Dampak dari pemanasan global

By On Thursday, March 2nd, 2017 Categories : Artikel

Pemanasan global atau global warming merupakan masalah yang tiada ujungnya, kita sudah bisa merasakan berbagai dampak dari terjadinya pemanasan global. Polusi udara, polusi air dan polusi tanah merupakan salah satu faktor yang melatar belakangi terjadinya pemanasan global.

Asap kendaraan bermotor, asap pabrik, dan asap yang dihasilkan dari pembakaran merupakan salah satu penyumbang polusi udara, limbah pabrik yang tidak difilter dengan baik lalu di buang ke sungai juga bisa menyumbang terjadinya polusi air, menggunakan pestisida tanaman yang berlebihan akan merusak struktur tanah yang berakibat hilangnya zat hara dalam tanah sehingga tanah tidak subur dan tidak cocok untuk di tanami.

Efek rumah kaca dan semakin menipisnya RTH atau ruang terbuka hijau juga akan mengikis lapisan ozon yang yang berfungsi sebagai filter sinar ultraviolet yang apabila langsung mengenai akan berdampak buruk. Alhasil bumi akan menjadi semakin panas dan mempengaruhi ekosistem lingkungan.

Dari berbagai faktor diatas, hal tersebut pasti akan berdampak langsung pada lingkungan sekitar. Adapun beberapa dampak yang diperkirakan akan terjadi dalam beberapa tahun kedepan:

  1. Hutan Amazon akan berubah menjadi gurun

 

Memiliki jutaan spesies dan memiliki 1/5 cadangan air bersih dunia, hutan Amazon merupakan hutan tropis terbesar di dunia. Namun akibat dari pemansan global dan eksploitasi hutan ilegal menjadikan fungsi hutan sebagai penyerap karbon dan merubah 30-60 persen hutan menjadi padang rumput kering. Proyeksi menunjukan hutan ini akan berubah menjelang tahun 2050.

 

  1. GREAT BARRIER REEF LENYAP DALAM 20 TAHUN

 

 

Semakin naiknya suhu di bumi dalam 20 tahun akan mengakibatkan naiknya air laut, hal ini akan berdampak pada tenggelamnya gugusan karang cantik nan ajaib ini. Charlie, mantan kepala peneliti di Australian Institute of Marine Science mengatakan: “Tidak ada harapan, Great Barrier akan lenyap dalam waktu 20 tahun lagi. Ketika karbon (CO2) menyentuh level yang sudah di prediksi yakni antara tahun 2030 sampai 2060 seluruh karang akan lenyap”. Hal ini juga di dukung oleh para peneliti karang dan semua organisasi terkait lainnya.

 

  1. GURUN SAHARA AKAN MENGHIJAU

 

Para ilmuan melihat tanda-tanda bahwa gurun Sahara dan wilayah sekitarnya menghijau akibat meningkatnya intensitas curah hujan. Hujan ini mampu merevitalisasi wilayah yang gersang sehingga mampu menarik komunitas petani. Menyusutnya gurun sahara menjadi hal yang perlu untuk di telaah lebih jauh, melihat dari model iklim yang ada disana. Para ilmuan memprediksi kondisi gurun Sahara akan kembali menjadi padang rumput subur seperti yang terjadi sekitar 12 ribu tahun yang lalu.

 

  1. ANGIN TOPAN BERTIUP LEBIH DAHSYAT

 

Hal ini sebenarnya masih belum bisa di jelaskan apakah global warming akan bertanggung jawab atas terjadinya badai katrina. Tetapi ada indikasi bahwa global warming akan mengakibatkan badai kategori 5 – badai Katrina sendiri berkategori 4 saat menghantam Lousiana. Kekuatan badai dimulai dari adanya air hangat dan model – model ramalan menunjukkan badai di masa depan akan menjadi lebih dahsyat seiring dengan naiknya temperatur lautan. Global Warming juga membuat badai – badai itu lebih destruktif dengan naiknya permukaan laut yang memicu banjir yang lebih besar di wilayah pesisir.

 

  1. HEWAN – HEWAN MENYUSUT

 

Riset baru membuktikan bahwa spesies hewan mengalami penyusutan hingga 50 persen dalam massa tubuhnya dalam 30 tahun terakhir. Para peneliti menyebutkan bahwa hal ini bsa merusak rantai-ranti makanan yang ada di alam bebas, hal ini bisa berdampak pada terancam menyusutnya mangsa atau minimnya predator.

 

  1. KOTA LONDON TENGGELAM PADA TAHUN 2100

 

Tidak hanya karang atau susunan pulau-pulau kecil yang terancam akibat global warming, faktanya hal tersebut juga menghantui kota-kota besar di wilayah pantai yang beresiko tenggelam jika kondisi air laut terus meningkat. Diperkirakan London dan New York juga termasuk kota yang akan tenggelam di akhir abad ini. Menurut penelitian yang menyebutkan bahwa global warming akan mengakibatkan naiknya permukaan laut lebih cepat dari yang di prediksi sebelumnya. Menurut para ahli kota London akan tenggelam dalam 100 tahun lagi.

