Kandungan Nutrisi dan Manfaat Buah Apel

Buah apel memiliki nama latin Pyrus malus dan termasuk dalam keluarga Rosaceae. Selain rasanya yang enak, manis dan menyegarkan, ternyata buah apel juga kaya akan kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan.

Manfaat buah apel untuk pengobatan diantaranya, mengobati susah buang air besar, mengobati diare hingga mengatasi diabetes. Sementara itu, khasiat buah apel untuk kesehatan antara lain melancarkan sistem pencernaan, menangkal radikal bebas, mencegah kanker, menyehatkan gigi, hingga mencegah penyakit alzheimer.

Selain senyawa pektin, dalam satu buah apel ukuran 100 gram juga terkandung banyak zat gizi. Diantaranya Kalori (58 kalori), Hidrat arang (14,9 gram), Lemak (0,4 gram), Protein (0,3 gram), Kalsium (6 mg), Fosfor (10 mg), Zat Besi (0,3 mg), Vitamin A (90 SI), Vitamin B1 (0,04 mg), Vitamin C (5 mg) dan Air (84 %).

Dengan kandungan nutrisi di atas, buah apel memiliki banyak khasiat bgi kesehatan. Diantaranya seperti berikut ini:

1. Sistem pencernaan
Mengkonsumsi dua buah apel setiap hari dapat membantu mencegah penyakit pada sistem pencernaan, seperti konstipasi dan diare. Hal ini karena serat dalam apel membantu menyerap air dalam usus dan melancarkan sistem pencernaan.

2. Diabetes
Buah apel bisa dijadikan sebagai obat tradisional untuk mengatasi diabetes. Caranya, ambil satu buah apel yamg sudah masak ukuran sedang. Kemudian belah menjadi empat bagian dan direbus dengan air 3-4 gelas sampai mendidih hingga airnya tinggal 2 gelas. Saring airnya, kemudian diminum dua kali sehari tiap pagi dan sore.

3. Kaya antioksidan
Apel merah mengandung antioksidan yang disebut quercetin. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa quercetin mampu meningkatkan kekebalan tubuh, terutama ketika Anda sedang depresi.

4. Mencegah Risiko Alzheimer
Sebuah penelitian pada tikus menunjukkan bahwa mengonsumsi jus apel mampu mencegah penuaan otak. Tikus dalam penelitian yang mengonsumsi apel menunjukkan hasil tes yang lebih baik dalam hal kemampuan kognitif.

5. Kesehatan gigi
Menggigit dan mengunyah apel mampu merangsang produksi air liur dalam mulut. Hal ini akan mengurangi kemungkinan gigi keropos dan menurunkan tingkat bakteri dalam mulut.

6. Mencegah Katarak
Penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi diet buah kaya antioksidan seperti apel memiliki risiko terkena katarak 10 – 15 persen lebih sedikit.

7. Menurunkan Risiko Kanker
Peneliti di Cornell University telah mengidentifikasi beberapa senyawa bernama triterpenoids yang terdapat pada kulit apel. Senyawa ini diketahui mampu menghambat pertumbuhan sel kanker lever, usus besar, dan kanker payudara.

Selain enak, apel ternyata memiliki manfaat yang besar buat kesehatan. Maka sudah selayaknya Anda menyediakan buah yang satu ini untuk konsumsi sehari-hari bersama keluarga tercinta.

Tags:

, , , , , ,
(Cara Terbaik Untuk Menyeduh Teh) – Teh merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat dijadikan untuk memberikan aroma pada minuman. Disamping kopi dan air putih, minum teh menjadi pilihan banyak orang untuk menghilangkan dahaga. Tak sedikit orang yang suka menyeduh teh sendiri dirumah daripada membeli pada warung maupun kafe. Disamping hemat juga dapat mengatur banyak @more..
Bahan : 2 buah Dada ayam potong 4 bagian 4 sdm Minyak zaitun 1 sdm Bawang bombay, cincang 20 gram Paprika merah potong-potong 4 siung Bawang putih iris tipis 1 sdt Paprika bubuk 1 ons Nasi 14 cup Dry white wine 20 gram Tomat kalengan 200 ml kaldu ayam 1 sdt Kunyit bubuk 10 gram @more..
Daun salam juga dapat membantu mengobati penyakit batuk dengan bahan tambahan lainnya. Cara membuatnya adalah dengan menyiapkan kurang lebih 7 lembar daun salam yang kering, 3 sendok makan madu, dan 1 buah lemon atau bisa diganti dengan jeruk nipis. Selanjutnya bersihkan dan rebus daun salam dalam takaran dua gelas air. Tunggulah hingga air mendidih dan @more..
(40 Persen Kematian di Usia Muda disebabkan oleh Kanker) – Kanker nampaknya tetap menjadi pembunuh manusia terbesar di dunia, dimana kanker mampu menyebabkan kurang lebih 40 persen kematian pada usia muda  orang dewasa. Jumlah ini pun mampu melebihi pasien yang meninggal akibat penyakit jantung, stroke atau AIDS. Dikabarkan pada penelitian terbaru, 4 dari 10 orang @more..