Gagal Fokus Gara-gara Polwan ini

By On Monday, March 13th, 2017 Categories : Artikel
Gratis Samsung

Munculnya sosok wanita-wanita cantik yang menjadi buah bibir di tengah masyarakat. Tidak hanya sekadar cantik, namun mereka punya talenta dan juga keberanian yang sangat hebat.Ini yang bikin kita salut.

Bripda Sufiana Maya Sari Polwan cantik bekuk bandar narkoba 2017
Saat itu, dirinya tak menyangka jika harus berhadapan dengan pengedar narkoba yang badannya lebih besar dari dirinya. Namun berbekal ilmu bela diri yang cukup, Sufiana yakin bisa melumpuhkan sasaran.

“Saya bangga bisa ikut berkontribusi terhadap pemberantasan narkoba di Karanganyar. Ini pengalaman pertama bagi saya menangkap tersangka Narkoba,” ujar Bripda Sufiana, Sabtu (11/3).

Selain itu, ada juga Bripda Tarum Aji Saputri yang menangkap tersangka yang membawa kabur anak di bawah umur, berinisial MS (26), warga Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Tersangka diamankan oleh Tarum dan tim dari sebuah indekos di Balungbendo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Pengabdian sebagai Polwan diawali Tarum setelah lulus dari SMAN 1 Karanganyar pada 2014 lalu. Tarum mengikuti pendidikan kepolisian di Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto pada tahun yang sama. Lulus sebagai polisi, dirinya ditugaskan sebagai staf di Reskrim Polres Karanganyar.

“Saya mulai bertugas di Reskrim Karanganyar pada April 2015. Awalnya saya menjadi staf, kemudian masuk ke PPA (Unit Perlindungan Perempuan dan Anak) bulan Oktober. Kemudian Maret 2016 pindah ke Polsek Bejen dan pada awal tahun 2017 ini saya kembali ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Karanganyar,” tuturnya.

Bripda Tarum 2017

Selain sibuk dengan seragam Polri, Tarum juga tak lupa untuk meluangkan sedikit hobi menarinya. Dirinya sering didaulat tampil pada beberapa acara di Polres Karanganyar, bahkan hingga mewakili Kabupaten Karanganyar untuk menari di Istana Negara di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Yang paling berkesan bagi saya adalah saat bisa tampil di Istana Negara pada 2009. Saat itu saya menari dalam acara HUT RI ke 64,” ungkapnya bangga.

Selain Bripda Sufiana Maya Sari dan Bripda Tarum Aji Saputri, ada juga Bripda Tenia Puspitaningtyas. Namun, kali ini dirinya berbeda dengan Maya juga Tarum. Saat itu Tenia sempat beberapa menjadi tukang ojek, karena ada demo mogok massal para sopir angkutan kota (angkot) di Kota Malang.

Tenia yang merupakan Anggota Polresta Malang sejak kemarin, Rabu (7/3) menjadi ojek yang mengantarkan anak-anak sekolah dan pulang sekolah.

“Saya kemarin pakai sepeda motor keliling sesuai permintaan penumpangnya. Tapi hari ini pakai mobil,” kata Tenia di Depan Stasiun Kota Baru Kota Malang, Kamis (8/3).

Polwan antar jemput murid sekolah

Tenia sejak Senin menjalankan tugas mengawal bis sekolah, tetapi sejak Selasa menggunakan sepeda motor. Tania yang sudah biasa menyetir kendaraan roda empat, akhirnya diminta menyopiri mobil milik Sekretariat DPRD Kota Malang.

“Ini kan ada mobil milik DPRD, tetapi tidak ada yang menyopiri, akhirnya saya jalankan,” katanya.

Tania didampingi oleh rekan sesama Polwan, Bripda Risa Amelia. Keduanya akan berjalan menyusuri Kota Malang menuju beberapa titik.

“Tujuan pertama ke Arjosari dulu, ini penumpangnya penuh. Nanti kalau ada yang turun kita ajak penumpang lain. Kasihan kan mereka di jalan menunggu lama. Saya bisa menyetir ya saya membantu, di samping menjalankan sebagai petugas,” katanya sambil memulai perjalanan.

Terakhir adalah sosok Bripda Ismi Aisyah yang hangat dibicarakan dimedia sosial. Sebab, dirinya hadir ketika di tengah ketegangan penyergapan pelaku teror bom di Kantor Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Polwan kelahiran Cirebon ini selalu dekat dengan lokasi kejadian tersebut dengan mengalungi sebuah kamera, sebab dirinya merupakan tim medsos Polda Jabar. Saat itu, pelaku Yayat Cahdiyat (41) alias Abu Salam pelaku teroris tewas usai baku tembak dengan pihak kepolisian di Kantor Kelurahan Arjuna.

“Saya sebagai anggota Polri tentu bangga ya. Di sini saya juga harus buktikan bahwa Polwan juga bisa punya keberanian bukan cuma (polisi) laki-laki,” kata Ismi di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Selasa (28/2).

Ismi Aisyah

Dia tidak menyangka fotonya di lokasi penggerebekan langsung menyebar dan menjadi bahan perbincangan netizen. Dia juga tidak tahu siapa yang mengambil fotonya ketika berada di tempat kejadian perkara. Bahkan, dirinya mengaku sudah banyak diundang oleh televisi.

“Enggak menyangka seviral ini. Karena ya saya bekerja selama ini berjalan begitu saja. Itu memang tugas saya. Yang menghubungi banyak. Dari media juga. Kebanyakan diundang acara talkshow. Tapi saya tetap harus izin dulu dari bapak (Kapolda),” terang Ismi.

Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan juga tidak menyangka aksi Ismi di Kelurahan Arjuna banyak diberbincangkan. Anton pun menitipkan pesan pada Ismi.

“Saya senang mudah-mudahan bisa jadi salah satu ikon Polri yang baik. Saya juga sampaikan harus rendah hati, santun karena tetap saja yang bersangkutan anggota polri,” kata Anton.

The Dangerous Thief (Stolen Hearts #3), All of You (All In #3), The Intuitionist, Fear Inducer, Michael Jordan: The Life, Direğin Tepesinde Bir Adam, The View from the Cheap Seats: Selected Nonfiction, Running Blind (Jack Reacher, #4), Princes at War: The Bitter Battle Inside Britain's Royal Family in the Darkest Days of WWII, Rustler's Heart (The Kinnison Legacy, #2), Indian Summer: The Secret History of the End of an Empire, How to Speak Dog: A Guide to Decoding Dog Language, Six Months to Live (Dawn Rochelle, #1), Dikmen Yıldızı, Hug It Out!, Harry Potter and the Deathly Hallows (Harry Potter, #7), The Fix (Amos Decker #3), SilverFin (Young Bond, #1), I Surf, Therefore I Am: A Philosophy of Surfing, The Nearness of You (The Thorntons Book 1)