Kado Untuk Nabi (Maulid Nabi)

By On Friday, February 18th, 2011 Categories : Sains

(Blitar 15 Februari 2011) Pagi ini terasa begitu berbeda untuk Naufal. Anak kecil itu begitu bersemangat untuk pergi kesekolah. Cepat-cepat pula ia berkemas-kemas menyiapkan keperluan mandinya. Di dapur sang Bunda dengan tak kalah semangatnya menyiapkan makanan bekalnya. Ada yang istimewa kali ini Bunda menambahkan 10 buah kue di kardus untuk di bawa serta ke sekolah. Naufal berhenti sejenak melirik Bundanya saat melewati dapur ketika Ayahnya sudah menyiapkan air hangat di kamar mandi.
“Bunda itu untuk Naufal ya?”
Tanyanya kemudian. Ibunya nampak tersenyum gemas, tentu saja ini kue-kue untuk persiapan si kecil ke sekolah ada perayaan Maulud Nabi di sekolahnya jadi Naufal di minta  membawa kue untuk acara disekolah nanti.
“Hari ini hari kelahiran Nabi ya Bunda?” Tanya si kecil
“Iya sayang… Maulud Nabi itu hari untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad” Jawab Bundanya
“Hmmmm… pantas saja Ibu guru suruh membawa kua banyak sekali… ternyata Nabi Muhammad Ulang tahun ya Bunda” Bundanya hanya tertawa kecil mendengar celotehan anaknya. Kemudian Naufal berkata
“Oh iya Bunda…kita kan belum menyiapkan kadonya, kira-kira kado untuk Nabi apa ya Bunda” Kali ini sang Bunda begitu tercengang kemudian ia menghentikan segala kesibukannya. Ditatapnya wajah polos anaknya yang begitu menggemaskan. Dalam hati ia berfikir anak kecil saja bisa memikirkan kado untuk perayaan Maulud Nabi. Mungkin orang-orang dewasa tidak terpikir sejauh ini. Atau ini mungkin hanya naluri anak kecil tentang sebuah perayaan kelahiran. Sang Bunda kembali tersenyum sambil berkata.
“Kado untuk Nabi Muhammad itu cukup satu sayang jadilah anak sholeh selalu mengikuti teladan Rasulullah kamu mengerti bukan?” Entah mengerti atau tidak si kecil hanya mengangguk sambil berlari ke kamar mandi karena Ayahnya sudah berteriak memanggilnya.
Kadang kita harus membuka kembali hati kita untuk mengerti secara mendalam makna dari peringatan Maulid Nabi dan bukan hanya sekedar seremonial perayaan semata. Hikmah dari perayaan ini sesungguhnya lebih kepada mengingat kembali sejarah kehidupan Rasulullah SAW, mengingat kepribadian beliau yang agung, mengingat misinya yang universal dan abadi sebagai Rahmatan lil’alamin. Bagaimana saudara muslimin dan muslimah apakah kita sudah mempersiapkan kado istimewa untuk Maulud Nabi tahun ini? Semoga kita bisa menjadi umat yang disayangi Baginda Rasulullah, mendapatkan safaat yang selalu kita nanti-nantikan di hari kemudian Amiin…

 

(Blitar 15 Februari 2011 —— Sri Widayati)

Visit My Facebook