Keanekaragaman Perubahan Lingkungan Sosial Budaya

By On Thursday, March 2nd, 2017 Categories : Artikel

Berbicara mengenai keanekaragaman kita tahu bahwa Negara kita begitu kaya akan berbagai macam bahasa, suku, dan adat istiadat yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Karena begitu banyaknya keanekaragaman yang kita miliki, maka pada kesempatan kali ini kita akan mencoba menulis artikel tentang keanekaragaman perubahan lingkungan sosial budaya.

Hubungan Keanekaragaman dan Perubahan Sosial Budaya

Dalam melaksanakan pembangunan nasional, pemerintah harus mempertimbangkan pentingnya biaya sosial yang dikaitkan dengan kerugian yang ditimbulkan dari pembangunan tersebut. Namun, kadang-kadang efek sosial ini belum mendapatkan perhatian yang serius. Biasanya yang terjadi adalah pembangunan sarana fisik tanpa dibarengi dengan pembangunan mental masyarakat sekitarnya. Akibatnya, akan menimbulkan banyak kekagetan bagi masyarakat di sekitarnya.

Terdapat tiga langkah dalam melaksanakan pembangunan sosial, yaitu:

a. Memahami kondisi objektif tempat diiaksanakannya pembangunan.

b. Pembangunan sosial bersifat inklusif dan universalistik dalam jangkauannya.

Pembangunan sosial yang universalistic memberikan perhatian pada lokalitas dan wilayah secara mendasar, bersifat holistik, lintas sektoral, lintas disiplin, dan lintas regional.

Sikap Toleransi dan Empati Sosial dalam Hubungan Keanekaragaman dan Perubahan Kebudayaan

Sikap toleransi dan empati dapat dikembangkan melalui lembaga-lembaga pendidikan. Pendidikan yang menekankan pada pluralitas dan multilkultural merupakan modal sosial budaya kita yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Fokus utama pendidikan terletak pada pemahaman dan upaya untuk hidup dalam konteks perbedaan, baik secara perorangan maupun kelompok tanpa harus terperangkap oleh nilai-nilai primordialisme budaya yang sempit.

Dalam UUD 1945 pasal 32 ditegaskan bahwa “Pemerintah memajukan kebudayaan nasional.” Penjelasan dari pasaI 32 menyatakan kebudayaan bangsa, yaitu kebudayaan yang timbul sebagai sebuah usaha rakyat Indonesia seluruhnya. Usaha untuk mengembangkan kebudayaan harus menuju arah kemajuan adat, budaya, dan persatuan dengan tidak menolak bahan baru dari kebudayaan itu sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.

Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan daerah atau suku bangsa dapat dijadikan sumber dan diangkat menjadi kebudayaan nasional apabila memiliki dua syarat, yaitu:

a. Bermutu/berkualitas tinggi

Unsur kebudayaan bermutu/berkualitas tinggi menjadi kebudayaan nasional yang berupa gagasan, aktivitas, dan hasil karya manusia yang bermutu tinggi.

b. Bersifat khas/spesifik

Unsur yang bersifat khas/spesifik adalah unsur yang paling memiliki ciri khas atau berbeda dengan kebudayaan dan bangsa lain.