Kabur Tiga kali Dari lapas Dengan Cara Yang Tak Disangka, Kisah Napi Cilik Ini Beredar di Facebook, Seperti Ini Ceritanya

By On Tuesday, July 26th, 2016 Categories : News

Sebuah kisah tentang seorang bocah berusia 8 tahun yang terlibat kasus pembunuhan menjadi perbincangan netizen setelah ceritanya dibagikan di laman Facebook. Kisah ini diunggah oleh pemilik akun Prap Fals Napole pada 5 April 2014 silam.

Meski kisah ini telah terjadi dua tahun yang lalu, namun baru-baru ini menjadi viral di media sosial.

Dalam unggahan foto tersebut terdapat keterangan yang menceritakan secara detail soal kisah bocah tersebut bisa berada di dalam penjara. Dalam keterangan tersebut, disebutkan pula kalau penulis kisah ini bernama Lars Fredick Sugandha, yang dibagikan sebelumnya di KASKUS.

Dalam kisah itu, bocah tahanan itu diceritakan sudah melarikan diri sebanyak tiga kali. Namun upaya pelarian itu selalu gagal karena ia selalu berhasil ditangkap. Menariknya, upaya pelariannya ini bisa dibilang ‘jenius’. Bagaimana tidak, untuk melarikan diri ia melakukan hal-hal yang tak terduga.

Nah, untuk kejelasan selengkapnya, simaklah kisahnya di bawah ini. yang dihimpun TribunnewsBogor.com, Senin (25/7/2016):

Terus terang, meski sudah beberapa kali mengadakan penelitian Kriminal di LP, pengalaman kali ini adalah pengalaman pertama saya ngobrol langsung dengan seseorang yang didakwa kasus pembunuhan berencana.

Dengan jantung dag dig dug, pikiran saya melayang-layang mengira-ngira gambaran orang yang akan saya temui. Sudah terbayang muka keji Hanibal Lecter, juga penjahat-penjahat berjenggot palsu ala sinetron, dan gambaran-gambaran pembunuh berdarah dingin lain yang sering saya temui di cerita TV.

Well, akhirnya setelah menunggu sekian lama berharap-harap cemas, salah satu sipir membawa seorang anak kehadapan saya. Yup, benar seorang anak berumur 8 tahun. Tingginya tidak lebih dari pinggang orang dewasa dengan wajah yang diliputi senyum malu-malu. Matanya teduh dengan gerak-gerik yang sopan.

Saya pun membaca berkas kasusnya yang diserahkan oleh sipir itu. Sebelum masuk penjara ternyata ia adalah juara kelas di sekolahnya, juara menggambar, jago bermain suling, juara mengaji dan azan di tingkat anak-anak.

Kemampuan berhitungnya lumayan menonjol. Bahkan dari balik sekolah di dalam penjara pun nilai sekolahnya tercatat kedua terbesar tingkat provinsi. Lantas kenapa ia sampai membunuh? Dengan rencana pula?

Kasus ini terjadi ketika A*i* sebut saja nama anak ini begitu, belum genap berusia tujuh tahun. Ayahnya yang berdagang di sebuah pasar di daerah bekasi, dihabisi kepala preman yang menguasai daerah itu. Latar belakangnya karena si ayah enggan membayar uang ‘keamanan’ yang begitu tinggi.

Berita ini rupanya sampai di telinga A*i*. Malam esok harinya setelah ayahnya dikebumikan ia mendatangi tempat mangkal preman tersebut. Bermodalkan pisau dapur ia menantang orang yang membunuh ayahnya.

“Siapa yang bunuh ayah saya!” teriaknya kepada orang yang ada di tempat itu.

“Gue terus kenapa?” ujar kepala preman yang membunuh ayahnya sambil disambut gelak tawa di belakangnya.

Pages: 1 2 3

  • Ini Versi Lengkap Kontroversi Gus Dur Menurut KH Maimun Zubair
  • Ini Dia Penyebab Tingginya Perceraian di bulan Januari
  • 8 Waktu yang Disunahkan Suami-Istri Berhubungan Intim
  • Tips Agar Flu Pilek Cepat Sembuh
  • Ketahui perubahan bentuk payudara berdasarkan usia
  • 71 Orang tersambar petir di festival musik rock di Jerman