Hi I Miss You

By On Saturday, March 11th, 2017 Categories : Cerita
Gratis Samsung

Aku sangat merindukannya. Sangat dan sangat merindukannya. Tidak terasa perpisahan yang terjadi di antara aku dan dia selama 3 bulan berpisah pada rentang waktu liburan semester dua yang sangat panjang, telah selesai, dan tepat ditanggal 30 Agustus, dengan senang hati, aku kembali ke Pekanbaru dan kembali memulai aktifitas belajarku di kampusku.

Sembari melepas kelelahanku, segera aku mengistirahatkan diriku yang begitu lelahnya melewati waktu perjalanan yang sangat panjang dari Surabaya menuju ke tempat kostku yang berada di Pekanbaru. Ternyata sudah pukul 17.00. Tidak terasa, perjalananku dari Surabaya menuju ke Pekanbaru sangatlah jauh dan melelahkan. Namun, tetap saja, aku tidak sabar menunggu di tanggal 1 September 2016, dimana dihari itu, adalah awal hariku memasuki semester 3. Aku sangatlah bahagia, akan kujadikan di hari itu adalah hari yang baru bagiku, sekaligus penampilan diriku yang lebih baik dan baru. Sungguh, aku ingin menjadi Anisa yang baru di hari itu, terutama, aku ingin membuat Nizar terkesima dengan penampilan baruku. Aku sangat merindukannya. Yah, walaupun aku mengerti, jika aku memang bukan kekasihnya. Dan juga, aku menyadari, jika aku menyukainya selama ini hanya dalam diam, tanpa dia mengetahuinya.

Sejujurnya, menyukai selama 1 tahun adalah menyakitkan. Aku selalu berharap, jika suatu hari dia juga menyukaiku. Namun, apakah ini terjadi untukku?, aku bertanya kepada hatiku, dan lima menit kemudian, tanpa terasa, tiba-tiba saja diriku mengantuk dan aku pun tertidur begitu saja dikasurku sembari memegang buku yang hendak aku baca.

Namun, tanpa kusadari, ketika aku tertidur, maka ketika itu juga, aku bermimpi tentang Nizar. Dimana, mimpiku bercerita tentang dimana ketika itu, tepatnya ketika suasana senja di Kota Pekanbaru yang sangat indah. Dengan perasaanku yang bahagia, aku berjalan-jalan mengitari taman kampusku. Dan tiba-tiba saja, ketika di perjalanan, aku tertuju pada satu bunga mawar yang mekar dengan cantiknya. Mawar itu berwarna hijau muda. Aku memetiknya dan kemudian menciumnya dengan mesra.

Seraya ketika menciumnya, aku membayangkan, jika saja, bunga mawar hijau yang cantik ini adalah pemberian dari Nizar untukku, sembari dia mengatakan jika dia juga menyukaiku selama ini. Namun, aku segera menyadari, jika aku hanya menghayal. Namun, tiba-tiba saja, ketika aku hendak pergi dari tempat itu, dari arah belakang punggungku, terdengar olehku suara yang begitu mesranya memanggil namaku, suara yang berserak basah tampan seperti pangeran. Aku melihat ke arah belakang, dan ternyata suara itu adalah suara Nizar memanggil namaku. Aku tersenyum kepadanya, dan dia begitu pula membalas senyumku dan kemudian datang kepadaku.

“Anisa, aku juga menyukaimu, sejak lama, ketika kita SMA”.
Deg, aku sangat terkejut mendengar pernyataan dari Nizar. Aku sungguh tidak mengerti apa maksud dari pernyataan yang dia berikan. Aku hanya terdiam dan terus berualng kali bertanya kepada hatiku seraya mengingat kembali, kapankah gerangan aku pernah bertemu dengannya ketika SMA dulu?. Sungguh, walau sedikit membingungkan, namun pernyataannya membuat hatiku semakin berbunga-bunga. Aku mengejarnya dan kemudian berhenti di depannya,
“Nizar, ini mawar hijau untuk kamu”, kataku kepadanya sembari memberikan mawar hijau tersebut. Dan, bahagianya diriku, dia pun menerima mawar tersebut. Sembari mengatakan, jika dia ingin aku tetap selalu menyukainya. Aku berteriak bahagia dan begitu girangnya aku, sampai aku tidak menyadari, jika saja di depanku ada sebuah batu yang sangat besar, sehingga membuatku menjadi tersandung. Tentu dikarena batu itu pun, aku menjadi kesakitan dan kemudian terjatuh.
“Awwwwwwww”, aku berteriak ditidurku, dan kemudian aku pun terbangun dengan tiba-tiba dari mimpiku. Aku menyadari, jika pernyataan dari Nizar hanyalah sebuah mimpi belaka.
“Ternyata aku hanya bermimpi. Huhhhhh”, kataku dengan kesal.

