Fungsi Laporan Keuangan Secara Umum

By On Monday, March 13th, 2017 Categories : Sains

Mereka yang berkecimpung dalam dunia akuntansi pasti tidak asing dengan laporan keuangan. Tentu saja karena fungsi akuntansi itu sendiri untuk menghasilkan informasi kuantitatif berupa laporan keuangan yang sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan. Jadi akuntansi tidak akan pernah bisa lepas dengan laporan keuangan.

Sebagai produk akhir dari proses akuntansi, laporan keuangan memiliki peranan yang sangat penting. Di mana secara keseluruhan fungsi tersebut akan membantu dalam mempermudah kinerja dan kebutuhan para pelaku ekonomi di entitas-entitas usaha. Maka menjadi perlu untuk kita kupas sedikit demi sedikit apa saja fungsi laporan keuangan dalam dunia usaha.

Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah laporan yang berisi informasi-informasi kuantitatif yang disusun melalui proses yang sistematis dengan menggunakan prinsip berterima umum sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

Laporan keuangan merupakan bagian dari tahap penyajian laporan keuangan dalam siklus akuntansi. Di mana laporan keuangan diakui sebagai alat untuk melihat keuntungan atau kerugian perusahaan. Maka laporan keuangan memiliki beberapa fungsi pada perusahaan sebagai berikut :

  1. Sebagai Alat Untuk Mengetahui Kinerja dan Kondisi Keuangan Perusahaan

Umumnya sebuah perusahaan melakukan aktifitas usahanya dalam satu periode tertentu. Untuk melihat operasional perusahaan telah berjalan baik atau sebaliknya, dapat dianalisa melalui laporan keuangannya. Dalam laporan keuangan laba-rugi, nampak berapa laba atau keuntungan perusahaan pada periode yang bersangkutan. Jika laba sesuai dengan atau lebih tinggi dari kisaran laba yang diharapkan, berarti kinerja perusahaan telah berjalan dengan baik atau sesuai rencana. Namun sebaliknya jika perusahaan mengalami kerugian, artinya kinerja perusahaan buruk dan perlu dilakukan evaluasi serta tindakan lanjutan.

Dalam laporan keuangan pun memperlihatkan kondisi keuangan perusahaan meliputi kas, total aset, piutang, utang serta modal perusahaan. Fungsinya adalah untuk mengetahui apakah kondisi keuangan perusahaan dalam kondisi sehat, cukup sehat atau bahkan tidak sehat. Kondisi tersebut biasanya dihitung melalui rasio-rasio keuangan.

  1. Sebagai Dasar Untuk Menyusun Perencanaan Operasional Perusahaan

Setiap aktifitas perlu disusun perencanaan agar berjalan lancar sesuai ‘rel’-nya. Termasuk juga operasional perusahaan. Penting untuk menyusun perencanaan-perencanaan keuangan, program kerja, marketing dan sebagainya agar operasional berjalan sesuai dengan visi dan misi perusahaan.

Dasar untuk menyusun perencanaan tersebut adalah laporan keuangan. Karena dalam laporan keuangan terdapat posisi keuangan perusahaan pada periode tertentu sehingga mempermudah penyusunan perencanaan. Suatu contoh, perusahaan ingin melakukan promosi produknya melalui 2 opsi kegiatan yaitu seminar atau iklan di media online. Kegiatan marketing tersebut tentu saja memerlukan biaya yang tidak sedikit. Saat menyusun rincian biaya dari promosi tersebut sambil disesuaikan dengan kondisi kas perusahaan. Apakah dana kas perusahaan cukup untuk membiayai seminar? Ataukah kas yang tersedia hanya cukup untuk promosi via media online karena kas diperlukan juga untuk rencana operasional lainnya? Nah, di sinilah laporan keuangan berfungsi untuk mempermudah dalam penyusunan rencana operasional perusahaan. Karena tanpa laporan keuangan, tidak akan diketahui secara riil berapa jumlah kas perusahaan. Yang artinya rencana-rencana kerja menyangkut keuangan tidak akan bisa ditentukan dengan pasti dan akurat.

Maka jelas bahwa laporan keuangan memberikan informasi tentang kemampuan perusahaan untuk bisa melakukan operasionalnya dalam segi keuangan. Sehingga gambaran tersebut akan menjadikan perusahaan mampu merencanakan kegiatan operasional yang sesuai dengan kondisi keuangan perusahaan, seperti pada contoh di atas. Tujuan dari hal tersebut tidak lain adalah untuk mencegah terjadinya kerugian yang diakibatkan oleh aktifitas yang over budget atau melebihi dana anggaran, atau pun kegiatan kerja yang kurang budget sehingga tidak berjalan dengan maksimal.

