Contoh Komponen biotik ekosistem

By On Friday, February 24th, 2017 Categories : Sains

Faktor biotik dalam suatu ekosistem termasuk hewan yang mengkonsumsi organisme lain dan organisme ini pada gilirannya dikonsumsi

Komponen biotik merupakan bagian ekosistem yang terdiri atas mahluk hidup, seperti tumbuhan, hewan, ataupun mahluk hidup pengurai. Berdasarkan fungsinya didalam ekosistem, komponen biotik dibedakan menjadi tiga macam, yaitu produsen, konsumen, dan dekomposer (pengurai). Masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Produsen berfungsi sebagai penghasil makanan, konsumen sebagai pemakan, dan dekomposer menjadi pengurainya.

a.    Produsen

Produsen merupakan mahluk hidup yang dapat menghasilkan bahan organik yang sangat dibutuhkan oleh mahluk hidup lainnya. ingatkah anda tentang fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan? Semua tumbuhan berklorofil merupakan produsen karena dapat mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik melalui proses fotosintesis. Fotosintesis dapat terjadi dengan bantuan cahaya matahari. Hasil fotosintesis berupa makanan yang merupakan energi bagi mahluk hidup lainnya.

b.    Konsumen

Konsumen merupakan mahluk hidup yang berperan sebagai pemakan organik atau energi yang dihasilkan oleh produsen yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Singkatnya, konsumen adalah pemakan. Manusia dan hewan merupakan mahluk hidup yang tidak dapat mengubah bahan anorganik, menjadi bahan organik, sehingga manusia dan hewan disebut konsumen. Dengan demikian, kehidupan konsumen sangat bergantung pada produsen. Konsumen dapat dibagi menjadi beberapa tingkatan, yaitu:

1)    Konsumen tingkat pertama (konsumen primer) merupakan konsumen yang memakan tumbuhan secara langsung, misalnya hewan pemakan tumbuhan (herbivor), seperti zooplankton, ulat, belalang, tikus, sapi, kerbau, kambing dan kuda.
2)    Konsumen tingkat kedua (konsumen sekunder) merupakan konsumen yang memakan konsumen tingkat pertama, misalnya, burung pemakan ulat dan katak memakan belalang. Biasanya adalah hewan pemakan daging (karnivor).
3)    Konsumen tingkat ketiga (konsumen tersier) merupakan konsumen yang memakan konsumen tingkat kedua, misalnya ular memakan katak dan tikus.
4)    Konsumen tingkat keempat (konsumen puncak) merupakan konsumen yang memakang konsumen tingkat ketiga, misalnya burung elang memakan ular. Manusia sebagai pemakan tumbuhan dan daging (omnivora) juga berada pada tingkatan konsumen.

Contoh Komponen biotik ekosistem

Contoh Komponen biotik ekosistem

Contoh Komponen biotik ekosistem

Komponen biotik dari suatu ekosistem terdiri dari komponen hidup yang terjadi kontak dengan satu sama lain, interaksi dan pengaruh timbal balik. Faktor biotik dalam suatu ekosistem termasuk hewan yang mengkonsumsi organisme lain dan organisme ini pada gilirannya dikonsumsi oleh organisme lain di tingkat trofik yang lebih tinggi. Komponen biotik terdiri dari bagian hidup dari ekosistem; itu termasuk hubungan dari sejumlah populasi yang saling terkait yang berasal dari spesies yang berbeda. Komponen hidup ekosistem adalah hewan, tumbuhan dan mikroba.

Contoh produsen: Tanaman hijau, bakteri fotosintesis (Chromatium dan Cyanobacteria) dan bakteri kemosintietik (bakteri Sulphur dan bakteri Besi). Fitoplankton adalah produsen dalam ekosistem perairan.

Konsumen

Komponen ekosistem yang tergantung pada produsen atau autotrof untuk makanan mereka dikenal sebagai konsumen. Konsumen juga dikenal sebagai heterotrof. Heterotrof adalah hewan yang tidak menghasilkan makanan mereka sendiri tetapi bergantung pada organisme lain untuk makanan mereka. Contoh konsumen semua hewan dan beberapa tanaman.

Ada berbagai jenis konsumen:

Konsumen Primer: Contoh – hewan herbivora seperti sapi, tikus, rusa, gajah, kambing, dll
Konsumen utama dalam ekosistem perairan adalah krustasea, moluska dan beberapa jenis ikan yang memakan fitoplankton.
Konsumen sekunder: hewan karnivora dan omnivora hewan termasuk dalam kategori ini dari konsumen. Hewan ini memakan hewan herbivora. Contoh – Gagak, rubah, burung gereja, serigala, anjing, kucing, ular, dll
Konsumen Tersier: Organisme ini adalah hewan karnivora kuat. Contoh – Singa, harimau, burung pemakan bangkai, cheetah, dll.

Dekomposer: Organisme ini mengubah zat organik menjadi zat anorganik atau sederhana. Contoh – jamur Saprophytic (Rhizopus (jamur roti), Mucor (Agaricus) dan ragi, dan bakteri.
Parasit: organisme ini menginfeksi dan bertahan pada ekosistem tuan rumah. Contoh – Berbagai parasit yang ditemukan; seperti berbagai jenis bakteri, jamur, tanaman berbunga beberapa, sebagian besar protozoa, serangga dan nematoda parasit.

Didalam ekosistem terjadi beberapa interaksi.

Tipe interaksi tersebut, antara lain:

1)    Netralisme, hubungan antara dua organisme baik terpisah, terkumpul tidak saling merugikan, misalnya ayam dengan kelinci pada suatu halaman berumput.

2)    Mutualisme, jika dua spesies berbeda terpisah, masing-masing tidak dapat hidup selayaknya tapi kalau keduanya bersatu, maka keduanya dapat hidup selayaknya, saling menguntungkan, misalnya bakteri Rhizobium sp dengan tumbuhan polong-polongan.

3)    Parasitisme, hidup bersama dua organisme yang hanya menguntungkan sepihak saja, misalnya hubungan antara benalu dengan pohon inangnya.

4)    Predatorisme, hubungan antara pemangsa dengan yang dimangsa. Dalam predatorisme tidak ada gradasi mangsa dihabiskan seluruhnya oleh pemangsa.

5)    Kooperasi/sinergisme, jika dua organisme hidup bersama, maka hubungan saling menguntungkan, tetapi kedua organisme tidak harus hidup bersama, misalkan antar jamur dengan ganggang pada lumut kerak.

6)    Kompetisi, persaingan antara dua organisme berbeda untuk mendapatkan makanan, air, udara, cahaya, ruang, dan pasangan kawin.

7)    Komensalisme, hubungan antara organisme yang lain tidak dirugikan dan tidak diuntungkan, misalnya tanaman epifit dengan inangnya.

c.    Dekomposer (Pengurai)

Dekomposer atau pengurai adalah organisme heterotrof yang mendapatkan energi dari menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati. Organisme pengurai berupa mikroorganisme yang terdiri dari bakteri dan jamur. Sisa-sisa makanan, bangka binatang, dan sisa bahan organik lainnya akan menjadi makanan bagi organisme dekomposer. Setelah diurai oleh organisme dekomposer, sisa bahan organik tersebut membusuk menjadi komponen penyusun tanah. Tanah menjadi subur dan baik untuk ditanami. Begitu seterusnya, sehingga tanaman sebagai produsen dikonsumsi oleh konsumen primer, dan sampai pada akhirnya konsumen akhir mati dan diuraikan oleh dekomposer.