Ciri-Ciri Zygomycota

By On Saturday, February 25th, 2017 Categories : Sains

Zygomycota, atau jamur konjugasi, termasuk jamur, seperti yang menyerang roti dan produk makanan lainnya. Karakteristik untuk mengidentifikasi dari Zygomycota adalah pembentukan zygospora selama reproduksi generatif dan tidak adanya dinding sel hifa kecuali dalam struktur reproduksi.

Banyak (sekitar 100 spesies) yang dikenal merupakan simbion pada akar tanaman. Kelompok jamur Zygomycota memiliki ciri utama, yaitu menghasilkan zigospora sebagai hasil reproduksi generatif. Tubuh Zygomycota terdiri atas hifa tak bersekat yang memiliki banyak inti sel. Septa hanya terdapat pada sel untuk reproduksi. Dinding sel mengandung zat kitin. Zygomycota tidak memiliki tubuh buah. Beberapa hifa berdiri tegak dan membentuk sporangiofor. Pada ujung sporangiofor terbentuk sporangium berbentuk bulat. Di dalam sporangium terdapat spora vegetatif. Sporangium yang sudah tua berwarna kehitaman.

Anggota kelas ini sebagian besar hidup di darat dan di dalam tanah atau pada bagian tumbuhan dan hewan yang membusuk. Perkembangbiakan jamur dalam kelas ini adalah perkembangbiakan generatif dengan gametangiogami dari dua hifa yang saling sesuai dengan menghasilkan zigospora, sedangkan perkembangbiakan vegetatif dilakukan dengan membentuk spora tak berflagel yang berupa sporangiospora atau konidia. Zygomycota mempunyai hifa senositik, yaitu hifa yang mengandung banyak inti dan tidak mempunyai sekat melintang, jadi hifa berbentuk satu tabung halus yang mengandung protoplast dengan banyak initi.

Seperti halnya jamur lain, zygomycota memproduksi dinding sel yang mengandung zat kitin,mereka tumbuh sebagai miselia atau benang-benang yang disebut hifa. Jamur dalam kelas ini disebut sebagai jamur paling tinggi dibandingkan dengan kelas Ascomycota dan Basidiomycota.

Zygomycota dapat membentuk alat reproduksi secara generatif berupa zigosporangium yang berdinding tebal sehingga tahan terhadap kondisi kering atau lingkungan yang buruk. Zigosporangium secara metabolis tidak aktif sehingga tahan terhadap kondisi beku dan kering. Namun, setelah kondisi lingkungan membaik, zigosporangium yang mengandung zigospora akan berkecambah menghasilkan sporangium yang di dalamnya terdapat spora generatif. Jamur Rhizopus sp. memiliki rizoid yang berfungsi menyerap nutrisi dan hifa horizontal yang disebut stolon.

Cara Hidup Zygomycota

Sebagian besar Zygomycota hidup sebagai saproba (pengurai) di tanah, pada sisa-sisa organisme yang sudah mati atau membusuk, dan makanan (misalnya tempe, roti, dan nasi). Beberapa jenis ada yang hidup bersimbiosis mutualisme dengan akar tumbuhan membentuk mikorhiza. Dalam hubungan simbiosis mutualisme ini, jamur dapat memperoleh nutrisi berupa zat organik dari tumbuhan inang, sedangkan akar tumbuhan inang dapat meningkatkan penyerapan air dan mineral di dalam tanah. Ada pula jamur yang hidup parasit pada organisme lain sehingga menyebabkan penyakit, misalnya jamur penyebab pembusukan pada tanaman ubi-ubian.

Ciri-Ciri Zygomycota

Daur Hidup Zygomycota

Zygomycota mengalami dua macam cara bereproduksi. Reproduksi secara vegetatif terjadi bila kondisi lingkungan baik dan mendukung, sedangkan reproduksi secara generatif dapat terjadi bila kondisi lingkungan kering dan tidak menguntungkan.

a. Reproduksi vegetatif Zygomycota

Zygomycota bereproduksi secara vegetatif dengan fragmentasi hifa dan pembentukan spora vegetatif (sporangiospora). Hifa dewasa yang terputus dan terpisah dapat tumbuh menjadi hifa jamur baru. Pada bagian hifa tertentu yang sudah dewasa, terbentuk sporangiofor. Pada ujung sporangiofor terdapat sporangium (kotak spora) yang di dalamnya terjadi pembelaban Sel secara mitosis yang menghasilkan sporangiospora berkromosom haploid (n).

b. Reproduksi generatif Zygomycota

Reproduksi generatif Zygomycota dengan cara pembentukan spora generatif (zigospora) melalui peleburan antara hifa yang berbeda jenis.

reproduksi generatif Zygomycota

reproduksi generatif Zygomycota

Contoh Zygomycota

Anggota jamur dalam divisi Zygomycota disebut fungi zigot. Para ahli mikologi telah mendeskripsikan sekitar 600 fungi zigot. Contoh jamur Zygomycota, antara lain Rhizopus sp., Mucor sp., dan Pilobolus.

Ringkasan

Ciri-ciri Zygomycota antara lain bersifat multiseluler, hifa tidak bersekat, senositik, tidak memiliki tubuh buah, ada yang memiliki rizoid dan stolon, reproduksi secara vegetatif (fragmentasi hifa, membentuk sporangiospora) dan generatif (menghasilkan zigospora), hidup saproba/parasit/simbiosis mutualisme.

6044476, 6044477, 6044478, 6044479, 6044480, 6044481, 6044482, 6044483, 6044484, 6044485, 6044486, 6044487, 6044488, 6044489, 6044490, 6044491, 6044492, 6044493, 6044494, 6044495, 6044496, 6044497, 6044498, 6044499, 6044500, 6044501, 6044502, 6044503, 6044504, 6044505, 6044506, 6044507, 6044508, 6044509, 6044510, 6044511, 6044512, 6044513, 6044514, 6044515