Fitur Baru di BMW X1 CKD (Majalah Autocar Indonesia)

By On Sunday, October 21st, 2012 Categories : News

Automotive, Fitur Baru di BMW X1 CKD – Kehadiran BMW X1 sDrive 18i memang bukan hal yang baru di line-up keluarga BMW seri X. Ada hal berbeda yang menarik perhatian kami, meski bukan hal baru. Pertama, terdapat pemangkasan harga off the road BMW X1 sDrive 18i.

Turunnya harga ini disebabkan BMW X1 sDrive 18i saat ini dirakit langsung di Indonesia secara CKD (completely knock-down) di Sunter, Jakarta Utara. BMW X1 sDrive 18i adalah mobil kedua yang dirakit di Tanah Air, setelah BMW Seri-3.

Melongok ke balik kap mesin, BMW X1 sDrive 18i rupanya masih menggunakan mesin yang serupa dengan versi 2010. Varian SAV (sport activity vehicle) ini masih mempertahankan mesin bensin 4-silinder segaris 1.995 cc yang bertenaga 150 hp pada 6.400 rpm.

Sedangkan torsi puncaknya mengalami peningkatan sebesar 20 Nm, sehingga kini torsi puncaknya mencapai 220 Nm yang bisa diraih pada 3.600 rpm. Dengan tambahan torsi tersebut, berarti X1 CKD seharusnya kini lebih responsif saat berkelit di
kemacetan lalu lintas.

Perubahan lainnya yang cukup signifikan adalah BMW X1 sDrive 18i CKD kini sudah menggunakan fitur Brake Energy Regeneration untuk mengisi ulang baterai (accu) mobil. Sehingga tidak ada lagi alternator dengan pulley yang membebani kinerja mesin. Otomatis tugas mesin semakin ringan dan bahan bakar bisa dihemat.

Menurut BMW, hal ini jugalah yang membuat torsi X1 CKD lebih tinggi dari sebelumnya. BMW mengklaim konsumsi bahan bakar X1 CKD ini mampu mencapai 11,9 kpl (pemakaian kombinasi).

Hujan mengguyur wilayah Jabodetabek saat kami menguji X1 CKD ini. Meskipun demikian, kami merasakan pengendaraan dan pengendalian tetap sama seperti versi CBU. Pengendaliannya tetap akurat dengan daya redam suspensi yang cukup baik. Penggunaan ‘run-flat tire’ membuat pengendaraan terasa sedikit keras.

Namun, X1 sDrive 18i kini terasa berbeda saat berakselerasi di putaran rendah hingga menengah. Penambahan torsi tadi ternyata memang cukup memberikan pengaruh untuk hal yang satu ini. Overtaking bisa dilakukan dengan lebih percaya diri.

Suara mesin pun terdengar biasa saja saat melaju maupun saat stasioner. Transmisi X1 CKD tidak berbeda dengan versi CBU yaitu otomatis 6-speed. Rasanya pun tetap sama dengan perpindahan gigi yang akurat dan halus. Untuk hal-hal seperti ini, baik versi CKD maupun CBU benar-benar sulit untuk dibedakan.

Selain hal berbau performa, di bagian interior pun terdapat penambahan fitur kenyamanan seperti electric-seat berlapis kulit yang tidak terdapat pada versi CBU.

Jika kita perhatikan, terdapat tambahan panel kayu di dasbor dan doortrim. Menurut BMW panel tersebut terbuat dari bahan kayu asli, dan bukan plastik. Sayangnya, material di bagian lain, meskipun tampak mewah, namun terasa kasar saat disentuh.

Audio juga sudah dilengkapi dengan koneksi bluetooth, serta voice command. Sayangnya, fitur iDrive, tidak tersedia untuk BMW X1 tipe ini.

Bangku barisan belakang menganut konfigurasi 40:20:40 yang bisa menjadi solusi jika ingin memperluas volume bagasi. BMW X1 sDrive 18i kini dibanderol Rp539.000.000 (off the road), dan menjadi mobil yang termurah di jajaran produk BMW Indonesia. Sebagai perbandingan, saat ini X1 sDrive 20d CBU dibanderol Rp 698 juta (off the road). (Al)

Kelebihan

  • Harga makin kompetitif
  • Brake Energy Regeneration

Kekurangan

  • Penggunaan beberapa bagian interior dengan material keras
  • Tidak ada iDrive

Data & Fakta

  • BMW X1 sDrive 18i
  • Mesin: 4-Silinder segaris 1.995 cc
  • Tenaga: 150 hp @ 6.400 rpm
  • Torsi: 220 Nm @ 3.600 rpm
  • Transmisi: Otomatis, 6-Speed
  • Konsumsi BBM: 11,9 kpl
  • 0-100 kpj: 10,4 detik
  • Emisi CO2: 195 g/km