Dampak Penyalahgunaan Narkoba

Dampak Penyalah Gunaan Narkoba –  menyerang dan merusak syaraf dan akal manusia. Ini mengakibatkan perasaan dan akal seseorang tidak berfungsi normal. Bila dua organ tersebut tidak berfungsi, sebenarnya manusia itu telah kehilangan kemanusiaannya. Penyalahgunaan pemakaian morfin maupun heroin yang berkepanjangan dapat menimbulkan “addict” (ketergantungan) dan ia akan meningkatkan takaran pemakaian sesuai dengan tingkat efeknya. Untuk itu penulis sarankan supaya orang tua dan segenap masyarakat segera melakukan penanggulangan penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, pemakaian kokain yang berlebihan akan mengakibatkan kejang-kejang diikuti dengan timbulnya gangguan pernapasan. Hal ini bisa menjadi fatal bagi pemakai jika terjadi koma dan gangguan fungsi jantung. Ganja juga dapat mengakibatkan denyut jantung menjadi meningkat dan gangguan pada paru-paru (pernapasan) yang dapat menimbulkan kanker. Pemakaian pada masa kehamilan dapat mengakibatkan bayi yang prematur dan cacat.
Penggunaan minuman beralkohol tinggi sangat menimbulkan masalah, lagi-lagi jika pemakai bereksperimen, seperti mencampur satu zat dengan alkohol. Efeknya dapat mengakibatkan organ-organ dan fungsi tubuh menjadi rusak.

Dampak Pribadi

1. Semangat bekerja/belajar menurun, suatu ketika bisa bersikap seperti orang “edan”
2. Kepribadian berubah drastis, seperti berubah menjadi pemurung, pemarah, dan sikap melawan kepada siapapun.
3. Menimbulkan “cuek” terhadap diri sendiri, seperti malas sekolah, malas mengurus rumah, tempat tidur, kebersihan, dll.
4. Tidak lagi taat terhadap norma agama, hukum, dan norma masyarakat.

Dampak terhadap Keluarga

1. Tidak lagi mnjaga sopan santun, bahkan melawan orang tua sekalipun.
2. Kegiatan mencuri uang maupun menjual barang di rumah yang bisa diuangkan untuk membeli napza atau narkoba akan terjadi.
3. Kurang menghargai barang di rumah, mengendarai kendaraan tanpa perhitungan yang menyebabkan kerusakan atau kecelakaan.
4. Penyembuhan atau rehabilitasi terhadap pecandu memerlukan biaya yang sangat besar, akan mengganggu ekonomi keluarga.

Dampak terhadap Bangsa dan Negara

1. Generasi muda sebagai pewaris bangsa yang seharusnya menerima tongkat estafet kepemimpinan semakin rusak.
2. Hilang rasa nasionalisme, patriotisme, dan rasa cinta terhadap bangsa dan negara. Hal ini akan memudahkan para provokator untuk menghancurkan negara.

Untuk mencegah timbulnya dampak dan bahaya yang ditimbulkan akibat NAPZA ini, perlu sekali kita mendeteksi gejala dini pada seseorang yang dicurigai sebagai pengguna, antara lain :

Di Rumah

1. Jarang ikut kegiatan keluarga.
2. Suka di tempat yang sepi, di toilet, kamar yang terkunci, dsb.
3. Suka berbohong.
4. Pulang ke rumah sering larut malam.
5. Malas makan dan makan sembarangan.
6. Sering memasang musik keras-keras tanpa peduli di sekitarnya.
7. Jarang mau mengenalkan teman-temannya.
8. Terdapat pipa penyedot, alumunium foil (grenjeng), lilin, dan pewangi pada kamarnya.
9. Meninggalkan kegiatan agama atau ibadah.

Di Sekolah / Kampus

1. Menghiraukan pelajaran dan sering ngantuk.
2. Suka membolos sekolah/kuliah.
3. Tidak membayar uang sekolah/kuliah yang diamanatkan orang tua.

Dalam Pergaulan

1. Sering berkelahi.
2. Suka melanggar peraturan (sendiri maupun bersama “geng”nya).
3. Toleransi (akrab) terhadap sesama pengguna dan merahasiakan kelompoknya.
4. Suka meminjam barang, mencuri, bahkan menjualnya.
Sikap Pribadi

1. Suka memakai kaca mata hitam / gelap.
2. Untuk menutupi bekas suntikan dan sayatan, ia suka memakai jaket atau pakaian berlengan panjang.
3. Malas mengurus diri sendiri.
4. Sering pusing.
5. Sering batuk dan pilek berkepanjangan.

Dampak dampak di atas merupakan dampak dari segi mental bukan  fisik

Tags:

Kebijakan pemerintah Kerajaan Belanda yang dikendalikan oleh Prancis sangat kentara pada masa Gubernur Jenderal Daendels (1808 – 1811). Kebijakan yang diambil Daendels sangat berkaitan dengan tugas utamanya yaitu untuk mempertahankan Pulau Jawa dari serangan pasukan Inggris. Dalam upaya mempertahankan Pulau Jawa, Daendels melakukan hal-hal berikut. a. Membangun ketentaraan, pendirian tangsi-tangsi/ benteng, pabrik mesiu/senjata di Semarang @more..
Berkat kemajuan transportasi dan komunikasi, saat ini masyarakat sangat mudah melakukan kegiatan perpindahan penduduk. Perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain baik untuk menetap maupun sementara, perseorangan maupun kelompok disebut migrasi. Kamu tentu sadar bahwa masyarakat Indonesia tinggal di daerah rawan bencana, terutama gempa bumi dan gunung meletus. Hanya Pulau Kalimantan yang tidak memiliki @more..
(Sejarah Kerajaan Islam: Kerajaan Perlak) – Perlak adalah kerajaan Islam tertua di Indonesia. Perlak adalah sebuah kerajaan dengan masa pemerintahan cukup panjang. Kerajaan yang berdiri pada tahun 840 ini berakhir pada tahun 1292 karena bergabung dengan Kerajaan Samudra Pasai. Sejak berdiri sampai bergabungnya Perlak dengan Samudrar Pasai, terdapat 19 orang raja yang memerintah. Raja yang @more..
Biologi merupakan cabang dari sains. Biologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Dalam ilmu biologi, terdapat cabang-cabang biologi, yaitu ilmu yang dikembangkan dari biologi. Cabang-cabang tersebut di antaranya adalah anatomi, bioteknologi, ekologi, genetika, fisiologi, dan masih banyak lagi. Berikut ini adalah cabang-cabang biologi beserta hal yang dipelajarinya. 1. Botani => ilmu yang mempelajari tentang @more..
Bakteri adalah mikroorganisme uniseluler yang memiliki ukuran beberapa mikrometer (antara 0,5 dan 5 mikron , biasanya), dan memiliki berbagai bentuk termasuk bola (coccus), batang (basil) dan heliks (spiral). Bakteri prokariotik , tidak seperti seleukariota (dari hewan , tumbuhan , jamur , dll) tidak memiliki organel bermembran internal. Biasanya memiliki suatu dinding sel terdiri dari peptidoglikan @more..