Gampang Lupa? Mungkin Hal-hal Ini Penyebabnya

By On Wednesday, February 1st, 2017 Categories : Sehat

Melupakan masa lalu yang tidak indah untuk dikenang itu sepertinya merupakan ‘keharusan’ agar bisa move on. Tapi apa jadinya jika sering lupa hal-hal kecil? Duh, pasti mengganggu sekali ya.

Bayangkan jika Anda sering lupa menepati janji, lupa menaruh barang tertentu, atau lupa membawa barang penting. Bukan sekali dua kali saja melupakannya, tapi sering. Alhasil Anda harus menanggung konsekuensinya, misalnya harus pulang lagi untuk mengambil barang yang tertinggal atau membutuhkan waktu lebih lama mencari barang yang Anda sendiri lupa menaruhnya.

Jika belakangan ini Anda sering melupakan sesuatu, kira-kira apa sebabnya ya? Dirangkum detikHealth, berikut ini berbagai sebab yang membuat seseorang jadi gampang lupa:

1. Stres

Stres bisa membuat seseorang gampang lupa. Pakar psikiatri dan neurobiologi dari Yale University, Rajita Sinha, memaparkan efek stres pada memori dan hubungannya terhadap risiko demensia pada seseorang.

Dikatakan Rajita, stres merupakan proses di mana seseorang bereaksi terhadap rangsangan yang mengancam atau menantang. Nah, masalah atau ‘ancaman’ yang menimbulkan stres ini bisa jadi tak terkendali sangat cepat, sehingga menurunkan kemampuan otak untuk berpikir dan mengingat karena prosesnya terganggu.

Stres dalam hidup mungkin tak bisa dihindari, seiring tekanan dalam hidup yang datang silih berganti. Jika Anda sudah demikian tertekan, mungkin butuh jeda dari kegiatan rutin sehari-hari yang terlalu membetot perhatian. Cobalah ambil cuti sesaat untuk melakukan me time, sehingga ketika kembali ke kesibukan kerja, pikiran lebih segar.

2. Gangguan Tidur

Berdasarkan studi ilmuwan di New York University, orang dengan gangguan sleep apnea atau mengalami henti napas saat tidur mengalami gangguan pada memori spasial yang berfungsi untuk mengingat-ingat hal sederhana dalam keseharian.

Sayangnya para ilmuwan belum bisa menyimpulkan adanya hubungan sebab akibat di antara keduanya. Meski demikian, ini merupakan temuan penting, bahwa hilangnya sebagian ingatan mungkin merupakan gejala tambahan bagi petigas klinis untuk diamati pada pasien dengan sleep apnea.

3. Gula Darahnya Tinggi

Penelitian yang digelar Charite University Hospital, Berlin, mengamati beberapa orang dan kemudian mengungkap partisipan yang kadar gula dalam darahnya paling rendah memiliki skor lebih bagus dalam tes daya ingat ketimbang yang memiliki kadar gula dalam darahnya tinggi.

“Temuan ini menunjukkan bahkan pada orang-orang yang range kadar gula darahnya normal, upaya untuk menurunkan kadar gula darah tersebut merupakan strategi jitu untuk mencegah masalah daya ingat maupun penurunan kognitif seiring dengan pertambahan usia mereka,” terang peneliti Dr Agnes Floel

4. Terlalu Mengandalkan Google

Sepertinya apapun bisa ditemukan hanya dengan mengetikkan kata tertentu di mesin pencari Google. Ya, dari resep membuat kue sampai sejarah dunia bisa Anda dapatkan dengan sangat mudah seiring berkembangnya informasi dan teknologi.

Untuk mencari tahu, misalnya kapan Pangeran Diponegoro lahir saja, Anda tidak perlu mencari dan membuka buku sejarah. Cukup ketikkan ‘Pangeran Dipnegoro’ di mesin pencari Google, informasi tentangnya sudah bisa Anda dapatkan.

Terkait kebiasaan orang yang terlalu mengandalkan mesin penceri Google, Grant’s Whisky menemukan, hal itu bisa membuat seseorang cepat melupakan sesuatu. “Tanggal-tanggal tertentu yang sering ditekankan pada seseorang semasa sekolah akan cenderung terus bertahan dalam ingatan. Hanya saja ‘seni’ mengingat tanggal telah memudar dewasa ini dan kelihatannya makin kesini kita pun makin kesusahan mempertahankan ingatan,” tutur jubir dari Grant’s Whisky.

Peneliti mengakui meski internet merupakan sumber informasi yang luar biasa dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia modern, nyatanya internet juga bisa mengubah cara tradisional yang dilakukan manusia untuk mengingat dan memproses sesuatu.