Jauh-Jauh Cari Cinta & Jodoh, Ternyata Dia Ada Di Depan Mata

By On Tuesday, March 21st, 2017 Categories : Cerita
Gratis Samsung
Hai, aku Putri, ingin membagi bagaimana kisah cintaku yang indah ini. Waktu itu aku masih duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA), dulu aku berbeda sekolah dengan Anto, kekasihku saat ini. Justru kita dipertemukan saat aku dan dia ingin mengadakan sebuah acara musik. Dari situlah kita mulai kenal, saat itu aku masih memiliki kekasih sama seperti dia yang telah memiliki kekasih.

Yah, aku memang tidak tertarik sama sekali dengannya jadi tidak ada komunikasi yang berarti dengannya, hanya sebatas membahas acara yang akan kita selenggarakan. Setelah acara selesai, kami pun masih belum menunjukkan ketertarikan. Hingga akhirnya masa SMA telah berakhir dan aku pun masuk ke kampus swasta yang ada di Jakarta. Dan nyatanya, dia pun satu kampus denganku.

Awalnya aku memang tidak ingat dengannya, karena awal aku kenal memang tidak terlalu perhatian sama dia, hingga akhirnya teman wanitaku mengingatkanku tentang dia. “Eh itu kan Anto yang waktu itu bikin acara sama kita,” ungkapnya.

copyright by shutterstock.com

Dari situlah aku mulai berteman baik dengan pria yang kini menjadi kekasihku. Yah waktu berteman kita saling curhat karena waktu itu aku masih punya pacar dan dia sudah putus dengan pacarnya. Waktu itu, dia adalah pria yang bisa dibilang punya banyak sekali pacar, dan aku sempat berpikir, semoga dia bukan jodohku dan jangan sampai aku berpacaran dengannya, yah karena wanita kan nggak mau tersakiti.

Bisa dibilang Anto adalah teman curhat pria terbaikku kala itu. Berjalannya waktu, aku pun putus dengan kekasihku. Anto pun mulai mendekatiku dengan meminta izin mendekatiku, tapi aku tidak memperbolehkannya, karena yah dia kan banyak teman dekat wanitanya. Jadi aku nggak mau deh tersakiti dan nggak mau kehilangan teman baikku.

Namun, dia bersikeras untuk mendekatiku hingga akhirnya aku luluh. Biasa deh, wanita kalau ada pria yang perhatian, apalagi saat itu aku baru putus, jadi yah mudah luluh deh. Kita pun akhirnya pacaran, namun tak semulus yang dibayangkan, karena ternyata pacaran dengan teman sendiri lebih canggung. Dan pikiranku pun benar bahwa dia masih dekat dengan wanita-wanita yang dulu ia dekati.

Hmmm, hatiku langsung hancur mengetahui semuanya. Akhirnya kita putus nggak lama dari kita jadian, yah paling cuma pacaran dua bulan. Dari situ benar saja, pertemanan kita tak seindah dulu jadi banyak jarak di antara kita. Ada nggak sih yang pernah ngerasa canggung sama teman sendiri? Nah perasaanku kurang lebih seperti itu.

Enam bulan putus darinya aku dan dia pun belum punya pacar, dari situlah hubungan kita kembali membaik. Ia pun meninggalkan wanita-wanita yang pernah didekatinya dan berjanji hatinya hanya untukku, yah gombal pasti ini yah.

Tapi entah mengapa aku sangat percaya dengannya, hingga kini aku pacaran dengannya sudah tiga tahun. Tiga tahun itu kita sama sekali tidak pernah berantem, yah seperti sama teman sendiri, hanya statusnya saja yang berbeda bahwa dia adalah priaku.

Walau aku sering marah dia selalu mengalah, tidak ada lagi kata canggung dengannya seperti dulu, kini kami menjalani hubungan tanpa beban dan sangat indah, dan kita memutuskan untuk menikah. Ternyata, jodoh tuh ada di dekat kita, sudah jauh mencari ternyata jodoh di depan mata.

Cilla Lee-Jenkins: Future Author Extraordinaire, The Twits, Jacked Up (Birmingham Rebels, #3), Pachinko, The Virgins, I Could Pee on This And Other Poems by Cats, Blizzard, Hooray for Fish!, The Art of Peace, Head Start, The Red Pyramid (Kane Chronicles, #1), Bonded by Blood, Round Robin (Elm Creek Quilts, #2), Food Swings: 125 Recipes to Enjoy Your Life of Virtue and Vice, On Tyranny: Twenty Lessons from the Twentieth Century, The Master Will Appear, A New Jersey Love Story: Troy & Camilla, Turbulence (Kennedy Stern #5), The Hating Game