Kandungan Lektin Pada Pisang Dapat Menghambat Virus HIV

Sri Widayati Minggu, 25 September 2011 20:57 WIB Artikel
Advertisement

(Kandungan Lektin Pada Pisang Dapat Menghambat Virus HIV) – Dalam penelitian para ahli menunjukkan bahwa pisang memiliki zat lektin sebagai penghambat infeksi virus HIV. Hasil penemuan tersebut diharapkan dapat membuka jendela baru dalam pencegahan infeksi HIV yang sampai sekarang belum ada obatnya. Para peneliti dari University of Michigan Medical School tertarik pada lektin, dimana zat kimia tersebut secara alami ada di tanaman, karena kemampuannya dapat menghentikan rantai reaksi berbagai jenis infeksi. Hasil uji laboratorium menunjukkan, BanLec, lektin yang terdapat pada pisang, sama efektifnya dengan obat anti-HIV saat ini.

Saat ini angka infeksi baru HIV melebihi jumlah individu yang harus mengkonsumsi obat antiretroviral, yakni 2,5 banding 1, hingga kini belum ada vaksin atau obat untuk menyembuhkan HIV akan hadir dalam waktu dekat. Mungkin sekarang penggunaan kondom masih jadi pencegah penularan HIV yang paling efektif apabila digunakan secara konsisten dan benar. Cara pencegahan HIV lain yang juga efektif adalah mencegah penularan lewat vagina dan dubur dengan menggunakan obat yang mampu mencegah HIV masuk ke sel target. Dalam risetnya para peneliti dari Michigan University ini menunjukkan cara kerja lektin yang bisa mengenali penyerang dari luar tubuh, seperti virus, dan menyerangnya sebagai patogen, hal ini bisa dikembangkan untuk mengenali virus HIV.

Pisang dapat Menghambat Infeksi HIV

Pisang dapat Menghambat Infeksi HIV

Selain memiliki potensi yang sama dengan obat anti-HIV saat ini, lektin yang banyak terdapat pada pisang ini juga lebih mudah didapat serta harganyapun relatif murah untuk diproduksi sebagai obat yang bisa dijangkau masyarakat luas. Lektin dari pisang ini diyakini lebih efektif apabila dipakai dalam komponen obat pencegah virus HIV yang dioles di alat kelamin atau dubur. Erwin J Goldstein, PhD, profesor kimia biologi mengungkapkan bahwa “Masalah yang dihadapi oleh obat anti-HIV adalah kemampuan virus untuk bermutasi dan menjadi kebal. Namun, hal tersebut bisa dicegah oleh lektin. Lektin bisa menempel pada gula yang ditemukan pada berbagai titik sampul HIV-1 dan diperkirakan butuh mutasi yang berlipat bagi virus untuk mendapatkannya”.