Fungsi Sel Schwann

By On Tuesday, February 21st, 2017 Categories : Sains

Sel Schwann, atau neurolemmocytes, ditemukan oleh Theodore Schwann, adalah sel-sel glial yang ditemukan dalam sistem saraf perifer yang membungkus akson dari neuron beberapa kali sampai selubung mielin terbentuk.

Selubung Mielin terbentuk dalam segmen, meninggalkan celah di antara keduanya, dan memberikan materi putih di bawah korteks serebral dengan penampilan putih. Selubung berfungsi untuk melindungi sebuah akson, mengirim pesan ke seluruh otak dengan cepat, dan mencegah gangguan dari pesan lain yang dikirim. Kerusakan selubung mielin dalam sistem saraf pusat menyebabkan berbagai gangguan, dan ini jelas dalam neurologis dikenal dengan penyakit multipel sklerosis.

Dalam rangka selubung mielin yang akan dibentuk di sekitar akson dalam sistem saraf perifer, banyak sel Schwann berbaris sepanjang akson dan mengelilingi dengan sepasang membran plasma ini disebut mesaxon. Ini selaput membungkus akson berkali-kali, membuat lapisan tebal yang mengisolirkan akson. Sebuah sel Schwann membungkus segmen akson, biasanya meliputi antara 0,15 dan 1,5 mm dan menciptakan celah kecil di antara keduanya setiap segmen yang disebut node Ranvier. Jika akson cukup tebal, area lebih panjang akson akan termielinisasi oleh sel Schwann. Jumlah sel Schwann yang dibutuhkan untuk membentuk selubung mielin bervariasi dan, karena saraf bisa diam sepanjang dalam sistem saraf perifer, beberapa ratus sel Schwann mungkin diperlukan.

Pentingnya selubung mielin ditemukan sebagai akibat dari penyakit neurologis multipel sklerosis. Pasien yang menderita multipel sklerosis menunjukkan daerah jaringan yang rusak di otak. Hal ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang protein tertentu dalam selubung mielin yang mengelilingi akson dalam sistem saraf pusat. selubung Mielin dalam sistem saraf pusat yang dibentuk oleh sel-sel glial yang berbeda yang disebut oligondendrocytes, dan, ketika terjadi kerusakan selubung ini, pasien menderita berbagai gangguan sensorik dan motorik.

Ahli fisiologi Jerman Theodore Schwann adalah orang pertama yang menemukan sel-sel Schwann dan mengusulkan teori sel. Teori sel Schwann itu menyatakan bahwa sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil dalam organisme hidup, dan bahwa sel-sel hanya dapat berasal dari sel-sel yang sudah ada. Hal ini juga menegaskan bahwa semua bentuk kehidupan, baik tanaman dan hewan, terdiri dari sel-sel.