Gadis Bisu Penjual Bunga Yang Baik Hati

By On Monday, January 21st, 2013 Categories : Cerita

Berawal dari sebuah kota yang sangat terpencil di suatu kerajaan antah berantah. Kota kecil itu dihuni oleh beberapa kepala keluarga yang sangat menghormati satu sama lainnya. Di sebuah sudut kota, tampak seorang gadis penjual bunga sedang membereskan bunga-bunga jualannya yang kelihatan sangat segar-segar dan mengeluarkan wangi harum di pagi hari.

Banyak orang yang senang lewat toko bunga si gadis itu. Si gadis hanya bisa senyum kepada orang yang lewat tokonya. Terkadang si gadis memberikan bunga secara cuma-cuma kepada semua orang di pagi hari.

Ternyata gadis pengunggu toko bunga tersebut adalah gadis bisu, dia hanya bisa melayani pelanggan yang datang dengan senyuman dan bahasa isyarat yang ia bisa berikan ketika sedang melayani pembeli. Namun dengan demikian tidak ada pembeli yang mengeluh akan tetapi semakin banyak saja orang yang membeli bunga dari toko si gadis tersebut.

Berita tentang toko bunga yang dijaga oleh seorang gadis bisu, akhirnya sampai ke telinga pangeran dari kerajaan. Dia berniat untuk berkeliling melihat-lihat isi kota di pagi hari. Sesampai di depan toko bunga, sang pangeran tidak menemui gadis penjual bunga yang bisa tersebut.

Pangeran pun segera bergegas menuju rumah si penjual bunga itu. Ternyata di rumah si gadis bisu pun tidak ada, setelah bertanya kesana kemari akhirnya sang pangeran mengetahui keberadaan gadis bisu penjual bunga tersebut.

Ternyata si gadis bisu penjual bunga sedang menangis di sebuah pusara tua yang ternyata pusara itu adalah tempat peristirahatan kedua orang tuanya, oh sangat sedih sang pangeran melihat gadis itu, dia ternyata seorang yatim piatu yang tidak memiliki orang tua.

Sang pangeran tahu betapa pedih penderitaan yang dialami oleh si gadis namun ternyata dalam keseharian si gadis tidak memperlihatkan raut sedih dalam kegiatannya sehari-hari menjual bunga.

Sang Pangeran tertegun dengan kedamaian hati sang gadis. Betapa banyak orang-orang di negeri ini yang sudah melupakan senyuman dalam menjalani hidup ini. Kebaikan hati dan keteguhan si gadis akhirnya meluluhkan hati pangeran. Akhirnya sang pangeran melamar putri kemudian dibawanya ke istana.

Sumber: