Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebiasaan Belajar

By On Monday, April 22nd, 2013 Categories : Sains

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan belajar pada siswa sangat beragam. Faktor-faktor itu bisa berasal dari dalam diri siswa sendiri ataupun dari lingkungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan belajar siswa ini seharusnya di manipulasi sedemikian rupa sehingga dapat membuat sebuah perilaku kebiasaan belajar yang bersifat positif bagi siswa.

Kebiasaan belajar dapat terwujud dan dilaksanakan siswa dalam kaitannya dengan aktivitas kehidupan yang nampak yaitu dalam bentuk tingkah laku khususnya dalam proses pembelajaran disekolah, kebiasaan belajar ini tidak muncul dengan sendirinya melainkan dikondisikan dan dibentuk melalui berbagai kegiatan baik melalui pengalaman, latihan dan belajar, yang dilakukan secara terus menerus, berkesinambungan dalam suasana pembelajaran.

Pengalaman dan latihan itu sengaja dan disadari, atau merupakan proses belajar sampai dengan tercapainya kematangan dan kemantapan dalam mengambil keputusan itu terjadi karena adanya proses pembelajaran, dalam pembentukan kebiasaan kebiasaan dengan melalui pembelajaran ini individu akan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor luar individu (eksternal) dan faktor dalam individu itu sendiri itu sendiri (interen).

Sejalan dengan yang diungkapkan Syamsu Yusuf (2006) bahwa kebiasaan belajar dapat dipengaruhi oleh faktor interen dan ekstern dan dapat dikembangkan melalui latihan, pemahaman, perasaan dan keyakinan tentang manfaat belajar.

Sularti (2008) mengemukakan faktor dari luar dan dari dalam individu yang mempengaruhi kebiasaan belajar.

Faktor dari luar individu yang sering berpengaruh pada kebiasaan belajar adalah sebagai berikut:

  • Sikap guru. Guru yang kurang memahami dan mengerti tentang kondisi siswa, guru tidak adil, kurang perhatian, khususnya pada anak-anak yang kurang cerdas atau pada siswa yang memiliki gangguan emosi atau lainnya, guru yang sering marah jika siswa tidak dapat mengerjakan tugas.
  • Keadaan ekonomi orang tua. Siswa tidak sekolah atau alpa dapat disebabkan siswa tidak memiliki uang transport untuk kesekolah karena lokasi sekolah sangat jauh dari rumah, atau siswa tidak dapat mengerjakan tugas karena tidak memilki buku LKS, dan kesulitan belajar dirumah karena tidak memiliki buku paket dan kelengkapannya belajarnya.
  • Kasih sayang dan perhatian orang tua. Siswa malas pada umumnya berasal dari keluarga yang broken home, orang tua bercerai, memiliki ibu atau bapak tiri, sehingga orang tua kurang dapat mencurahkan perhatian dan kasih sayang pada anaknya, anak merasa ditelantarkan, disia-siakan, merasa bahwa dirinya tidak berarti.

Faktor dari dalam individu yang sering mempengaruhi adalah sebagai berikut:

  • Minat, motivasi dan cita-cita. Pada umunya siswa yang memiliki kebiasaan malas belajar atau sering tidak masuk sekolah karena tidak memiliki cita- cita atau harapan.
  • Pengendalian diri dan emosi. Siswa malas dapat disebabkan siswa tersebut tidak dapat menolak ajakan teman, perasaan takut, kecewa atau tidak suka kepada guru, emosi yang tidak stabil seperti mudah tersinggung, mudah marah dan putus asa.
  • Kelemahan fisik, panca indra dan kecacatan lainnya. Siswa yang memiliki kekurangan fisik kurang dapat berkembang dengan normal dimungkinkan memiliki sikap dan kebiasaan belajar kurang baik, siswa ingin diperhatikan, kurang percaya diri dan sebaliknya sombong sekedar menutupi kekurangannya.
  • Kelemahan mental seperti kecerdasan/ intelegensi dan bakat khusus.

Bagaimanapun juga, faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan belajar harus diarahkan agar terbentuk sebuah perilaku belajar yang positif. Dorongan dan bimbingan dari orang tua, guru dan orang-orang terdekat dengan siswa sangat mempengaruhi terbentuknya kebiasaan belajar ini.