1 SEPTEMBER 2016
Welcome semester 3
Hari baru, akan kumulai dengan penampilan baruku, yang telah kujanjikan kepada diriku sendiri. Sembari bercermin di depan kaca, segera aku membuka beberapa model hijab remaja kekinian yang tergambar di sebuah majalah remaja yang aku beli di Surabaya ketika itu. Aku meliahtnya satu-persatu, dan aku memperhatikan, yang manakah model hijab yang sesuai untukku.
“Nahhhhh ini dianya!!!”, kataku dengan semangat seketika aku telah menemukan model hijab yang aku sukai. Dengan tidak sabarnya, segera aku mencobanya dan mempraktekkannya pada diriku. Namun, sungguh menyebalkan sudah berjalan 15 menit, tetap saja, mdoel hijab yang ingin aku kenakan tidak juga terpasang pada diriku.
“Hadehhhh, kenapa ini susah sekali!!!”, kataku dengan kesalnya.
“Aku harus mencobanya sekali lagi. Bagaimanapun, aku harus tampil cantik dan berbeda di semester ini. Aku ingin, Nizar melihatnya, dan kemudia memuji penampilan baruku. Duhhhh senangnya aku. Hanya melihat dirinya tersenyum untukku, sudah membahagiakan untukku”, kataku dengan tersenyum sendiri.

15 MENIT KEMUDIAN…
Tepat jam menuju pada pukul 09.00 pagi, segera aku meninggalkan cerminku dan bersipa menuju ke Kampusku.
“Akhirnya, hijab model baruku selesai juga. Dan, sekarang aku akan terlihat cantik”, kataku sembari tersenyum dan lebih percaya diri dengan penampilan hijab baruku. Aku kemudian meninggalkan kostku dan beranjak menuju ke kampus dengan berjalan kaki. Namun, entah gerangan apa yang terjadi, seketika saja, aku melihat suatu penampilan yang berbeda terjadi pada diri Nizar. Di semester tiga ini, dia terlihat sangat berbeda. Dia semakin tampan, dengan kacamata barunya, dan juga dengan kemeja yang dia kenakan. Ditambah lagi, dia sudah terlihat cool dan kurus. Sungguh, aku begitu bahagia melihat penampilan barunya yang semakin mempesona.
“HY Nizar. I MISS YOU”, bisik hatiku dengan pelan. Dengan mencoba memandangnya secara bersembunyi-sembunyi, aku melihat dirinya sembari tersenyum sendiri. Senyum tipisku yang kuberikan kepadanya, menggambarkan diriku selayaknya seorang putri yang sedang jatuh cinta kepada pangerannya.
“Anisa?”. Tiba-tiba tanpa kusadari, Nizar memanggilku dan kemudian untuk yang pertama kalinya dia berjalan menuju kearahku sembari tersenyum. Sungguh, hatiku semakin berdebar, aku semakin tidak mengerti, apakah yang harus aku lakukan, jika aku berdiri di hadapannya.
“Hy, Nizar?”, aku menyapanya dengan tersenyum ramah. Terlihat olehku dia dengan seksama dan sembari tersenyum, memperhatikan penampilan hijab baruku yang tidak seperti biasanya. Aku sangat bahagia, ketika saja dia di depanku, memuji penampilan hijab baruku, dengan mengatakan, jika aku sangat terlihat cantik. Sungguh pipiku menjadi merah merona di depannya.
“Anisa, aku menemuimu, dikarenakan aku ingin mengatakan, jika ini adalah hari terakhirku di Jurusan ini. Aku akan pindah ke Singapura, dan mengambil jurusan kedokteran”.
Aku sangat tekejut dengan pernyataan darinya, tidak kusangka, jika pertemuan dengannya, dalam rentang waktu 3 bulan yang aku rindukan, adalah sebuah pertemuan perpisahan yang dia berikan untukku. Aku hanya melihatnya dengan bibir yang terbungkam. Dengan perlahan, kucoba menahan deraian tangisku yang mulai datang membasahi pipiku.
“Aku selalu berdoa, jika yang selalu kamu lakukan di dalam hidup kamu, akan memberikan manfaat untuk orang-orang di sekitar kamu. Menjadi seorang dokter adalah sebuah pekerjaan yang mulia Nizar”, kataku dengan mencoba memberikan semangat dan motivasi untuknya.
“Jaga diri kamu baik-baik ya. Aku selalu merindukanmu”, katanya kepadaku dengan memberikan senyuman yang terindah. Senyum itu, adalah senyuman yang paling indah kulihat darinya yang dia berikan kepadaku.

