Hubungan Gula dan Fungsi Otak

By On Wednesday, March 1st, 2017 Categories : Sains

Jika Anda seperti kebanyakan, Anda mengkonsumsi terlalu banyak gula, gula khususnya halus yang ditambahkan untuk meningkatkan rasa makanan.

Pada tahun 2005, Amerika mengkonsumsi £ 142 dari gula yang ditambahkan per orang, menurut Departemen Pertanian AS. Diet tinggi gula tambahan umumnya terkait dengan resistensi insulin, diabetes tipe 2 dan obesitas. Sementara konsumsi moderat alami gula menimbulkan sedikit kerusakan, diet tinggi gula dapat memberikan dampak negatif fungsi otak.

Gula sebagai Bahan Bakar Otak

Gula adalah sumber pilihan energi otak Anda. Otak Anda memperoleh gula melalui aliran darah Anda dari pati dan gula dalam diet Anda. Sel-sel otak membutuhkan sebanyak dua kali energi seluruh tubuh Anda.

Karbohidrat kompleks seperti kacang-kacangan, oatmeal dan sayuran memberikan otak Anda dengan lambat, aliran berkelanjutan glukosa, atau gula. Di sisi lain, karbohidrat sederhana seperti gula meja menghasilkan pelepasan glukosa segera. Bila Anda mengkonsumsi makanan tinggi gula, pankreas melepaskan hormon insulin untuk menghilangkan kelebihan gula dari aliran darah Anda. Hal ini membuat otak Anda ‘kelaparan glukosa’, menyebabkan Anda merasa lesu.

Meningkatkan Memori

Peneliti Yale University meneliti efek glukosa pada otak dalam studi hewan diterbitkan dalam Mei 2001 jurnal “Neurobiology of Memory and Learning.” Para peneliti memberikan glukosa pada tikus dan kemudian menugaskan tikus melakukan berbagai tes kognitif. Para peneliti menemukan bahwa pemberian glukosa meningkatkan memori dan memicu belajar selama pengujian.

Dampak negatif

Sementara otak Anda membutuhkan glukosa untuk berfungsi dengan baik, terlalu banyak dapat berdampak negatif. University of California, Los Angeles, peneliti melakukan studi hewan tentang efek diet tinggi fruktosa. Gula pasir dan sirup jagung tinggi fruktosa adalah sumber utama dari fruktosa dalam diet Amerika. Peneliti UCLA menemukan bahwa diet tinggi fruktosa memperlambat fungsi otak dan mengganggu memori dan pembelajaran, menurut berita UCLA rilis Mei 2012. Para peneliti menerbitkan temuan mereka pada Mei 2012 edisi “Journal of Physiology.”

Gula

Gula manis dapat berdampak negatif terhadap fungsi otak.

Sirup Jagung Tinggi fruktosa

Sementara fruktosa ditemukan dalam buah, peneliti UCLA mengatakan mereka tidak peduli dengan fruktosa alami. Perhatian utama adalah dengan fruktosa dalam Sirup Jagung Tinggi fruktosa . Tingginya fruktosa dalm sirup jagung umumnya digunakan untuk mempermanis makanan dan minuman olahan. Selain mengurangi fungsi otak, peneliti Princeton University melaporkan bahwa tinggi fruktosa sirup jagung menyebabkan kelebihan berat badan secara signifikan dibandingkan gula pasir.