Jenis uang kartal dan giral

By On Thursday, February 16th, 2017 Categories : Artikel

Uang melayani tiga tujuan yaitu sebagai alat tukar, nilai penyimpan dan unit rekening. Uang juga digunakan untuk membayar utang, membeli barang dan jasa dan diterima oleh pemerintah untuk pajak.

Uang yang beredar di masyarakat dibedakan atas uang kartal dan uang giral.

a. Uang kartal

Uang kartal merupakan segala jenis uang yang berbentuk logam atau kertas yang ditetapkan resmi oleh pemerintah dengan undang-undang yang berfungsi sebagai alat pembayar yang sah serta diterima oleh umum dan beredar di masyarakat.

Uang yang kita pergunakan sehari-hari sebagai alat pembayaran adalah uang kartal. Ada dua jenis uang kartal, yaitu uang logam dan uang kertas.

1) Uang logam

Uang logam merupakan uang yang terbuat dari logam emas, perak, perunggu, tembaga, atau aluminium. Uang logam yang beredar di negara kita ada dalam berbagai pecahan, yaitu Rp 50,00 Rp 100,00 Rp 200,00 Rp 500,00, dan Rp 1.000,00.

Beberapa kelebihan uang logam, antara lain:

a) kuat dan tahan lama,

b) tidak mudah lusuh,

c) mudah dibawa (dalam jumlah kecil) dan dipindahkan dan

d) memudahkan pembayaran transaksi sehari-hari.

Adapun kelemahan uang logam antara lain:

a) persediaan logam terbatas (terutama emas dan perak),

b) hanya dapat digunakan untuk pembayaran dalam jumlah terbatas (uang pas), dan

c) sulit dibawa dan dipindahkan dalam jumlah besar karena berat.

2) Uang kertas (paper money)

Uang kertas merupakan uang yang terbuat dari kertas. Uang kertas disebut juga uang kepercayaan (fiduciary money), karena masyarakat percaya kepada pemerintah dan menerima uang kertas sebagai alat pembayaran yang sah. Nilai intrinsik uang kertas jauh lebih rendah dari nilai nominalnya. Dengan kata lain, nilai intrinsik uang kertas sama dengan nol.

Uang kertas sebagai alat pembayaran yang sah, artinya setiap orang wajib menerima sampai jumlah yang tidak terbatas.

Beberapa kelebihan uang kertas, antara lain:

a) bahan kertas mudah didapat dan relatif murah,

b) biaya pembuatannya murah, dan

c) apabila terjadi kekurangan uang di peredaran, pemerintah cepat mengatasi dengan cara mencetak uang baru.

Adapun kelemahan uang kertas, antara lain:

a) mudah rusak,

b) mudah terbakar,

c) mudah dipalsukan, dan

d) mudah menimbulkan inflasi.

Uang kertas dan uang logam di negara kita dicetak oleh Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri).

b. Uang giral

Uang giral adalah alat pembayaran yang tidak berupa uang, melainkan dalam bentuk simpanan di bank yang sewaktu-waktu dapat digunakan sebagai alat pembayaran dengan menggunakan cek, Bilyet Giro (BG), perintah membayar, atau telegraphic transfer(TT). Uang giral termasuk uang istimewa (specific money) karena tidak setiap orang wajib menerimanya.

1) Cek

Cek adalah surat perintah membayar dari orang yang memiliki rekening di bank agar bank membayar kepada orang yang namanya tersebut dalam cek (pembawa cek).

Cek merupakan alat untuk memindahkan uang giral menjadi uang kartal.

2) Bilyet Giro (BG)

Bilyet Giro adalah surat perintah seseorang yang memiliki rekening di bank agar bank membayar (memindahkan) sebagian atau seluruh rekeningnya kepada rekening pihak yang dibayar.

3) Perintah Membayar

Perintah membayar merupakan perintah yang diberikan secara langsung oleh orang yang memiliki rekening giro di bank agar bank membayar kepada orang yang ditunjuk.

4) Telegraphic Transfer (TT)

Telegraphic Transfer (TT) adalah perintah agar bank membayar sejumlah uang pada rekening orang yang ditunjuk dengan cara menginim telegram atau teleks kepada bank cabang di mana orang tersebut tinggal.