Gangguan Kelainan pada Sistem Pencernaan Manusia

By On Sunday, February 26th, 2017 Categories : Sains

Proses pencernaan makanan dapat mengalami gangguan baik oleh faktor luar (makanan yang tidak higienis, pola makanan dan infeksi) maupun faktor dalam (kelainan pada alat-alat pencernaan).

Gangguan pada mulut

Gangguan pencernaan dapat terjadi di mulut. Gangguan pada mulut tercantum berikut ini.

  • Karies pada Gigi (Dental Caries). Orang mengenal karies gigi sebagai “gigi berlubang”. Lubang terbentuk karena lapisan email gigi terkikis oleh asam yang dihasilkan oleh bakteri. Ketika sisa-sisa makanan tertinggal di sela-sela gigi, sisa-sisa makanan tersebut akan menjadi media pertumbuhan bakteri. Bakteri mencerna sisa makanan tersebut dan menghasilkan asam. Asam inilah yang mengikis lapisan email gigi. Jika lubang ini telah mencapai bagian rongga pulpa, tempat jaringan saraf dan pembuluh darah, gigi akan terasa sakit dan mengganggu.Untuk mencegahnya, gosoklah gigimu setelah makan.
  • Parotitis (gondong) adalah infeksi pada kelenjar parotis
  • Ulitis adalah peradangan pada gusi
  • Stomatitis adalah peradangan pada jaringan mulut dan gusi
  • Xerostomis adalah produksi air liur yang amat sedikit.

Gangguan pada lambung

Berikut ini gangguan pencernaan yang terjadi pada lambung.

  • Peritonitis peradangan pada selaput perut (peritonium)
  • Gastritis peradangan akut pada dinding lambung karena alkohol dan makanan awetan/makanan kotor. Gastritis atau radang lambung disebabkan karena produksi asam lambung yang tinggi sehingga mengiritasi dinding lambung. Selain itu, bisa disebabkan oleh bakteri. Penderita gastritis akan merasa lambungnya terbakar.
  • Ulkus adalah peradangan dinding lambung karena produksi HCl sangat tinggi sedangkan makanan yang masuk sedikit.
  • Muntah-muntah adalah keluarnya kembali makanan karena keracunan, mabuk perjalanan dan lain-lain.
  • Kolik adalah gangguan salah cerna pada lambung karena makanan terlalu banyak, pengaruh alkohol, dan pedas/cabe
  • Disfagia adalah kerusakan lambung karena alkohol dan racun
  • Ulkus (Tukak Lambung/Mag). Mag adalah peradangan yang terjadi pada dinding lambung. Hal tersebut disebabkan asam (HCl) yang dihasilkan lambung terlalu banyak sehingga mengikis dinding lambung. Selain itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa ulkus dapat disebabkan oleh bakteri Makan yang teratur dapat mencegah terjadinya mag.

Gangguan pada usus

Gangguan pencernaan yang terjadi pada usus tercantum berikut ini.

  • Diare, adalah gangguan penyerapan air pada usus besar yang lambat, sehingga feses cair. Diare merupakan gangguan yang disebabkan infeksi pada kolon. Infeksi ini terjadi karena bakteri tertentu (misalnya E.coliV.cholerae, dan Aeromonas sp.) melimpah jumlahnya. Hal tersebut mengganggu proses penyerapan air sehingga feses keluar dalam bentuk cair.
  • Konstipasi (sembelit), adalah ganggua penyerapan air yang terlalu banyak sehingga feses memadat/keras. Jika pada kasus diare air tidak terserap sempurna, kasus sembelit terjadi sebaliknya, air justru terlalu banyak terserap. Gerak peristaltik usus halus yang terlalu lambat juga dapat menjadi penyebabnya. Semakin lama feses berada di dalam usus besar, semakin banyak air yang terserap sehingga feses menjadi sangat keras dan sukar dikeluarkan. Mengonsumsi makanan yang kaya serat, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran dapat mengurangi gangguan ini. Serat tidak tercerna oleh tubuh kita dan cenderung mampu menyimpan air dibandingkan jenis makanan yang lain.
  • Enteritis, adalah peradangan pada usus halus dan usus besar karena bakteri.
  • Kolitis, adalah peradangan usus besar dengan gejala diare, kram perut, pendarahan dan luka pada usus.
  • Apendistis, adalah peradangan pada umbai cacing/apendiks (biasanya sering disebut usus buntu)
  • Hemoroid (Ambeien), adalah pembengkakan vena dan anus.
  • Radang usus buntu sering disebabkan oleh bakteri. Hal ini dapat terjadi karena adanya penyumbatan usus buntu oleh tinja yang mengeras atau zatzat asing lainnya (misalnya, biji-bijian). Appendicitis dapat menyebabkan usus buntu bengkak, membusuk, dan pecah.

Gangguan lainnya:

Batu empedu. Batu empedu adalah penyakit yang disebabkan oleh penyumbatan pada saluran empedu. Hal ini terjadi karena adanya endapan di saluran empedu.

Kanker. Kanker usus besar terjadi, karena pola makanan yang tidak sehat. Gejala yang timbul adalah adanya darah pada feses.

Kolik. Kolik adalah rasa nyeri pada perut karena mengonsumsi makanan yang mengandung zat yang merangsang, misalnya cabai, lada, dan jahe

Malabsorpsi. Malabsorpsi adalah kelainan kemampuan lambung dan usus dalam menyerap sari makanan menjadi tidak sebaik yang seharusnya

Malnutrisi. Malnutrisi adalah gangguan kesehatan gizi, dapat karena kelebihan, kekurangan, atau ketidakseimbangan gizi. Malnutrisi yang ekstrem (misal: kwashiorkor) dapat menyebabkan sel-sel pankreas atropi (menyusut) dan kehilangan banyak retikulum endoplasma. Akibatnya, pembentukan enzim pencernaan terganggu.

Keracunan makanan. Keracunan makanan dapat terjadi karena alergi terhadap makanan tertentu atau zat aditif yang terkandung di dalamnya. Keracunan juga dapat terjadi karena makanan mengandung virus, jamur, dan mikroorganisme parasit lain. Keracunan makanan dapat mengakibatkan gatal-gatal, kelumpuhan, mual-mual, sakit kepala, bahkan kematian

Heart Burn. Heart Burn adalah mengalirnya kembali cairan gastrik (cairan lambung) yang terlalu asam (karena banyaknya HCL) ke bagian esofagus