Kata Bijak Jendral Sudirman Paling Memotivasi

By On Wednesday, March 15th, 2017 Categories : Cerita
Gratis Samsung
Kami tentara Republik Indonesia akan timbul dan tenggelam bersama negara.

Sanggup mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan negara Republik Indonesia, yang telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, sampai titik darah penghabisan. – Jogjakarta, 25 Mei 1946

Karena kewajiban kamulan untuk tetap pada pendirian semula, mempertahankan dan mengorbankan jiwa untuk kedaulatan negara dan bangsa kita seluruhnya. – Jogjakarta, 27 Nopember 1946

Pelihara TNI, pelihara angkatan perang kita, jangan sampai tni dikuasai oleh partai politik manapun juga. – Jogjakarta, 5 Oktober 1949

Ingatlah, bahwa prajurit kita bukan prajurit sewaan, bukan parjurit yang mudah dibelokkan haluannya, kita masuk dalam tentara, karena keinsyafan jiwa dan sedia berkorban bagi bangsa dan negara.

Tentara hanya mempunyai kewajiban satu, ialah mempertahankan kedaulatan negara dan menjaga keselamatannya, sudah cukup kalau tentara teguh memegang kewajiban ini, lagi pula sebagai tentara, disiplin harus dipegang teguh. – Jogjakarta, 12 Nopember 1945

Tentara tidak boleh menjadi alat suatu golongan atau orang siapapun juga.

Tentara bukan merupakan suatu golongan diluar masyarakat, bukan suatu kasta yg berdiri diatas masyarakat, tentara tidak lain dan tidak lebih dari salah satu bagian masyarakat yang mempunyai kewajiban

tertentu. – Jogjakarta, 1 Januari 1946
Jangan mudah tergelincir dalam saat-saat seperti ini, segala tipu muslihat dan provokasi-provokasi yang tampak atau tersembunyi dapat dilalui dengan selamat, kalau kita waspada dan bertindak sebagai patriot. – Jogjakarta, 4 Oktober 1949

Bahwa kemerdekaan satu negara, yang didirikan diatas timbunan runtuhan ribuan jiwa-harta-benda dari rakyat dan bangsanya, tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia siapapun juga. – Jogjakarta, Januari 1948

Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih, akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun lawan yang aku hadapi.- Jogjakarta, 17 Agustus 1948

Bahwa satu-satunya hak milik nasional/republic yang masih utuh tidak berubah-ubah, meskipun harus mengalami segala macam soal dan perubahan, hanyalah angkatan perang Republik Indonesia (Tentara Nasional Indonesia) – Jogjakarta, 1 Agustus 1949

Tak ada yang lebih kuat dari kelembutan, tak ada yang lebih lembut dari kekuatan yang tenang”

Banyak orang menyebut penderitaan mereka sebagai nasib, namun sesungguhnya penderitaan adalah akibat kebodohan mereka sendiri”

Kejahatan akan menang bila orang yang benar tidak melakukan apa-apa”

Kebebasan berarti bebas melakukan semua kebaikan, bukan bebas lepas melakukan semua kejahatan tanpa boleh diadili

Orang yang ingin memberi perintah lebih dahulu harus mau diperintah

Kadang kita terlalu sibuk memikirkan kesulitan-kesulitan sehingga kita tidak punya waktu untuk mensyukuri rahmat Tuhan

Terimakasih telah membaca

The Dangerous Thief (Stolen Hearts #3), All of You (All In #3), The Intuitionist, Fear Inducer, Michael Jordan: The Life, Direğin Tepesinde Bir Adam, The View from the Cheap Seats: Selected Nonfiction, Running Blind (Jack Reacher, #4), Princes at War: The Bitter Battle Inside Britain's Royal Family in the Darkest Days of WWII, Rustler's Heart (The Kinnison Legacy, #2), Indian Summer: The Secret History of the End of an Empire, How to Speak Dog: A Guide to Decoding Dog Language, Six Months to Live (Dawn Rochelle, #1), Dikmen Yıldızı, Hug It Out!, Harry Potter and the Deathly Hallows (Harry Potter, #7), The Fix (Amos Decker #3), SilverFin (Young Bond, #1), I Surf, Therefore I Am: A Philosophy of Surfing, The Nearness of You (The Thorntons Book 1)