Hancurnya Persahabatanku Karena Cinta

By On Monday, March 13th, 2017 Categories : Cerita

Suci adalah salah satu siswi di kelas Busana 2 di SMK paling terkenal seSurabaya, dia memiliki seorang sahabat dekat bernama Putri. Mereka sudah seperti perangko dan amplop yang lengket tanpa bisa dipisahkan. Suci sering bercerita tentang mantan kekasihnya yang bernama Iqbal, Putri sudah hafal jika sahabatnya itu tertawa sendiri pasti ada hubungannya dengan Iqbal. Sampai suatu ketika, Putri bercerita pada Suci bahwa ia sering berkomunikasi dengan Iqbal, betapa perih hati Suci saat tahu sahabatnya akrab dengan mantan kekasih yang masih sangat ia cintai.

“Lhoo kok bawa baju ganti, buat apa Put?” tanya Suci, “Ehmm… iya donk, aku kan mau ketemu sama seseorang” ucap Putri, “Siapa? Iqbal ya?”, “Bukan kok, aku mau ketemuan sama Ilham”, “Oh gitu”.

Saat bel pulang, Putri sudah selesai mengganti seragamnya dengan baju yang sudah ia siapkan, Suci bersama Yuli yang melihat temannya sudah berdandan cantik pun menegurnya, “Hayoo Putri yang mau ketemuan sama Iqbal” ucap Yuli tak menyadari ada hati yang tersayat mendengarnya, “Oh jadi mau ketemu sama Iqbal, udah jadian ya?” Suci berusaha tegar menahan gejolak hatinya yang cukup teriris.

Semenjak itu Putri mulai menjauh dari Suci, ia lebih dekat dengan Rizky yang semula sama-sama dekat karena di kelas itu ada empat sahabat baik yaitu Suci, Putri, Yuli dan Rizky tapi sekarang mereka lebih sering bertiga meninggalkan Suci sehingga membuat Suci merasa dikucilkan di kelas.

“Aku bener-bener nggak nyangka akan seperti ini Vit, sekarang aku merasa jauh dengan mereka padahal dulu kan persahabatanku sangat erat dengan mereka. Aku merasa sendiri saat ini” ucap Suci sambil menahan tangis, “Udahlah Ci, aku kan selalu ada buat kamu” ujar Rovita.
Kesedihan Suci tidak hanya sampai disitu, dulu ia selalu pergi bersama ketiga sahabatnya tapi sekarang mereka pergi tanpa mempedulikan Suci.

Sabtu ini akan ada perkemahan di lapangan kota, rencana anak-anak Busana 2 berangkat pukul 10:00 WIB. Tapi Suci bangun jam 8, ia masih harus membersihkan kost, mencuci baju dan sebagainya sehingga ia selesai jam 12:00 WIB. Tiba-tiba Rizky mengirim pesan ke nomer Suci,

Kalian ini sebenernya niat kemah nggak sih, yang nunggu udah lumutan di sini, kalau memang nggak niat ya udah.

Sorry Ky, aku tadi baru beres-beres kost sama nyuci baju, rencananya tadi aku nunggu Rovita tapi dia malah berangkat duluan

Ya udah cepet, kita langsung ke lapangan

Saat sampai di lapangan kota, mereka segera bekerja untuk mendirikan tenda, Suci tidak semangat karena dia merasa aneh dengan sikap Rizky yang sedari tadi selalu menyalahkannya padahal Rovita juga sama telatnya dengan Suci kenapa sepertinya hanya ia yang dipojokkan.

“Ada yang punya tali nggak?” tanya Rizky, “Aku punya Ky” ucap Suci, “Jangan bilang ketinggalan”, “Ada di kost, kan kostku deket dari sini”, “Terserah, temen-temen beli tali yukk” ajak Rizky. Suci yang menyadari uangnya tidak cukup mengajak Rovita kembali ke kost untuk mengambil talinya yang ketinggalan.

Begitu sulitnya persahabatn menguji kesabaran Suci, sengsaranya persahabatan yang rusak karena keegoisan cinta. Suci merasakan teramat perih diperlakukan tidak adil seperti itu, tapi ia berusaha untuk menerima apa yang terjadi.

Hari Raya Idul Fitri telah tiba, Suci kedatangan teman-temannya seperti Rovita, Rahmi, Rizky, Putri dan Yuli. Di depan rumah Suci terlihat Vida dan Nuri sedang beradu mulut, “Aku minta maaf, aku nggak bermaksud kayak gitu” ucap Vida, “Aku udah maafin, tapi jangan harap aku mau nganggep kamu temen lagi” ucap Nuri. Vida kemudian berjalan menuju rumah Suci saat Nuri meninggalkan ia begitu saja, “Assalamu’alaikum”, “Wa’alaikumsalam”, “Rame banget, sekalian deh Minal Aidzin ya” setelah bersalaman Vida duduk di tengah-tengah teman-teman Suci, “Ada apa tadi?” tanya Rahmi, “Oh cuma salah paham kok”, “Tentang apa?” Tanya Yuli penasaran, “Yaah biasa lah cowok, mantannya dia pacaran sama aku tapi dia masih sangat cinta, jadinya rusak deh persahabatan kami, makanya kalian semua bersahabat yang baik dan jangan gara-gara cinta kalian bisa sampai memutuskan tali persahabatan” jelas Vida. Semua teman-teman Suci merenungkan ucapan Vida, “Aku minta maaf ya Ci, selama ini aku udah banyak salah sama kamu” ucap Rizky, “Iya Ci, aku juga minta maaf sama kamu, nggak seharusnya aku menjauhi kamu cuma gara-gara Iqbal” Suci tersenyum lega mendengar ucapan Putri, “Iya, aku udah maafin kalian kok, aku juga minta maaf kalau aku terlalu egois” mereka pun berpelukan.

Persahabatan itu seperti lidi di dalam sapu, semakin kuat kita menekan keegoisan maka akan semakin kuat pula rasa persahabatan yang kita miliki. Jangan pernah tukar persahabatan dengan cinta, karena itu sama saja seperti menukar emas dengan besi berkarat. Jaga persahabatanmu untuk menjaga kebahagiaan sepanjang masa.