatnya. Sosok Papa yang pekerja keras, senyum yang selalu bertengger di wajahnya, kesabarannya, sekarang semua hilang, digantikan realita pahit yang belum bisa diterima oleh Tasha bahwa sebenarnya Papa berselingkuh dengan wanita lain.
Tangan Tasha mengepal kuat-kuat, semua ini salah Papa, Mama sakit karena Papa, sifat penyayang Papa yang dahulu selalu terpancar sekarang padam tak tersisa.

Ponselnya bergetar. “Halo?”
“—Tasha! Di mana kamu, nak?” Tantenya menelepon, nadanya dipenuhi kepanikan, jantung Tasha berdebar lebih cepat.
“Kenapa, tante? Aku di rumah, gak bisa ke rumah sakit, ujan deres. Cuma ada motor.”
“Tasha, ke rumah sakit sekarang, penting. Temani Mama kamu, Tasha.” Ujar Tantenya memohon. Tasha tidak bisa berkata-kata. Tanpa berpikir panjang Ia memakai jaket dan kunci motor, menerobos hujan yang masih turun dengan ganas.

“Tasha…” Terengah-engah Tasha memasuki kamar inap Mama, tubuhnya basah kuyup terguyur hujan, namun sekarang yang Ia prioritaskan hanya satu, Mama.
“Mama, mama gak papa kan? Mama sehat? Gimana keadaannya?” Tanya Tasha panik. Mamanya hanya membalas dengan senyum samar.
“Tasha kok hujan-hujanan? Jangan sampai sakit ya, sayang.” Mamanya menggerakan tangan mengisyaratkan agar Tasha mendekat.

“Tasha, kamu tahu kenapa namamu Ryszarda Mettasha?”
“Mama kok malah ngomongin namaku sih?” Tasha bingung. Keadaan Mamanya parah sekali. Kurus, pucat, dingin.
“Ryszarda berarti ratu yang kuat. Mama mau kamu kuat. Tasha, di hidup ini, banyak sekali cobaannya. Kamu masih muda, perjalananmu masih panjang sekali. Mama minta tolong, saat Tuhan menguji kamu, jangan pernah kamu salahin Tuhan. Kamu tau kenapa kamu diuji? Karena Tuhan yakin kamu bisa melewati ujiannya, dan balasannya bakal setimpal, Tasha.” Mama mengusap pipi Tasha lembut.
Bulir bening menetes di pipi Tasha. Ia bingung, namun disaat yang sama Ia mengerti. “Mama…?”
“Mettasha berarti mutiara harapan. Tasha, kamu mutiara paling berharga buat Mama. Gak ada mutiara lain bagi Mama. Kamu mutiara paling cantik, dan paling bersinar. Tasha, kamu harapan Mama. Mama mohon, sekali lagi.. Jangan buat hidupmu sia-sia. Mama mau kamu hidup sekaligus melakukan hal-hal yang kamu sukai. Jangan memaksa dirimu sendiri untuk menyukai sesuatu, kalau kamu gak suka, tinggal. Buat hidupmu sukses besar.”
“Mama ngomong apa sih.. Ma, mama gak papa?” tangis Tasha semakin menjadi. Mamanya memajukan badannya, memeluk Tasha dengan erat, hangat dan lama. Memecah kedingingan yang ada di tubuh Tasha, di pikirannya. Semua masalah terasa hilang dan yang dirasanya hanya cinta yang besar dari seorang Mama.

“Tasha… Mama mau.. kamu jadi kebahagiaan Mama, sekarang dan selamanya.” Satu senyum terakhir, sampai suara ‘tiiit’ panjang mulai terdengar.
“Mama!” teriak Tasha histeris. Air matanya mengalir deras, pelukan Mamanya melemas dan akhirnya terlepas. “Mama, jangan tinggalin Tasha..”
Tasha menggenggam erat tangan Mamanya. “Tasha udah gak punya siapa-siapa selain Mama..”

“Tasha.” Suara Tantenya terdengar lirih.
“Mama kamu udah tenang. Sekarang kamu bisa kan, penuhi harapan Mama. Buat Mama kamu bangga, ya.”
Dengan kebesaran cintanya, dan kehangatan pelukannya, Tasha bertekad untuk menjalani hidupnya dengan maksimal, untuk balasan dari semua kebaikan Mama… untuk kebahagiaan Mama.

31409382, 31409383, 31409384, 31409385, 31409386, 31409387, 31409388, 31409389, 31409390, 31409391, 31409392, 31409393, 31409394, 31409395, 31409396, 31409397, 31409398, 31409399, 31409400, 31409401, 31409402, 31409403, 31409404, 31409405, 31409406, 31409407, 31409408, 31409409, 31409410, 31409411, 31409412, 31409413, 31409414, 31409415, 31409416, 31409417, 31409418, 31409419, 31409420, 31409421