Ini Alasan Perut Keroncongan dan Bunyi ‘Grok-grok’ Saat Lapar

By On Wednesday, January 25th, 2017 Categories : Sehat
Gratis Samsung

Saat sedang lapar, seringkali terdengar bunyi ‘grok-grok’ di perut. Dikenal dengan istilah perut keroncongan, apa yang sebenarnya waktu itu sedang terjadi di usus dan organ pencernaan lainnya?

Dikatakan oleh nutrisionis Leona Victoria Djajadi, MND, perut yang terdengar berbunyi terjadi karena ada pergerakan usus dan angin yang ada di dalam tubuh. Saat usus bekerja, gerakannya seperti ‘meremas’, sehingga makanan, air dan angin dapat maju terdorong.

“Nah, jika kamu lapar maka banyak angin di dalam usus kamu. Karena tidak mungkin usus kamu kosong dan kempes yang membuat bunyi-bunyi,” tutur Victoria kepada detikHealth.

Dikutip dari Times of India, perut yang berbunyi merupakan pertanda lapar dan kadar gula darah sedang menurun. Ini salah satu tanda bahwa saat itu kita perlu makan untuk membantu usus mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan dari darah. Segera setelah cukup makan, umumnya suara dari perut perlahan-lahan akan menghilang. Saat itu usus juga akan lebih fokus menyerap makanan dan tak lagi menggerak-gerakan angin pemicu suara.

Bagaimana angin bisa masuk ke dalam sistem pencernaan? Victoria menjelaskan bahwa hal ini sangat mungkin terjadi ketika Anda belum makan, atau karena makan sambil berbicara. Saat itu, angin terbawa masuk saat proses pengunyahan.

Namun ingat ya, perut berbunyi tak cuma menjadi pertanda Anda sedang lapar dan butuh asupan makanan. Hal ini juga umum terjadi justru ketika Anda sudah makan. Kok bisa? Dikutip dari How Stuff Works, perut yang berbunyi ini memang bisa terjadi sewaktu-waktu tidak hanya sebatas saat seseorang merasa lapar saja.

Alasannya berkaitan dengan rasa kelaparan dan juga nafsu makan. Setelah dua jam perut kosong, maka perut mulai memproduksi lagi hormon yang dapat menstimulasi saraf lokal untuk mengirim pesan ke otak. Selanjutnya otak akan membalas dengan memberi sinyal pada otot pencernaan untuk memulai kembali gerakan peristaltik.

Gerakan peristaltik ini yang pertama untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang tidak ikut tercerna, selanjutnya gerakan ini akan membuat seseorang merasa lapar kembali. Kontraksi otot ini akan terjadi setiap jam dan berlangsung 10-20 menit hingga perut terisi oleh makanan.

“Yang pasti perut berbunyi itu bukan karena cacingan seperti yang sering dikira, tapi karena pergerakan usus dan angin di tubuh. Gejala cacingan itu makan banyak tapi tubuh tidak gemuk-gemuk, anemia, terdapat telur cacing atau cacing yang keluar saat buang air besar,” ujar Victoria.

Cilla Lee-Jenkins: Future Author Extraordinaire, The Twits, Jacked Up (Birmingham Rebels, #3), Pachinko, The Virgins, I Could Pee on This And Other Poems by Cats, Blizzard, Hooray for Fish!, The Art of Peace, Head Start, The Red Pyramid (Kane Chronicles, #1), Bonded by Blood, Round Robin (Elm Creek Quilts, #2), Food Swings: 125 Recipes to Enjoy Your Life of Virtue and Vice, On Tyranny: Twenty Lessons from the Twentieth Century, The Master Will Appear, A New Jersey Love Story: Troy & Camilla, Turbulence (Kennedy Stern #5), The Hating Game