Ke Macau Kurang Lengkap Tanpa ke Ruins St Paul

By On Sunday, April 1st, 2012 Categories : Travel

Terletak tak jauh dari Senado Square, Ruins St Paul menjadi daya tarik para wisatawan yang datang ke kota Macau. Bahkan banyak kalangan wisatawan beranggapan bahwa tak lengkap rasanya jika ke Macau tak singgah ke Ruins St Paul.

Ruins St Paul sendiri merupakan land mark dari kota Macau. Gereja ini dibangun pada tahun 1602 di samping Jesuit College of St. Paul’s. Namun, pada tahun 1835, kebakaran terjadi dan melahap habis universitas dan bangunan gereja, akibatknya hanya menyisakan bangunan depan gereja seperti sekarang.

Walaupun bisa dibilang bangunan tua, tapi bangunan ini masih kokoh dan dilestarikan. Keseriusan pemerintah Macau dalam menjaga warisan budaya Macau ini ditunjukan oleh adanya Museum of Sacred Art and Crypt di sekitar Ruins of St Paul Church. Museum ini dibuka jam 10 untuk umum tanpa dipungut biaya masuk, serta taman dan tangga yang rapi dan bersih.

Di kawasan Ruins St Paul Anda bisa berfoto ria dengan latar belakang bangunan sejarah itu. Selain itu, bila Anda berminat di sini Anda bisa menaiki reuntuhan gereja ini untuk menikmati pemandangan sekitar kawasan Senado Square.

Puas menikmati pemandangan dari atas Ruins St Paul, di sekitar sekitar tempat ini ada beberapa toko kue dan suvenir yang paling terkenal seantero Macau. Pastelaria Koi Kei namanya. Di toko ini Anda bisa beli Egg Tart, membeli suvenir, atau sekadar duduk-duduk di sekitaran taman yang ada di kawasan Ruins St Paul.

Lokasi Ruins St Paul tidak begitu jauh dari Senado square. Anda hanya butuh jalan kaki sekitar 10 menit dari Senado Square.

Usahakan untuk pergi ke objek wisata ini pada pagi hari dan tidak lebih lebih dari jam 9 pagi. Bila sudah lewat dari jam 9 pagi, tempat ini ramai dengan wisatawan. Pada waktu-waktu tertentu di depan Ruins St Paul sering diadakan pertunjukan tarian khas Portugis dengan diriingi musik dan nyanyian khas Portugis juga.