Hubungan Persepsi Siswa dengan Sistem Pembelajaran

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Dewasa ini era globalisasi menuntut kesiapan yang lebih matang dalam segala hal. Bidang pendidikan merupakan salah satu andalan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman. Persiapan sumber daya manusia dalam bidang pendidikan dilakukan sejak dari masa pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Adanya persiapan sedini mungkin diharapkan akan memberikan kualitas peserta didik yang lebih baik.

Siswa dikatakan berhasil dalam belajar apabila memiliki kemampuan dalam belajar. Kemampuan siswa dalam belajar adalah kecakapan seorang peserta didik, yang dimiliki dari hasil apa yang telah dipelajari yang dapat ditunjukkan atau dilihat melalui hasil belajarnya (Syah, 1995: 150). Ada tiga ranah (aspek) yang terkait dengan kemampuan siswa dalam belajar, yaitu ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik. Contoh ranah kognitif adalah kemampuan siswa dalam menganalisis suatu masalah berdasarkan pemahaman yang dimilikinya. Contoh ranah afektif adalah siswa mampu menentukan sikap untuk menerima atau menolak suatu objek. Contoh ranah psikomotorik adalah siswa mampu berekspresi dengan baik.

Setiap siswa dikatakan berhasil dalam belajar apabila memiliki kemampuan dalam belajar sebagaimana dikemukakan di atas. Akan tetapi yang menjadi masalah adalah tidak semua siswa memiliki kemampuan yang sama. Banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam belajar, antara lain faktor internal, faktor eksternal, dan faktor pendekatan belajar. Contoh faktor internal yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam belajar adalah kesehatan siswa dan intelegensinya. Siswa yang sehat dan mempunyai intelegensi yang baik akan mempunyai kesiapan yang lebih baik dalam belajar sehingga kemampuan belajarnya dapat optimal. Sebaliknya siswa yang kurang sehat (sedang sakit) akan sulit menerima pelajaran sehingga kurang optimal kemampuan belajarnya. Contoh faktor eksternal yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam belajar adalah lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga yang mendukung akan membuat siswa mudah untuk menerima pelajaran, sebaliknya lingkungan keluarga yang tidak mendukung, akan membuat siswa tidak tenang dalam belajar sehingga kemampuan siswa menjadi tidak optimal. Faktor pendekatan belajar yang berbeda juga akan memberikan kemampuan belajar yang berbeda. Siswa yang belajar secara mendalam akan memiliki kemampuan belajar yang lebih baik daripada siswa yang hanya belajar sambil lalu saja (tidak mendalam).

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan siswa dalam belajar adalah kemampuan siswa dalam mempersepsi materi pelajaran yang diterimanya di sekolah. Persepsi merupakan aktivitas mengindera, mengorganisasi, dan menginterpretasikan serta menilai stimulus yang ada dalam lingkungan. Dalam hal ini stimulus yang sama belum tentu membuat seseorang mempunyai persepsi yang sama terhadap suatu hal. Berdasarkan pengertian persepsi di atas dapat diketahui bahwa persepsi terkait erat dengan panca indera karena persepsi terjadi setelah objek yang bersangkutan melihat, mendengar atau merasakan sesuatu dan kemudian mengorganisasi serta menginterpretasikannya sehingga timbullah persepsi. Proses yang sama juga terjadi pada persepsi siswa terhadap sistem pembelajaran.
Siswa akan membuat persepsi mengenai sistem pembelajaran dari apa yang ditangkap oleh inderanya, kemudian dari hasil persepsinya itu siswa akan bereaksi. Reaksi yang muncul dapat berupa tindakan-tindakan yang menunjang ke arah tercapainya kemampuan dalam belajar, seperti menghafal, menghitung, menulis, membaca, dan lain-lain. Oleh karena itulah persepsi siswa dalam belajar mempunyai hubungan dengan kemampuan siswa dalam belajar. Karena persepsi berbeda-beda untuk setiap individu, maka kemampuan siswa dalam belajar sangat tergantung kepada persepsinya, sehingga dapat dikatakan ada hubungan yang sangat kuat antara persepsi siswa terhadap sistem pembelajaran dengan kemampuan siswa dalam belajar.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat diidentifikasi masalah yang dihadapi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Siswa mempunyai inteligensi yang berbeda-beda sehingga mempunyai kecepatan yang berbeda-beda dalam menangkap pelajaran. Hal ini mempengaruhi kemampuan belajar siswa.
2. Lingkungan sosial siswa yang kurang baik akan membuat kemampuan siswa dalam belajar menjadi kurang baik pula.
3. Pendekatan siswa dalam belajar yang hanya mempelajari secara tidak mendalam akan mengakibatkan kemampuan belajar yang kurang optimal.
4. Persepsi siswa terhadap sistem pembelajaran akan mempengaruhi kemampuan belajar siswa, karena bahan pelajaran yang sama belum tentu bermakna sama bagi setiap siswa. Hal ini disebabkan pemaknaan tersebut tergantung pada persepsi siswa.

C. Batasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang ada, masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini hanya pada “hubungan antara persepsi siswa terhadap sistem pembelajaran dengan kemampuan siswa dalam belajar di SLTP Negeri 2 Tanjungsari Gunung Kidul tahun ajaran 2005/2006.

D. Rumusan Masalah
Dalam penelitian ini dirumuskan masalah sebagai berikut:

Adakah hubungan antara persepsi siswa terhadap sistem pembelajaran dengan kemampuan siswa dalam belajar?

E. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa terhadap sistem pembelajaran pada siswa SMP Negeri 2 Tanjungsari Gunung Kidul.
2. Untuk mengetahui bagaimana tingkat kemampuan siswa dalam belajar pada siswa SMP Negeri 2 Tanjungsari Gunung Kidul.
3. Untuk mengetahui hubungan antara persepsi siswa terhadap sistem pembelajaran dengan kemampuan siswa dalam belajar pada siswa SMP Negeri 2 Tanjungsari Gunung Kidul.

F. Manfaat Penelitian
Manfaat yang akan diperoleh dari penelitian ini adalah:
1. Manfaat teoretis
Memberikan sumbangan bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang psikologi pendidikan terkait dengan cara-cara meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar melalui pemberian persepsi mengenai sistem pembelajaran.

2. Manfaat praktis
a. Bagi guru bidang studi
Memberikan masukan kepada setiap guru bidang studi tentang pentingnya menanamkan persepsi positif terhadap mata pelajaran sehingga akan mempengaruhi reaksi siswa dalam belajar yang akhirnya akan meningkatkan kemampuannya dalam belajar.

b. Bagi sekolah
Akan mendapatkan siswa yang berkualitas dan handal dalam proses pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sehingga dapat meningkatkan mutu siswa sesuai dengan tuntutan yang ditentukan dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi.

c. Bagi siswa
Dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa sehingga siswa dapat memiliki kemampuan optimal dalam setiap kegiatan belajar mengajar yang diikutinya.

Tags:

Komunikasi Pemerintahan adalah, penyampaian ide, program, dan gagasan pemerintah kepada masyarakat dalam rangka mencapai tujuan negara (Erliana Hasan). Aparatur pemerintah sebagai komunikator pemerintah yang terdiri dari tingkat bawah yakni Ketua Lingkungan sampai dengan tingkat tinggi yakni Presiden harus mampu mengkomunikasikan setiap apa yang ingin dikomunikasikan tentang komunikasi pemerintahan. Sebagai tugas pokok pemerintahan untuk menjaga keamanan, @more..
a. Hipertensi esensial (Hipertensi Esensial: Komplikasi dan Penyulit Dalam Kehamilan) – Hipertensi esensial adalah kondisi permanen meningkatnya tekanan darah dimana biasanya tidak ada penyebab yang nyata. Kadanng-kadang keadaan ini dihubungkan dengan penyakit ginjal, phaeochromocytoma atau penyempitan aorta, dan keadaan ini lebih sering muncul pada saat kehamilan. Wanita hamil dikatakan mempunyai atau menderita hipertensi esensial jika @more..
Mengetahui Jenis-jenis Komputer – Pada mulanya komputer digolongkan atas dasar besarnya RAM. Komputer yang memiliki memori atau RAM antara 512 KB hingga 1 MB disebut dengan Komputer Mikro, dan yang memiliki RAM lebih dari 1 MB disebut Komputer Mini. Penggolongan ini sekarang tidak berlaku, karena komputer seukuran saku bahkan memiliki kapasitas RAM lebih dari 1 @more..
Sunan Muria, beliau adalah putra dari Dewi Saroh adik kandung Sunan Giri sekaligus anak Syekh Maulana Ishak, dengan Sunan Kalijaga. Nama kecilnya adalah Raden Prawoto. Nama Muria diambil dari tempat tinggal terakhirnya di lereng Gunung Muria, 18 kilometer ke utara kota Kudus. Gaya berdakwahnya banyak mengambil cara ayahnya, Sunan Kalijaga. Namun berbeda dengan sang ayah, @more..
(Cara Menjaga dan Mengelola alam semesta) – Lingkungan merupakan bagian dari integritas kehidupan manusia. Sehingga lingkungan harus dipandang sebagai salah satu komponen ekosistem yang memiliki nilai untuk dihormati, dihargai, dan tidak disakiti, lingkungan memiliki nilai terhadap dirinya sendiri. Integritas ini menyebabkan setiap perilaku manusia dapat berpengaruh terhadap lingkungan disekitarnya. Perilaku positif dapat menyebabkan lingkungan tetap @more..