Hubungan Tak Bertuju

By On Saturday, March 4th, 2017 Categories : Cerita

Kami bersama dalam 3 tahun lamanya. mulai dari kelas 1 SMA hingga 3 SMA. kebersamaan kami mungkin hanya menyakitkan sepihak. Ya, benar yaitu aku. Namaku Azla dan perkenalkan pria yang selalu buatku selalu penasaran, namanya adalah Suryo. Kejadian itu masih jelas terbayang di benakku. Saat kau memulai perbincangan. Entah mengapa lama kelamaan hati ini mulai bernyawa. sungguh awalan yang indah.
Betapa manisnya hubungan antara kita berdua.

Hari demi hari kulalui dengan sangat indah. Tak lepas itu semua karenamu.
Pelajaran pun dimulai tiba tiba salah seorang temanku berteriak kaget “Wow sungguh menakjubkan. Suryo cinta azla” Dengan hebohnya fana berteriak di dalam kelas. Dia tampak lagi memegang handphonenya.
“Wah iya ni Suryo cinta Azla lihat di status bbm suryo” lanjut yang lain.
Yang saat itu aku rasakan hanyalah malu rasanya badanku sudah tak berasa lagi. Suryo pun hanya berkomentar “itu dibajak”
Aku pun langsung menyadari bahwa handphonenya telah dibajak temannya, tetapi aku harap itu kenyataan.

Setahun kemudian kami duduk di kelas 2 SMA kami semakin dekat, aku tidak mengerti mengapa dia mendekati diriku. Ya awalnya aku biasa saja dengan dia tetapi seiring berjalannya waktu, pesonanya menyentuh hatiku aku pun mengakui aku mulai jatuh cinta. Benar, semakin dekat entah mengapa semakin mengiris hatiku. Saat kutahu dia sebagai pelangi dalam hidupku. Yang datang lalu pergi entah kemana. Pikiranku pun mulai kacau, Ingin sekali aku membenci padanya dia telah mebuatku jatuh cinta dan sangat terjatuh. Bagaimana bisa aku menerima seorang lelaki yang menjadikanku sebagai teman sesaat. Walau kutahu Dia juga punya rasa padaku. tetapi dia tidak pernah jujur dengan apa yang dia rasa.

Aku semakin gila dibuatnya kadang dia memberikan salju dan kadang dia memberikan api.
Dia menghampiriku dan dia bertanya “Azla kamu suka lelaki berkulit putih?”
Dengan jujur aku katakan “Tidak ah, Aku suka lelaki hitam karena aku suka cowok yang bekerja keras”
Maksud hatiku itu adalah kamu Suryo…

Tak terasa masa putih abu abu akan berakhir. Kami pun aku akan mengadakan buku tahunan atau disingkat BUTAH. Aku sangat tidak ingin berpisah pada teman temanku apalagi teman dekatku. Tak lupa juga kamu si Pencuri hati.

Disiang hari yang terik aku lihat suryo sedang mendekor kelas untuk persiapan buku tahunan kelas. Dengan memberanikan diri aku mendekatinya dan berbicara.
“Eh suryo rajin kali ya mau aku bantuin gak?”
“Ya dibantuinlah apa yang bisa dibantu zla, jangan diam aja ayo cepat kerjakan biar dekorasi kelas kita maksimal”
“Oke, tapi aku boleh bantu benerin kepingan hatimu yang patah gak?”
Aku tidak tahu mengapa aku seberani itu padanya.
“Ah kamu ada-ada saja sudah cepat sana”
Kulihat suryo mulai salah tingkah ya tentu saja aku mengatakan hal gila kepadanya aku tidak pernah berani mengatakan itu kepada lelaki. Mungkin ini efek aku terlalu cinta dengan dia.

Pesta Perpisahan pun sudah tiba kami saling bertatapan memandangi penampilan kami di Salah Satu gedung ternama di kotaku. Kini aku baru mengerti bahwa kami saling mencinta tetapi kami tidak pernah menunjukkan rasa suka kami antara satu dengan yang lainnya. Oh sungguh cinta macam apa ini.