Jenis-jenis Jaringan Tumbuhan

By On Saturday, March 22nd, 2014 Categories : Sains

Tumbuhan terdiri dari berbagai macam jaringan. Berdasarkan kemampuan membelahnya, ada 2 jenis jaringan tumbuhan, yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen. Berikut ini adalah penjelasan mengenai kedua jaringan tersebut.

1. Jaringan Meristem
Jaringan meristem merupakan jaringan yang sel-sel penyusunnya sangat aktif melakukan pembelahan untuk memproduksi sel yang baru. Sehingga jaringan ini juga bisa disebut jaringan embrional. Ciri-ciri jaringan meristem yitu vakuola kecil, inti sel besar, dinding sel tipis, dan selnya kecil-kecil.

Berdasarkan asal pembentukannya, jaringan meristem dapat digolongkan menjadi 3 macam, yaitu promeristem, meristem primer, dan meristem sekunder.

Promeristem adalah jaringan meristem yang ada sejak tumbuhan masih dalam fase embrio. Sedangkan meristem primer dapat dijumpai pada tumbuhan dewasa. Letak meristem primer yaitu pada ujung akar dan ujung batang. Sehingga tubuh tumbuhan dapat bertambah panjang dan tinggi. Karena sifatnya ini, meristem primer juga disebut meristem apikal.

Sel meristem primer mengalami perkembangan menjadi meristem sekunder, misalnya kambium. Kambium adalah jaringan yang dimiliki tumbuhan berbiji terbuka dan tumbuhan dikotil. Letak kambium yaitu berada di antara floem dan xilem. Pembelahan sel kambium yang arahnya keluar akan membentuk kulit kayu, sedangkan yang arahnya ke dalam akan membentuk kayu.

Dengan begitu, kambium bisa mengalami pertumbuhan ke arah samping. Misalnya, batang dan cabang pada tumbuhan dikotil yang tumbuh makin besar. Pertumbuhan kambium menghasilkan lapisan kayu lebih tebal dari kulit kayu. Hal ini karena pertumbuhan kambium yang arahnya keluar lebih lambat daripadaa ynag arahnya ke dalam.

Selain pembentukanya, jaringan meristem juga digolongkan menurut letaknya, antara lain meristem apikal, interkalar, dan lateral.

Meristem apikal atau meristem ujung terletak di ujung batang dan ujung akar. Ketika memanjang, jaringan ini akan menghasilkan tunas apikal. Tunas apikal mengalami perkembangan menjadi berbagai jaringan yang baru yang membentuk cabang, caun, dan bunga. Karena itu, pertumbuhan apikal juga dinamakan pertumbuhan primer dan jaringan yang dihasilkan dinamakan jaringan primer.

Selain meristem apikal, ada juga meristem interkalar. Meristem interkalar juga dinamakan meristem antara. Jaringan ini terletak di antara jaringan permanen. Pada pertumbuhan meristem interkalar, akan menghasilkan bunga. Jaringan ini banyak ditemukan pada pangkal ruas batang rumput-rumputan.

Kemudian, bagian meristem lainnya yaitu meristem lateral. Meristem lateral juga disebut meristem samping. Misalnya meristem lateral yang terdapat pada kambium gabus dan kambium pembuluh. Ketika mengalami pembelahan sel, kambium gabus atau kambium pembuluh pada batang dan akar akan mengalami proses lignifikasi (penebalan). Sehingga, ukuran batang dan akar akan semakin besar. Pertumbuhan ini disebut pertumbuhan sekunder. Sedangkan jaringan yang dihasilkan disebut jaringan sekunder.

Pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder pada tumbuhan sebenarnya terjadi secara bersamaan, hanya letak pertumbuhannya yang berbeda. Sehingga tumbuhan kayu dapat mengalami pertumbuhan baik secara lateral maupun apikal pada waktu yang bersamaan.

2. Jaringan Permanen
Berdasarkan kemmampuannya dalam membelah, pada tumbuhan terdapat jaringan permanen. Jaringan ini bersifat nonmeristematik, yaitu tak mampu tumbuh dan berkembang lagi. Jaringan ini hanya membentuk bagian tubuh tumbuhan dengan fungsi tertentu saja.

Jaringan permanen berasal dari diferensiasi dan spesialisasi sel-sel yang terdapat pada jaringan meristem. Diferensiasi merupakan proses perubahan bentuk bagian tumbuhan yang disesuaikan dengan fungsinya, sedangkan spesialisasi merupakan pengkhususan sel tumbuhan untuk menyokong fungsi sel tertentu.

Jaringan permanen terdiri dari beberapa jenis jaringan, yaitu jaringan epidermis, gabus, pengangkut, penyokong, dan jaringan parenkim.