3 TAHUN KEMUDIAN…
“Kak Anisa, ayo cepat, seminar kesehatannya akan dimulai 1 jam lagi, jika kita telambat maka kita tidak akan mendapatkan tempat duduk nanti. Ini adalah seminar kesehatan yang sangat spesial, dikarenakan, pemateri dari seminar kesehatan hari ini, adalah seorang dokter dari Singapura. Dia adalah seorang dokter spesialis jantung. Dan kata Lisa, dia adalah seorang dokter yang sangat tampan, masih muda dan sangat cerdas”.
“Baiklah-baiklah. Kakak mengerti, kamu memang sangat mengincari para dokter tampan disetiap kegiatan seminar. Aduh Tiara, dalam seminar ini, yang kamu cari adalah ilmunya untuk bekal kamu menjadi seorang dokter yang profesional, bukan mencari dokter tampan”.
“Hehehehehe, kak Anisa, kata orang, kalau kita dokter, maka carilah pasangan kita yang seorang dokter juga”.
Aku haya bisa diam dan tertawa lucu melihat beberapa penjelasan dari adikku yang terus saja mengomentari setiap pernyataan yang aku ajukan kepadanya.

20 MENIT KEMUDIAN…
Sampailah sudah aku di Blu Sky hotel, tempat dimana aku menemani adikku mengikuti seminar kesehatan. Namun, seketika aku hendak menuju ke ruangan Aula Hotel, tiba-tiba saja, aku menabrak seorang pria yang dengan terburunya-burunya juga berjalan menuju ke dalam Aula Hotel tersebut. Aku sangat terkejut, dan kemudian tanpa berpikir panjang segera meminta maaf kepada pria tersebut. “Aduh, maaf tuan, sayan tidak sengaja”, kataku dengan merendahkan hati.
“Tidak papa, ini adalah salah saya”, katanya. Dan, ketika aku hendak melihat siapakah gerangan seorang pria yang tertabrak olehku, ternyata tanpa ku menduga, seseorang tersebut adalah Nizar. Pria yang selalu aku rindukan kehadirannya hingga sekarang.
“Nizar?”, aku menyapanya dengan wajah penuh kebahagiaan. “Andaikan kamu tahu, jika aku sangat merindukanmu”, bisik hatiku.
“Apa kabar Anisa?, akhirnya kita bertemu kembali. Anisa, aku rindu sama kamu”.
Aku tersenyum bahagia mendengar pernyataan darinya. Tanpa kusadari, secara tiba-tiba saja, deraian tangis kerinduanku kepadanya, mulai mengguyur pipiku. Sembari mencoba berjalan kearahku, didepanku, dengan tangannya yang lembut, dan untuk pertama kalinya, Nizar menyapu tangisku. “Jangan menangis Anisa. Kita telah bertemu sekarang. Kamu tidak akan terlihat cantik jika menangis”, katanya dengan berbisik pelan kepadaku.

Di seminar kesehatan, aku melihat Nizar dengan lihainya menjelaskan tentang beberapa penjelasan mengenai kesehatan jantung. Sungguh, dia sangat tampan dengan kemeja dokter putih yang dia kenakan. Dan dia masih saja terlihat sama, dia masih terlihat memesona untukku. “Bagiku adalah, sekarang ini kita bisa bertemu lagi Nizar. Aku dapat mengobati kerinduanku kepadamu. Aku tidak peduli akan perasaanmu, apakah kamu akan membalas rasa suka yang kumiliki selama ini untukmu atau tidak. Karena aku selalu percaya, jika Allah telah memberikan rahasia cinta yang indah untukku. Dan jika kamu adalah jodohku, maka Allah pasti akan memberikan kamu didalam hidupku dan akan menjadi cinta sejatiku. Semua, hanya Allah yang tahu Nizar?”.

TAMAT

Start with Amen: How I Learned to Surrender by Keeping the End in Mind, Bear Town, Mom & Me & Mom, The Skydiving Beavers: A True Tale, The God in Flight, Dad and the Dinosaur, Amazing Spider-Man: Edge of Spider-Verse, Uprooted, Wild Ride (The Soldiers of Wrath MC, 7), Tricking Chase (Devils Pride MC #1), Joe Football, Personal Delivery, The Other Side of Through: All Things Work Together..., Mob Rules: What the Mafia Can Teach the Legitimate Businessman, Skyfaring: A Journey with a Pilot, Myth and Magic, We're All Wonders, Making Faces, Outlaw's Salvation (A Viper’s Bite MC Novel Book 2): A Bad Boy MC Romance (Viper's Bite MC), Lily (A Force of Nature Fairytale #2)