Dulu Rajin ke Salon, Setelah Jadi Ibu Aku Lebih Suka Tampil Alami

By On Sunday, March 19th, 2017 Categories : Cerita

Setelah menjadi ibu, seorang wanita akan menjalani peran dan tanggung jawab baru. Berat memang terasa tapi semua itu justru bisa memberi sebentuk kebahagiaan baru. Seperti kisah yang ditulis sahabat Vemale ini untuk mengikuti Lomba Bangga Menjadi Ibu. Ia menceritakan pengalamannya menjadi seorang ibu dengan prosesnya menyesuaikan sejumlah kebiasaan baru. Termasuk tak lagi rutin ke salon seperti yang pernah dilakukannya dulu.

Saat menatap putri kecil saya pulas dalam tidurnya, saya terbawa flashback pada hari ketika untuk pertama kalinya saya mendapati 2 garis merah pada alat cek kehamilan. Speechless. Membuncah kebahagiaan ini sampai tak bisa berkata-kata.

Saya sampaikan berita bahagia itu kepada suami, seketika wajah tegasnya berubah berbinar. Menyambut saya dengan pelukan dan kecupan sayang di kening. “Selamat sayang, kau calon ibu sekarang dan aku akan jadi seorang ayah,” begitu bisiknya. Hari per hari, minggu demi minggu dilalui dengan penuh pengharapan. Perut saya yang semakin membesar tak luput dari usapan lembut tangan suami yang bahagia akan menjadi bapak. Lantunan musik klasik Beethoven pun selalu saya perdengarkan.

Sampai genap masuk bulan ke-10 usia kehamilan, tepatnya bulan ketiga di tahun 2015 putri kami lahir ke dunia. Raib semua sakit saat kontraksi dan rasa sakit persalinan normal yang sering diibaratkan setara sakitnya 20 tulang patah bersamaan itu seketika hilang ketika melihat pipi gembulnya yang merona kemerahan. Sienna Kinara Jasmine, itu nama yang disematkan suami setelah mengumandangkan adzan ke telinga mungilnya. Tak ada lagi kata yang mampu saya ucapkan kecuali syukur pada Tuhan.

Menyandang gelar baru sebagai seorang ibu terasa begitu sulit. Dari nyeri jahitan yang masih terasa hingga baby blues yang melanda. Ya, saya termasuk salah satu ibu baru yang mengalami baby blues syndrome.Sering menangis tanpa sebab, gampang lelah, terkadang cemas tak beralasan sampai-sampai malas memperhatikan si kecil, semua itu saya alami karena sindrom tersebut.

Foto: dok. Kinara JasmineFoto: dok. Kinara Jasmine

Beruntung baby blues tak berlangsung lama karena banyak supportyang saya terima dan bersyukur juga masih dibantu ibu dan oma merawat baby born. Banyak belajar dari mereka, baru menyadari juga kalau tugas ibu itu tak patut dianggap enteng. Saya memahami banyak hal setelah jadi seorang ibu. Banyak pelajaran baru, mengerti makna hal yang dulu (mungkin) tak pernah tersentuh logika untuk dipikirkan.

Jadi Ibu itu…

Dari yang tak tau apa-apa, (belajar) jadi tahu semuanya.

Dari yang tak bisa apa-apa, (belajar) jadi bisa segalanya.

Dari yang bukan siapa-siapa, (berubah) jadi wanita teristimewa.

Ibu itu makhluk multitasking.Ibu itu manusia yang jago dalam seni mengalah, paling bisa menekan ego demi prioritas suami terutama anak-anaknya.

Foto: dok. Kinara JasmineFoto: dok. Kinara Jasmine

Dulu saya termasuk wanita pemerhati diri, yang rutin pergi ke salon, yang isi tas aneka macam kosmetik, yang rempong masalah fashion. Tapi sekarang, bertransformasi dari wanita pemerhati diri menjadi wanita yang memilih tampil alami. Bukankah aura ibu itu kecantikan sejati?

Menjadi pribadi lebih ikhlas yang tiap hari menikmati penampakan lantai yang berceceran mainan, yang punya telinga siap untuk mendengar kala si kecil antusias bercerita, yang isi tas tiap kali merogoh tak lagi ada lipstik justru minyak telon yang didapat dan pribadi yang siap dengan dua bahu untuk bersandar ketika dia mengantuk. Naluri sebagai ibu lah yang mendorong saya untuk lebih memilih berdamai pada keadaan. Berproses, menikmati tiap fase agar menjadi ibu yang lebih baik.

Teruntuk anakku,

Terima kasih sudah hadir dalam hidup Ibu, Nak.

Terima kasih sudah menjadikan Ibu wanita teristimewa

Ibu banyak belajar darimu, Nak.

Dari rona wajahmu Ibu belajar ketulusan.

Dari polah tingkah mu Ibu belajar keikhlasan.

Dari nyenyaknya tidurmu Ibu tau arti kenyamanan.

Dan dari semua dalam dirimu Ibu menemukan kebahagiaan.

Maafkan Ibu yang tak bisa jadi manusia sempurna untukmu, Nak.

Tapi Ibu takkan pernah lelah untuk belajar dan memperbaiki diri agar menjadi baik bagimu

Hanya karenamu rasa dalam hati Ibu ini tumbuh.

Ya, rasa BANGGA MENJADI IBU.