Info Seputar Kenakalan Remaja

By On Monday, April 17th, 2017 Categories : Sains

Pendahuluan :
Remaja adalah masa peralihan dari anak menuju dewasa. Pada masa ini terjadi berbagai perubahan yang cukup bermakna baik secara fisik, biologis, mental, dan emosional dan psikososial yang dapat mempengaruhi kehidupan pribadi, lingkungan, keluarga maupun masyarakat. Ketidaksiapan remaja dalam menghadapi perubahan tersebut dapat menimbulkan berbagai perilaku menyimpang, seperti : kenakalan, penyalahgunaan obat terlarang, penyakit menular seksual (PMS) dan HIV/AIDS, kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi dan sebagainya.
Diantaranya persoalan yang banyak dihadapi oleh para remaja adalah persoalan kesehatan reproduksi. Kesehatan reproduksi sendiri dapat diartikan sebagai suatu kondisi sehat yang bukan saja berarti bebas dari penyakit atau kecacatan. Untuk mendukung agar remaja berperilaku reproduksi secara sehat dan bertanggung jawab maka mereka perlu diberi pengetahuan dan informasi tentang kesehatan reproduksi. Idealnya seorang telah mengetahui system, proses, dan fungsi reproduksi secara sederhana.

Isi
Perilaku hubungan seksual sebelum menikah atau yang biasa disebut seks bebas makin sering dipraktekkan oleh para remaja, dan makin banyak yang terjangkit Penyakit Menular Seksual (PMS) serta tidak sedikit remaja yang melakukan tindakan aborsi (pengguguran kandungan).
Analisa yang dilakukan oleh lembaga Demografi, Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia atas data SDKI- 97 memperlihatkan bahwa sekitar 43% responden melahirkan anak pertamanya kurang dari 9 bulan sejak tanggal pernikahannya, namun tidak menutup kemungkinan bahwa terdapat proporsi yang cukup besar diantara mereka yang telah hamil sebelum menikah.
Para ahli memperkirakan (tidak ada angka resmi karena aborsi adalah illegal di Indonesia) bahwa kasus aborsi di Indonesia adalah sekitar 2,4 juta jiwa pertahun dan 700 ribu diantaranya dilakukan oleh para remaja. Contoh dilapangan seorang bidan disuatu kecamatan di daerah Lampung Tengah mengembangkan klinik konsultasi remaja mengatakan bahwa rata-rata setiap bulannya ia menerima 25 remaja untuk melakukan konsultasi yang berkaitan dengan kasus narkoba, IMS, kehamilan dan penanganan pasca aborsi illegal. Hal ini membuktikan bahwa pengetahuan para remaja itu sendiri mengenai aspek reproduksi yang harus mereka miliki sangatlah rendah.
Pada kenyataannya kasus PMS dan HIV/AIDS cukup banyak terjadi dikalangan remaja. Bahkan HIV/AIDS dapat berdampak pada kematian karena sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Penyakit ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual dan menyebabkan infeksi alat reproduksi yang harus dianggap serius.
Disamping itu penyebaran narkoba dan miras saat ini sudah mewabah dalam masyarakat. Penyebarannya tidak lagi mengenal status sosial, ekonomi, serta usia. Tua, muda bahkan anak yang baru menginjak remaja sudah banyak yang terjerat atau menjadi pemakai narkoba. Kebanyakan pecandu terdiri dari kaum remaja, baik mereka di kota maupun di desa, yang berasal dari keluarga kaya maupun miskin. Dari data statistik memperlihatkan jumlah pemakai narkoba dan miras cenderung meningkat dari tahun ke tahun.
Beberapa remaja terjerumus kemasalah narkoba dan miras karena pengaruh lingkungan. Pada remaja yang “kecewa” dengan kondisi diri atau keluarganya, sering menjadi lebih suka untuk mengorbankan apa saja demi hubungan baik dengan teman-temannya. Dan tidak menutup kemungkinan adanya “ajakan” atau “tawaran” dari teman serta banyaknya film dan sarana hiburan yang memberikan contoh “model pergaulan modern” biasanya mendorong mereka kepada pemakaian secara berkelompok.

Penutup
Pada bagian yang terdahulu telah diuraikan beberapa persoalan yang sering dihadapi oleh para remaja. Tugas kita semua untuk membantu remaja dalam menghadapi persoalan tersebut. Hindari sikap saling menyalahkan dan satu pihak merasa lebih tahu atau lebih pintar dari pihak lainnya.
Walaupun keberhasilanmu adalah tanggung jawabmu sendiri mungkin beberapa tips berikut ini dapat membantu kamu untuk melewati masa remajamu dengan baik.
1. Berbagi rasa dengan orangtua atau orang yang dituakan di rumah.
2. Carilah seorang sahabat yang sama-sama memilik pandangan positif dalam hidup dan bukan justru akan menjerumuskanmu kedalam hal-hal yang negatif.
3. Tingkatkan PD-mu dan katakan tidak pada hal-hal yang buruk.
4. Bergaulah dalam kelompok atau bentuklah kelompok dengan aktivitas positif.
5. Jauhilah kelompok dengan tujuan negatif dan jangan pernah berpikir untuk mencoba terlibat di dalamnya.
Semua hal diatas merupakan tindakan pencegahan ( preventif ) untuk kesehatan dan mudah dilakukan serta murah, kamu dapat melakukannya. Yang penting adalah adanya tekad dalam dirimu untuk melakukan hal tersebut.

Real Dirty (Real Dirty Duet, #1), You Can't Touch My Hair: And Other Things I Still Have to Explain, The Red Tent, Old Cross Cottage (Psychic Surveys #4), Hayvan Çiftliği, Wynonna (Rope 'n Ride Book 6), Inarticulate, One Hundred Birds Taught Me to Fly: The Art of Seeking God, The Chronicles of Narnia (Chronicles of Narnia, #1-7), Gölün Dibindeki Ev, How to Hide a Lion from Grandma, The Saddest Toilet in the World, The Pecan Man, The Nightingale, Hunted (Hunted, #1), The Lais of Marie de France, Chance for Home, The Complete Maus (Maus, #1-2), I Hate Fairyland #1