Dewi Sartika ”Pejuang Pendidikan Untuk Perempuan”

By On Wednesday, March 1st, 2017 Categories : Biografi

Dewi Sartika Pahlawan Nasional

Nama : Dewi Sartika

Lahir :  4 Desember 1884, Cinean, Bandung
Meninggal : Tasikmalaya, 11 September 1947
Makam : Kompleks Pemakaman Bupati Bandung di Jalan Karang Anyar
Pasangan : Raden Kanduruan Agah Suriawinata
Zodiac : Sagittarius
Warga Negara : Indonesia

    Biografi Dewi Sartika

Dewi sartika seorang pahlawan perempuan yang selalu memperjuangkan hak-hak pendidikan bagi kaum perempuan. Dewi sartika seorang perempuan yang lahir di daerah cicalengka, bandung jawa barat. Pada tanggal 4 desember 1884. Beliau wafat pada umur 62 tahun yaitu pada tanggal 11 september tahun 1947. Dewi sartika mendapat gelar pahlawan nasional pada tahun 1966. Orang tua Dewi sartika juga seorang pejuang kemerdekaan yang bernama Raden Somanagara. Ayah dewi sartika pernah diasingkan oleh Belanda di ternate dan wafat disana juga. Mari kita bahas lebih jauh lagi tentang biografi Dewi sartika.

Keluarga Dewi sartika merupakan dari keluarga priyayi di sunda. Ibu dari dewi sartika yaitu Ny. Raden Rajapermas. Orang tua dari dewi sartika menginginkan beliau untuk bersekolah di sekolah Belanda. Setelah wafatnya ayahanda dari Dewi sartika beliau dirawat oleh kakak dari ibunya yang tinggal di daerah cicalengka, jawa barat. Dari beliau dewi sartika belajar banyak hal tentang masalah kesundaan. Selain itu beliau juga belajar tentang budaya barat Belanda dari seorang asisten residen yang berasal dari Belanda. Dari buku biografi dewi sartika, dijelaskan bahwa semasa hidupnya beliau mempunyai rasa pendidikan yang sangat tinggi. Beliau mengajarkan baca tulis kepada warga sekitar.
Dewi sartika menempuh pendidikan dasar di cicalengka. Dari kecil beliau memang sudah memiliki minat dengan dunia pendidikan. Pada waktu kecil beliau sering berperan sebagai guru dengan teman-temannya. Pada waktu kecil beliau sudah bisa baca dan tulis. Selain itu bisa mengucapkan beberapa patah kata bahasa Belanda. Sedangkan pada masa itu anak-anak masih banyak yang belum bisa baca tulis karena minimnya pendidikan. Beliau berpikir bagaimana caranya agar anak-anak perempuan disekitarnya bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Oleh karena itu beliau akhirnya mendirikan sekolah bandung. Membaca biografi dewi sartika memberikan banyak inspirasi bagaimana memperjuangkan sebuah pendidikan.
Dengan bantuan dari R.A.A Martanegara Den Harmer dan juga kakeknya. Beliau dapat menjabat sebagai inspiktur pengajaran dan pada tahun 1904 Dewi sartika akhirnya bisa mendirikan sebuah sekolah yang diberi nama Sekolah Istrie. Sekolah ini dibuat untuk dikhususkan perempuan. Di sekolah tersebut beliau mengajarkan membaca, menulis, menjahit, pelajaran agama, merenda dan lain sebagainya kepada perempuan. Di buku biografi dewi sartika diceritakan bahwa sekolah tersebut awalnya hanya 20 orang. Tetapi semakin bertambah, semakin banyak siswa yang ikut bersekolah di sekolah tersebut.
Dewi sartika ingin semua perempuan di Indonesia dapat menempuh pendidikan dan dapat menjadi seorang istri yang baik nantinya. Setelah didirikannya sekolah istri oleh dewi sartika, semakin banyak sekolah yang didirikan di daerah sunda. Setelah beberapa tahun sekolah istri berubah nama menjadi sakola kautamaan istri dan pada tahun 1929 sekolah tersebut diganti menjadi sekolah raden dewi. Itulah beberapa cerita tentang biografi dewi sartika. Jangan pernah takut untuk meraih pendidikan setinggi mungkin. Pendidikan itu penting untuk masa depan yang lebih baik.

    Penghargaan Dewi Sartika

  • Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI no 152/1966

Seperti itulah beberapa kisah perjalanan atau biografi Dewi Sartika yang sempat kami paparkan. Semoga dapat menambah pengetahuan untuk pembaca