Fungsi dan Pengertian Sel Darah Putih

By On Friday, March 28th, 2014 Categories : Sains

Pengertian Dan Fungsi sel darah putih – Darah merupakan cairan yang sangat penting bagi tubuh manusia, yakni darah berfungsi untuk mengedarkan dan membawa nutrisi dan oksigen ke semua sel dan jaringan didalam tubuh kita, dan pada saat yang sama menghilangkan bahan limbah dan karbondioksida. Namun tidak hanya itu darah juga mempunyai peranan penting dalam mencegah penyakit dan infeksi yang menyerang tubuh kita.

Darah terdiri dari beberapa komponen yaitu Sel Darah Putih, Sel Darah Merah dan banyak sel-sel lainya yang membentuk sel darah. Dan dalam kesempatan kali ini kita akan membahas tentang pengertian dan fungsi sel darah putih ini dalam tubuh kita.

Pengertian Sel Darah Putih
Sel Darah Putih atau lebih dikenal dengan nama leukosit ini adalah sel yang membentuk komponen darah. sel darah putih memiliki fungsi yang sangat penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh kita, Leukosit mempunyai ciri yang khas yaitu dia tidak berwarna dan dapat bergerak secara amoebeid, dan juga dapat menembus dinding kapiler/diapedesis.

Selain itu di dalam tubuh manusia,sel darah putih ini tidak berasosiasi secara ketat dengan organ atau jaringan tertentu, mereka bekerja secara independen seperti organisme sel tunggal. Leukosit mampu bergerak secara bebas dan berinteraksi dan menangkap serpihan seluler, partikel asing, atau mikroorganisme penyusup. karena itu sel Darah

Tubuh kita memang sangat membutuh kan sel darah putih untuk membantu menjaga sistem kekebalan tubuh kita namun jika jumlah sel darah putih didalam tubuh kita melebihi batas kenormalan itu juga tidak baik untuk tubuh kita. jumlah sel darah putih normal pada tubuh kita yaitu sekitar 6000 sampai 10000 namun rata-rata jumlah sel darah putih pada orang sehat sekitar 8000 sel darah putih. Namun dalam kasus penyakit leukemia, jumlahnya dapat meningkat hingga 50000 sel darah putih per tetes.

Didalam tubuh kita sel darah putih ini memiliki lima jenis, lima jenis sel darah putih ini yaitu neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil dan basofil. dan masing- masing jenis sel darah putih ini memiliki fungsi yang berbeda dalam tubuh kita, dan pada orang normal, jumlah liam jenis sel darah putih berkisar antara:
Neutrofil: 3150-6200
Limfosit: 1500 hingga 3000
Monosit: 300 sampai 500
Eosinofil: 50 sampai 250
Basofil: 15 sampai 50, per mikro liter darah.

Leukosit ini memeang sangat penting bagi tubuh namun jika diantara lima jenis sel darah putih ini mengalami penigkatan kita harus waspada karena jika jenis del darah ini meningkat ia tidak lagi berfungsi untuk kekebaln tubuh kita namun bisa menyebabkan penyakit. misalnya yaitu jika jumlah neutrofil tinggi akan menunjukkan infeksi, kanker atau stres fisik. Ssementara jumlah limfosit yang tinggi akan menunjukkan AIDS. Jumlah monosit dan eosinofil tinggi biasanya menunjukkan infeksi bakteri.

Tidak hanya berfungsi untuk menjaga kekebaln tubuh kita ia juga berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi yang di kenal sebagai fagositosis di mana mereka mengelilingi organisme asing dan menghancurkannya. dan semua peroses ini merupakan bagian dari menjaga sistem kekebalan tubuh.

Fungsi Sel Darah Putih
Granulosit dan Monosit mempunyai peranan penting dalam perlindungan badan terhadap mikroorganisme. dengan kemampuannya sebagai fagosit (fago- memakan), mereka memakan bakteria hidup yang masuk ke sistem peredaran darah. melalui mikroskop adakalanya dapat dijumpai sebanyak 10-20 mikroorganisme tertelan oleh sebutir granulosit. pada waktu menjalankan fungsi ini mereka disebut fagosit.

Dengan kekuatan gerakan amuboidnya ia dapat bergerak bebas di dalam dan dapat keluar pembuluh darah dan berjalan mengitari seluruh bagian tubuh. dengan cara ini ia dapat Mengepung daerah yang terkena infeksi atau cidera, menangkap organisme hidup dan menghancurkannya, menyingkirkan bahan lain seperti kotoran-kotoran, serpihan-serpihan dan lainnya, dengan cara yang sama, dan sebagai granulosit memiliki enzim yang dapat memecah protein, yang memungkinkan merusak jaringan hidup, menghancurkan dan membuangnya. dengan cara ini jaringan yang sakit atau terluka dapat dibuang dan penyembuhannya dimungkinkan

Sehingga dari hasil kerja fagositik dari sel darah putih, peradangan dapat dihentikan. dan apabila kegiatannya tidak berhasil dengan sempurna, maka dapat terbentuk nanah. dana juga akan terdapat banyak kuman yang mati dalam nanah itu dan ditambah lagi dengan sejumlah besar jaringan yang sudah mencair. dan sel nanah tersebut akan disingkirkan oleh granulosit yang sehat yang bekerja sebagai fagosit.