  1. Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan

Penjelasan tidak jauh berbeda dengan poin nomor 2, bahwa laporan keuangan akan mempermudah pihak manajemen untuk menyusun perencanaan kerja operasional perusahaan. Di mana hal tersebut selanjutnya ditetapkan atau diambil menjadi sebuah keputusan manajemen perusahaan. Tanpa laporan keuangan yang valid dan akurat, keputusan tidak akan bisa diambil secara tepat. Karena itulah mengapa laporan keuangan berfungsi sebagai dasar untuk pengambilan keputusan perusahaan.

  1. Sebagai Alat Untuk Mengendalikan Perusahaan

Untuk menghindari terjadinya kerugian hingga kebangkrutan, manajemen perlu melakukan evaluasi-evaluasi kerja sebagai bagian dari proses pengendalian perusahaan. Melalui laporan keuangan, hal tersebut bisa dipenuhi. Karena dalam laporan keuangan juga menampakkan gambaran keuangan yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Contoh, pada akun Piutang Usaha memperlihatkan berapa banyak piutang perusahaan yang akan segera terlunasi atau mungkin masih tertunggak. Jika banyak piutang yang tertunggak, tentu perusahaan harus segera melakukan tindakan antisipasi agar piutang tersebut dapat dikendalikan dan tidak menyebabkan kerugian yang besar. Tindakan antisipasi tersebut misalnya dengan meningkatkan volume penagihan kepada para debitur atau mengurangi penjualan kredit perusahaan.

  1. Sebagai Alat Pertimbangan dan Pertanggungjawaban Pada Pihak Eksternal Perusahaan

Pihak yang berkepentingan dengan perusahaan meliputi pihak internal (manajemen) dan pihak eksternal perusahaan. Karena semua perusahaan memiliki keterlibatan dengan pihak eksternal dalam menjalankan usahanya. Seperti investor yang ingin menanamkan modalnya pada perusahaan. Atau kreditur juga perbankan di mana perusahaan meminjam dana kepada mereka. Di sanalah fungsi laporan keuangan sebagai bahan pertimbangan. Investor sebagai bahan pertimbangan apakah ia jadi melakukan investasi pada perusahaan dengan melihat prospek bisnis yang bagus atau tidak berdasarkan laporan keuangan perusahaan. Atau kreditur serta perbankan sebagai bahan pertimbangan bagi mereka untuk melihat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban pembayaran utangnya melalui perhitungan rasio-rasio tertentu berdasarkan data pada laporan keuangan.

Sedangkan sebagai fungsi pertanggungjawaban adalah kepada pemerintah atau Dirjen Pajak sebagai lembaga yang menangani perpajakan. Di mana mereka memerlukan laporan keuangan perusahaan untuk melihat apakah penentuan dan perhitungan pajak oleh perusahaan telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan pajak yang berlaku.

Sebuah laporan keuangan memang memiliki peran yang sangat vital terkait setiap tindakan yang akan diambil oleh perusahaan. Karena itulah jika laporan yang digunakan untuk kepentingan tersebut adalah laporan keuangan rekayasa atau tidak akurat dan valid, maka besar kemungkinan tindakan yang diambil dan dilaksanakan oleh perusahaan adalah tindakan yang salah atau tidak seharusnya. Di mana pada masa yang akan datang tindakan tersebut bisa menyebabkan kerugian bagi perusahaan.

4209031, 4209032, 4209033, 4209034, 4209035, 4209036, 4209037, 4209038, 4209039, 4209040, 4209041, 4209042, 4209043, 4209044, 4209045, 4209046, 4209047, 4209048, 4209049, 4209050, 4209051, 4209052, 4209053, 4209054, 4209055, 4209056, 4209057, 4209058, 4209059, 4209060, 4209061, 4209062, 4209063, 4209064, 4209065, 4209066, 4209067, 4209068, 4209069, 4209070 3158246, 3158247, 3158248, 3158249, 3158250, 3158251, 3158252, 3158253, 3158254, 3158255, 3158256, 3158257, 3158258, 3158259, 3158260, 3158261, 3158262, 3158263, 3158264, 3158265, 3158266, 3158267, 3158268, 3158269, 3158270, 3158271, 3158272, 3158273, 3158274, 3158275, 3158276, 3158277, 3158278, 3158279, 3158280, 3158281, 3158282, 3158283, 3158284, 3158285