Diabaikan Itu Menyakitkan, 5 Alasan Berhenti Jadi Secret Admirer

By On Wednesday, February 1st, 2017 Categories : Artikel

Diam-diam kamu memperhatikannya. Setiap gerakan, senyuman, dan nada bicaranya kamu rekam baik-baik dalam otakmu. Saat dia menoleh padamu, mendadak detak jantungmu berpacu dengan cepat. Ah, menjadi pengagum rahasia (secret admirer)itu kadang memang hati tak karuan rasanya.

Tapi terlalu lama menjadi secret admirer juga tak baik untukmu, Ladies. Sampai kapan kamu hanya bisa mengharap tanpa pernah mendapat apa yang kamu inginkan? Apalagi ketika jelas-jelas dia tak pernah memperhatikanmu. Terkadang berhenti berharap itu jauh lebih baik daripada terus tenggelam dalam kebimbangan dan angan yang menipu.

Dia Tak Layak untuk Diperjuangkan

Buat apa memperjuangkan seseorang yang selama ini tak pernah menganggap keberadaanmu? Daripada mengorbankan perasaan hanya untuk menunggu sesuatu yang tak pasti, mending kamu alihkan energi dan prioritasmu untuk hal-hal yang jauh lebih penting lainnya. Nggak mau kan kalau nantinya malah kamu yang capek sendiri?

Bebaskan Dirimu dari Rasa Cemburu Tak Beralasan

Perasaan yang satu ini memang bikin hati tak karuan. Saat kamu melihat dekat dengan wanita lain, kamu bisa begitu marah dan cemburu. Ingin rasanya kamu mengutarakan rasa cemburumu tapi memangnya siapa dirimu? Kamu dan dia juga tak punya hubungan apa-apa. Dekat pun tidak. Jadi daripada terus mengagumi ia yang tak pernah peduli, mending bebaskan dirimu sebelum semua perasaan jadi terlalu dalam.

Kamu Punya Pilihan yang Lebih Baik

Soal hati dan perasaan kadang memang susah untuk dikendalikan. Ketika sudah menyukai seseorang, keinginan untuk bisa memilikinya seutuhnya begitu kuat. Tapi jika pada kenyataannya dia masih saja mengabaikanmu, kamu jelas punya pilihan yang lain. Pilihan untuk tak terlalu berharap. Berusaha tegas untuk memilih hal yang lebih logis, yaitu tetap menjalani harimu seperti biasa tanpa harus terbebani dengan angan tak pasti.

Mengembalikan “Kewarasan” Sikapmu

Menjadi seorang pengagum rahasia, stalking akun media sosialnya dan kepo tentang hidupnya sampai ke hal-hal yang sepele mungkin akan kamu lakukan. Tapi itu semua bikin hidupmu jadi makin tak terarah. Rasanya kewarasanmu pun mulai dipertanyakan. Sebelum semunya jadi tambah parah, sebaiknya mulai tata kembali hidupmu dengan membatasi aktivitas stalking atau kepo yang nggak penting.

Mencegah Luka Itu Terlalu Dalam

Sudah berapa lama kamu diabaikan olehnya? Sudah berapa banyak air mata yang mengalir karenanya? Sebelum semua itu jadi makin parah dan lukanya terlalu dalam, saatnya untuk bersikap tegas dengan sikapmu saat ini. Jangan sampai kamu mengorbankan kebahagiaanmu untuk sesuatu yang sia-sia.

Keputusannya kembali pada dirimu sendiri, di tanganmu masing-masing. Tak ada yang bisa memaksa hati dan perasaanmu. Namun, kamu tetap berhak mendapatkan cinta yang terbaik dalam hidupmu.