Fakta Mengenai Lemak di Perut

By On Friday, May 20th, 2011 Categories : Artikel

(Fakta Mengenai Lemak di Perut) – Punya perut yang rata atau yang disebut “six-pack abs” adalah impian bagi banyak orang dewasa.

Jika anda berada diusia pertengahan, pernah hamil, atau terkadang senang banyak makan, maka anda mungkin punya ban serep yang ingin disingkirkan.

Lalu, apa strategi terbaik untuk menyingkirkan lemak di perut? Apakah hanya dengan menambahkan makanan tertentu ke dalam diet, atau melakukan olahraga tertentu?

Jangan putus asa, menurut para ahli, anda bisa menghilangkan lemak diperut. Tapi tidak ada formula rahasia untuk menghilangkannya.

“Tidak ada pill ajaib, program diet, makanan tertentu, atau jenis olahraga yang secara khusus mentargetkan lemak diperut. Tapi untungnya, lemak diperut itu adalah jenis lemak yang cenderung pertama kali akan hilang saat berat badan anda menurun,” kata Michael Jensen, MD, seorang spesialis endocrinology dan peneliti obesitas di Mayo Clinic.

Entah tubuh anda berbentuk “apel” dengan lemak berlebih dibagian perut, atau berbentuk “pear” dengan pinggang dan paha yang lebar, saat berat badan anda turun, sebagian besar sepertinya akan berasal dari bagian perut.

“99% orang yang menurunkan berat badannya akan lebih dulu kehilangan lemak dibagian perut sebelum bagian lain, dan secara proporsional sebagian besar akan berasal dari tubuh bagian atas,” kata Jansen, yang juga seorang profesor dibidang pengobatan.

Apa penyebabnya?
“Visceral fat, jenis lemak yang terselip di dalam pinggang anda itu lebih aktif secara metabolic dan lebih mudah untuk menghilang dibanding subcutaneous fat yang berada di bawah kulit, terutama jika anda punya banyak jenis lemak itu,” kata Penny Kris-Etherton, PhD, RD., seorang peneliti dari Penn State.

Dan semakin banyak berat badan yang ingin anda turunkan, semakin cepat sepertinya anda akan mulai menghilangkan lemak perut, kata para ahli.

“Orang-orang yang sangat overweight mungkin akan melihat hasil lebih cepat pada perut mereka dibanding orang yang punya perut lebih kecil, misalnya postmenopausal pouch,” kata Christine Rosenbloom, PhD, RD., seorang profesor di bidang nutrisi dari Georgia State University.