Di Balik Anak Sekolah, Ada Ibu Hebat yang Menyiapkan Segalanya

By On Thursday, March 16th, 2017 Categories : Artikel
Gratis Samsung

Moms, bagaimana kondisi pagimu hari ini? Buat Moms yang sudah memiliki anak usia sekolah, kami yakin jawabnya,”rempong cyinn..”. Wajar kok, mengingat anak yang masuk sekolah membutuhkan persiapan lebih panjang dan keterlibatan ibu di dalamnya.

Seperti layaknya hari pertama sekolah, ada banyak strategi yang harus kamu siapkan sebagai “Jenderal” di rumah. Coba saja lihat cerita Rossa, ibu satu anak yang memang sengaja menyiapkan buah hatinya sejak hari terakhir liburan panjang. Dikatakan Rossa bahwa di hari terakhir liburan sebelum masuk sekolah, dia akan memberi liburan yang berkesan.

“Berkesan nggak musti mahal kok, yang penting dia nanti bisa cerita sama teman-temannya di sekolah,” kata Rossa. Khusus di hari pertama sekolah, Rossa juga menyiapkan makanan bekal lucu nan imut.”Kalau makanan bekel ke sekolah harus beda. Intinya biar dia lebih semangat saja,” ujar ibu berambut indah ini.

Kenapa sih suntikan semangat buat anak di hari pertama masuk sekolah itu penting? Menurut Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi.,Psi, dari Lembaga Terapan Psikologi Universitas Indonesia, karena pemikiran anak masih terbatas pada hal yang konkret dan jangka pendek, ia belum paham tujuan umum dari bersekolah yang bersifat abstrak dan berjangka panjang.

“Oleh karena itu anak masih butuh motivasi eksternal yang datang dari orang di sekitarnya agar bersemangat bersekolah,” kata Vera pada Vemale.com.

Bentuk motivasi eksternal biasanya dapat dirasakan anak dalam jangka waktu tidak terlalu lama. Misalnya di sekolah dapat bermain dengan berbagai macam mainan atau bisa bertemu dan bermain dengan teman (sebutkan nama-nama teman terdekatnya).

“Anak juga dapat diberikan motivasi berupa reward berupa barang atau sesuatu yang ia suka. Asal tidak berlebihan atau terlalu sering dan setimpal dengan usaha anak, tidak apa-apa,” tegas Vera lagi.

Agar motivasi itu semakin sempurna, Mom juga bisa memberikan motivasi internal. Wujudnya dalam suntikan pujian atas perilaku sederhana yang ditunjukkannya. Ayah pun bisa memberi dukungan serupa.

Hal lain yang bisa dilakukan Mom yang anaknya baru pertama kali masuk sekolah adalah kolaborasi dengan pihak sekolah. Dalam hal ini, Mom bisa bekerja sama dengan guru. Seperti yang dilakukan Ita, ibu pekerja yang ikut menemani putra tunggalnya saat masuk TK A.

Kala itu, guru yang mengajar meminta orangtua agar menemani si anak selama sepekan pertama.”Dua hingga tiga hari pertama, kita tunggu sampai selesai jam sekolah. Selanjutnya, hari ke empat-ke lima, kita hanya tunggu sejam saja di ruang kelas. Minggu kedua, orangtua hanya boleh mengantar saja,” papar Ita.

Seru ya Mom! Mengantar anak sekolah mungkin terdengar sederhana. Tapi di balik itu semua, ada seorang ibu yang pontang-panting menyiapkan segalanya agar sekolah terasa sempurna. Yuk, kita beri anak saran dan motivasi terbaik agar dia antusias menuntut ilmu.

Broken Hill Bears: Boxed Set (Books 1-3): Bear Shifter Romances, Weddings, Receptions, and Murder: A Craft Circle Cozy Mystery, Cécile is Dead, Why Mosquitoes Buzz in People's Ears, Dividing Eden (Dividing Eden, #1), Manifest Destiny, Vol. 1: Flora & Fauna, This Is My Home, This Is My School, Serena, El enojo de Wiracocha, Fate Hates (Twist of Fate Book 1), Dear Mr. Turner (Mail-Order Bride Ink, #2), The Elite (The Selection, #2), Takdir Untuk Aku, LaClaire Nights: An After Hours Novel (After Hours Series), Sex Criminals, Vol. 1: One Weird Trick, The Devil in Her Way (Maureen Coughlin, #2), Toyota Production System: Beyond large-scale production, Billionaire Unknown: Blake, The Haunting of Hill House, Ydris – kniha první (Odkaz tastedarů, #1)