Fungsi Hormon Estrogen

By On Sunday, February 26th, 2017 Categories : Sains

Estrogen adalah salah satu hormon seks utama dalam tubuh. Estrogen terutama diproduksi oleh ovarium, tetapi dapat diproduksi pada pria dan wanita dengan jaringan lain seperti jaringan lemak (adiposa), otak dan organ reproduksi. Ada reseptor untuk estrogen di hampir setiap jaringan sel dalam tubuh dari tulang sampai otak.

Ada tiga jenis estrogen: estron (E1), estradiol (E2) dan estriol (E3). Setiap bentuk estrogen akan memiliki efek yang sedikit berbeda pada jaringan yang sama.

Siklus menstruasi

Setelah perempuan mencapai pubertas, siklus menstruasi dimulai. Estrogen bertanggung jawab untuk menyebabkan perkembangan organ seks termasuk jaringan payudara. Estrogen adalah salah satu sinyal utama yang memulai menstruasi. Siklus menstruasi adalah masalah komunikasi hormon antara dua bagian dari otak yang disebut hipotalamus dan hipofisis anterior dan ovarium. Selama siklus, estradiol dilepaskan untuk menebalkan lapisan dinding rahim untuk mempersiapkan implantasi dari telur. Estradiol akan meningkatkan ke tingkat yang lebih tinggi dari normal dan kemudian menurun.

Estradiol mengirimkan sinyal ke hipofisis anterior menyebabkan ovulasi. Jika tidak ada kehamilan, tubuh akan melepaskan lapisan tebal dinding rahim, sehingga memulai haid.

Beberapa pil KB menggunakan kombinasi progesteron dan estradiol untuk mencegah kehamilan. Jika estradiol tetap tinggi, bukannya menurun, tidak akan ada ovulasi.

Sinyal kehamilan

Setelah tubuh menjadi hamil, estriol dilepaskan dari janin dan rahim. Estriol adalah bentuk utama dari estrogen selama kehamilan dan juga merupakan tanda dari kesehatan janin. Estrogen juga akan memainkan fungsi dalam pengembangan jaringan payudara dan persiapan untuk susu.

Efek Kesehatan

Association of Women for the Advancement of Research and Education (Project AWARE) menyatakan bahwa memiliki defisiensi estrogen dapat menyebabkan sejumlah masalah termasuk perubahan suasana hati, hilangnya massa tulang, kekeringan fagina dan meningkatkan kemungkinan infeksi saluran kemih. Selain itu, kurangnya estrogen telah dikaitkan dengan peningkatan kolesterol yang dapat menyebabkan masalah jantung atau risiko penyakit jantung.

Fungsi pada Pria

Meskipun telah diketahui bahwa estrogen hadir pada laki-laki, diyakini bahwa estrogen biasanya memiliki efek negatif pada pria. Pada tahun 2005, sebuah jurnal kesehatan Polandia, Przeglad Lekarski, menerbitkan sebuah artikel yang menemukan bahwa tubuh laki-laki memiliki reseptor estrogen dan produksi estrogen, dan tingkat dalam darah laki-laki lebih tinggi daripada perempuan pasca-menopause. Estradiol telah ditemukan untuk bertanggung jawab untuk memulai spermatogenesis pada pria. Estradiol juga telah dikaitkan dengan kekuatan tulang, kematangan generatif dan metabolisme kolesterol. Regulasi metabolisme kolesterol bisa membantu dengan kesehatan jantung dan pencegahan aterosklerosis.

6212108, 6212109, 6212110, 6212111, 6212112, 6212113, 6212114, 6212115, 6212116, 6212117, 6212118, 6212119, 6212120, 6212121, 6212122, 6212123, 6212124, 6212125, 6212126, 6212127, 6212128, 6212129, 6212130, 6212131, 6212132, 6212133, 6212134, 6212135, 6212136, 6212137, 6212138, 6212139, 6212140, 6212141, 6212142, 6212143, 6212144, 6212145, 6212146, 6212147