Karakteristik Virus

By On Saturday, March 22nd, 2014 Categories : Sains

Karakteristik Virus

a. Ukuran Virus
Ukuran virus sangat kecil sehingga masih bisa lolos dari saringan yang tidak bisa dilewati oleh bakteri. Virus merupakan organisme terkecil yang berukuran antara 20 nm (nanometer) hingga 30 nm. 1 nanometer sama dengan satu per sejuta meter. Ukuran virus rata-rata 50 kali lebih kecil dari ukuran bakteri.

Kalau bakteri baru bisa diamati dangan memakai mikroskop cahaya dengan perbesaran hingga 1.000 kali, untuk melihat virus yang ukurannya 50 kali lebih kecil dari bakteri maka dibutuhkan perbesaran yang lebih besar. Alat yang dapat digunakan untuk melihat virus yaitu mikroskop elektron, yang dapat memperbesar objek 200.000 hingga 400.000 kali.

b. Struktur virus
Virus memiliki struktur yang sangat sederhana. Virus terdiri dari satu materi genetik yang berupa DNA atau RNA yang dikelilingi oleh protein pelindung yang dinamakan kapsid. Pada sejumlah virus, seperti virus influenza, bisa juga dilengkapi dengan pembungkus atau envelope, dari lipoprotein. Pembungkus ini adalah membran plasma yang asalnya dari sel inang virus. Virus dengan materi genetik yang dibungkus oleh pembungkus protein dinamakan virion atau partikel virus.

Pembungkus virus seringkali dibangun oleh subunit-subunit yang identik yang dinamakan kapsomer. Kapsomer merupakan penyusun protein pelindung atau kapsid. Bentuk kapsomer sangat simetris. Virus dapat mengkristal dengan adanya kapsomer.

Materi genetik yanga da pada virus terdiri dari asam nukleat yang berupa DNA atau RNA. Virus DNA contohnya virus influenza dan virus RNA contohnya yautu virus polio.

c. Replikasi virus
Replikasi atau perkembangbiakan virus hanya bisa terjadi pada sel inang yang masih hidup. Virus harus bisa menembus sel inang dan memasukkan materi genetiknya ke dalam sel inang tersebut. Kemudian, virus memerintah sel inang untuk membentuk komponen virus yang baru. Virus yang menyerang bakteri dinamakan bakteriofage.

Kebanyakan bakteriofage memiliki sifat virulen, yakni bisa mengakibatkan lisis atau sel inang pecah. Sejumlah bakteriologi memiliki sifat nonvirulen, masuknya DNA virus tidak disertai dengan pembentukan virus yang baru. DNA virus tidak mengakibatkan pecahnya sel inang, namun hanya melekat pada DNA bakter dan menjadi bagian dari DNA bakteri. DNA virus yang melekat pada DNA bakteri dinamakan profage.