Kandungan Gizi Berdasarkan Warna Buah dan Sayur

By On Tuesday, January 31st, 2012 Categories : Artikel

(Kandungan Gizi Berdasarkan Warna Buah dan Sayur) – Ternyata kandungan serta manfaat buah dan sayur dapat dilihat melalui warnanya. Hal ini tentu saja memudahkan kita untuk memilih sayur yang sesuai dengan kebutuhan kita. Apalagi menu sajian buah dan sayuran yang beraneka warna dapat menggugah selera untuk segera melahapnya. Berikut bberapa warna sayur yang wajib kita ketahui kandungan gizinya.
1. Hijau
Sayuran hijau seperti apel hijau, kacang polong, paprika, buah kiwi, bayam dan brokoli merupakan sayuran yang tidak asing disekitar kita. Selain warna hijaunya yang segar ternyata sumber sayur berwarna hijau dapat membantu produksi sel darah merah, melepas sel racun dari hati dan aliran darah. Efek menenangkan juga didapat dari berbagai buah dan sayur berwarna hijau. Selain itu fungsi pentingnya adalah sebagai penguat sel otak, membantu membangun sistem imun. Hijau juga sebgaai tanda bahwa jenis sayur dan buah nya mengandung manfaat yang baik sebagai penguat sel tubuh.

2. Putih
Meskipun warnanya putih jangan salah kalau sayur dan buah putih juga dapat membantu meningkatkan sistem imunitas didalam tubuh kita. Sistem imun sangat penting karena sistem ini akna melindungi tubuh terhadap infeksi bakteri dan virus, menghancurkan sel kangker dan zat asing lain di dalam tubuh. Jika sistem kekebalan tubuh melemah maka kemampuannya meliindungi tubuh juga berkurang sehingga menyebabkan patogen, termasuk virus yang menyebabkan demam dan flu dapat berkembang dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh juga memberikan pengawasan terhadap sel tumor, dan terhambatnya sistem ini juga telah dilaporkan meningkatkan resiko terkena beberapa jenis kangker. Jenis lobak, sirsak, sawi putih, taoge mungkin akan menjadi suguhan yang nikmat untuk disiapkan dalam menu sehat kita sehari-hari.

3. Ungu
Warna ungu pada sayuran dan buah memiliki tanda bahwa didalamnya mengandung manfaat sebagai antioksidan, pelindung sel otak dan pembuluh darah serta mencegah peradangan. Dan dari hasil berbagai penelitian telah mendukung teori bahwa mengkonsumsi antioksidan yang memadai dapat dapat mengurangi terjadinya berbagai penyakit seperti kanker, kardiovaskuler, katarak serta penyakit degeneratif lain. Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat pembentukan karsinogenik dan menghalanginya untuk menetap dalam tubuh. Antioksidan bekerja dengan cara menangkap radikal bebas sehingga karsinogoenik tidak memiliki kesempatan untuk menempel dan merusak DNA.

Anti oksidan tidak saja mampu mencegah kanker pada tahap inisiasi tapi juga mampu menghambat pertumbuhan kanker pada tahap progesi. Selain itu antioksidan sangat diperlukan oleh tubuh kita untuk menangkal radikal bebas. Radikal bebas merupakan atom atau molekul yang sifatnya sangat tidak stabil (mempunyai satu elektron atau lebih yang tanpa pasangan), sehingga untuk memperoleh pasangan elektron senyawa ini sangat reaktif dan merusak jaringan.

Senyawa radikal bebas tersebut timbul akibat berbagai proses kimia kompleks dalam tubuh, berupa hasil sampingan dari proses oksidasi atau pembakaran sel yang berlangsung pada waktu bernapas, metabolisme sel, olahraga yang berlebihan, peradangan atau ketika tubuh terpapar polusi lingkungan seperti asap kendaraan bermotor, asap rokok, bahan pencemar, dan radiasi matahari atau radiasi kosmis. Karena secara kimia molekulnya tidak lengkap, radikal bebas cenderung “mencuri” partikel dari molekul lain, dalah hal ini bagian dari jaringan tubuh kita, yang kemudian menimbulkan senyawa tidak normal dan memulai reaksi berantai yang dapat merusak sel-sel penting dalam tubuh.

Radikal bebas inilah biang keladi berbagai keadaan patologis seperti penyakit lever, jantung koroner, katarak, penyakit hati dan dicurigai proses penuaan dini ikut berperan. Sebenarnya, reaksi pembentukan radikal bebas merupakan mekanisme biokimia tubuh normal. Radikal bebas lazimnya hanya bersifat perantara yang bisa dengan cepat diubah menjadi substansi yang tak lagi membahayakan tubuh. Namun, bila radikal bebas sempat bertemu dengan enzim atau asam lemak tak jenuh ganda, maka merupakan awal dari kerusakan sel. Warna ungu dari sayuran dapat kita peroleh dari terong, anggur, raspberry, bit, prune dan berbagai sayuran dan buah yang berwarna ungu lainnya.

4. Merah
Selain sebagai sumber vitamin A dan vitamin E sayur dan buah yang berwarna merah juga mengandung antioksidan disamping itu juga sebagai pelindung pembuluh darah, tulang rawan dan serabut otot. Makanya anda boleh senang bila keluarga menyukai apel, semangka, cherry, tomat atau strawberry.

5. Kuning
Si kuning ini selain warnanya memikat juga mendakan bahwa buah dan sayur yang berwarna cerah ini memiliki manfaat untuk meningkatkan produksi pigmen retina dan menjaga kesehatan mata. Untuk mendapatkan manfaat dari si kuning rajin-rajinlah mengkonsumsi pisang, pear dan jagung manis.

(sph/sph)