 

  1. . INDONESIA KEHILANGAN RIBUAN PULAU – NYA

 

Sedikitnya akan ada 2000 pulau kecil di Indonesia yang di perkirakan akan tenggelam sebelum tahun 2030 dan hal ini semkain di perparahdengan adanya penambangan liar dan segala aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan. Hingga saat ini ada sekitar 24 dari 17.500 pulau yang ada di wilayahnya.

 

  1. GLOBAL WARMING AKAN MEMICU TERORIS

 

Global warming bisa menciptakan kondisi yang tidak stabil di negara-negar miskin, hal ini memicu terjadinya migrasi dan menjadi tempat subur berkembangnya terorisme. Akibat iklim yang keras dan tidak menentu menyebabkan banyak orang meninggalkan negaranya dan karena suatu tekanan mereka bisa melakukan tindakan terorisme. Belum lagi jika ada masalah yang timbul akibat penolakan dari negara yang menjadi tujuan migrasi.

 

  1. PEGUNUNGAN ALPEN MENCAIR

 

Belakangan ini terlihat menurunnya intensitas salju di wilayah-wilayah rendah, menyusutnya volume glacier dan meningkatnya cairan wilayah es beku. Hal ini berdampak langsung pada aktivitas turisme di musim dingin. Diprediksi glacier – glacier itu akan hilang antara tahun 2030 dan 2050. Berkurangnya glacier-glacier di Alpine berdampak menyapu batas wilayah antara negara Itali – Swiss.

 

 

  1. TENGGELAMNYA KEPULAUAN MALDIVA

 

 

Wilayah kepulauan rendah atau flat, di perkirakan akan ditenggelamkan oleh lautan yang mengelilinginya. Hal ini merupakan suatu berita buruk bagi para penghuninya dan sektor wisata yang mengandalkan pantai berpasir putih dengan air laut yang hangat. Tidak butuh waktu sampai 100 tahun untuk melihat pulau ini benar-benar hilang di telan samudera.

 

 

  1. KEKERINGAN

 

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh sekelompok ahli iklim Inggris menemukan bahwa pemanasan global akan mengakibatkan kekeringan besar dalam 100 tahun ke depan.
Skala kekeringan begitu besar hingga mencakup setengah dari total lahan yang kita miliki saat ini. Tentu saja kekeringan akan berdampak langsug pada hasil panen pertanian yang akan membahayakan populasi manusia.

 

 

  1. . WABAH

 
perubahan iklim membuat intensitas lonjakan epidermi sejumlah penyakit. Berbagai virus yang mulanya tidak bisa bertahan pada suhu dingin akibat perubahan iklim, virus yang tadinya hanya mampu berkembang dalam iklim tropis kemudian menyebar ke daerah lain.
 

  1. BANJIR

 

Perubahan iklim yang ekstrem bisa memicu terjadinya banjir, perubahan iklim juga menjadikan berubahnya pola cuaca di seluruh dunia. Dalam beberapa tahun terakhir kita bisa melihat terjadinya banjir besar di berbagai belahan dunia. Sebuah penelitian mengungkap bahwa frekuensi banjir bandang akan meningkat dalam abad ini.

 

  1. PENCAIRAN ES DI KUTUB

 

Pemanasan global mengakibatkan mencairnya es di kutub utara dan sebagian wilayah Antartika (Kutub Selatan), suha di daerah ini meningkat antara dua sampai tiga kali lipat. Padahal es di kutub memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, kalau sampai es di kutub mencair hal ini akan berdampak buruk bagi pulau-pulau yang ada dibawahnya seperti kota Shanghai dan Kepulauan Maladewa adalah beberapa tempat yang terpapar dari siklus alam tersebut.

 

  1. KABUT ASAP (SMOG)

 

 

Meningkatnya suhu akibat pemanasan global akan membuat konsentrasi kabut asap di atmosfer mengalami peningkatan.
Peningkatan kabut asap pada akhirnya akan menyebabkan penyakit dan kematian.
Kabut asap juga mengintensifkan gelombang panas yang tentu saja dapat berdampak buruk bagi kehidupan.

 

  1. KEBAKARAN HUTAN

 

Selama dekade terakhir ini, banyak penelitian telah dilakukan untuk memastikan apakah pemanasan global menyebabkan peningkatan frekuensi dan intensitas kebakaran hutan.
Kebakaran hutan menyebabkan kerusakan ekosistem dan infrastruktur. Akibat kebakaran hutan, jumlah pelepasan karbon dioksida yang merupakan gas rumah kaca juga akan meningkat yang pada akhirnya memperparah pemanasan global (global warming).
Dari berbagai ulasan dampak global warming diatas, kita bisa menyimpulkan untuk selalu menjaga ekosistem lingkungan agar bisa lebih lama terhindar dari berbagai dampak yang bisa timbul.