Indahnya menguap, Simpan 4 Manfaat untuk tubuh

By On Thursday, March 16th, 2017 Categories : Artikel
Image result for menguap

Pernah merasa kalau menguap itu menular? Menguap seringkali dipandang sebagai sinyal ketika tubuh mengantuk, lesu, dan kelelahan. Menariknya, banyak juga orang yang menyadari bahwa menguap itu juga menular.

Sayangnya, banyak orang yang masih belum menyadari atau memahami bahwa menguap ternyata menyimpan manfaat sehat buat tubuh. Tak percaya? Melansir dari thehealthsite, berikut ini merupakan empat manfaat sehat dari menguap.

1. Meningkatkan aliran darah ke otak

Para peneliti menemukan bahwa menguap dapat mendinginkan otak sehingga meningkatkan gairah serta efisiensi mental. Tak hanya itu, menguap juga bertindak sebagai stimulan sistem saraf. Dengan begitu, tak heran jika para ahli mengatakan bahwa menguap memiliki efek yang serupa dengan kafein, dalam konteks meningkatkan aliran darah ke otak.

2. Meredakan ketidaknyamanan telinga

Punya masalah dengan kenyamanan telinga? Beberapa ketidaknyamanan yang terjadi pada telinga, misalkan karena perubahan ketinggian pada pesawat terbang dan bahkan karena penggunaan lift dapat kamu kurangi dengan menguap.

Cara yang cukup asik, bukan? Ini karena menguap adalah refleks pertahanan telinga selama perubahan ketinggian yang cepat atau kondisi lainnya. Pasalnya, menguap membantu menyamakan tekanan udara di telinga.

3. Meningkatkan sirkulasi oksigen dalam otak

Saat kamu menguap, akan ada lebih banyak oksigen yang tersedot ke dalam tubuh. Setiap kali kamu menguap, oksigen akan lebih banyak masuk ke dalam paru-paru sekaligus membantu menyingkirkan karbondioksida. Banyaknya oksigen dalam tubuh tentu saja berkontribusi pada baiknya sirkulasi oksigen dalam otak.

4. Menjadi tanda cinta

Terdengar sedikit nyeleneh memang, hanya saja berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti Amerika tahun 2011 lalu menunjukkan hal demikian. Penelitian tersebut melibatkan 23 simpanse yang menonton video.

Video tersebut berisi orang yang familiar dengan simpanse tersebut menguap dan orang asing yang menguap. Hasilnya, simpanse lebih banyak menguap saat menyaksikan orang yang familiar dengannya menguap. Hal ini membuktikan bahwa menguap tersebut menular selain juga menunjukkan tingkat simpati seseorang.

Nah, tak menyangka, bukan? Menguap yang biasanya identik dengan rasa kantuk, malas, dan lelah ini menyimpan manfaat yang sehat buat tubuh. Jadi, jangan berprasangka buruk pada menguap lagi, ya!