Ciri-ciri Tumbuhan Lumut (bryophyta)

By On Saturday, February 25th, 2017 Categories : Sains

Barang kali Anda sedang buka smartphone dan menghabiskan paket kuota internet hanya untuk mencari apa saja ciri dari Tumbuhan Lumut atau bryophyta, Anda sudah berada di tempat yang benar. Ada banyak hal yang bisa menggambarkan tumbuhan Lumut yang ditulis disini, simak penjelasan lengkapnya di bawah.

Kingdom Plantae disebut juga Dunia Tumbuhan karena beranggotakan berbagai jenis tumbuhan. Anggota kingdom plantae memiliki ciri-ciri umum yang sama. Semua organisme tumbuhan bersifat eukariotik multiseluler dan sel-selnya terspesialisasi membentuk jaringan dan organ. Sel tumbuhan memiliki dinding sel yang terbuat dari selulosa. Tumbuhan juga memiliki klorofil, sehingga mampu melakukan fotosintesis untuk memenuhi kebutuhan makanannya. Karena dapat memenuhi kebutuhan makanannya secara mandiri, maka tumbuhan disebut organisme autotrof. Tumbuhan menyimpan cadangan makanannya dalam bentuk tepung atau pati.

Hampir semua jenis tumbuhan adalam tumbuhan darat (teresterial). Namun, ada juga tumbuhan yang hidup di air (akuatik). Para ahli membagi dunia tumbuhan menjadi dua kelompok, yaitu tumbuhan tidak berpembuluh (nonvaskuler) dan tumbuhan berpembuluh (vaskuler). Maka akan dibahas untuk kelompok tumbuhan tak berpembuluh yakni tumbuhan lumut (Bryophyta).

Tumbuhan Lumut atau bryophyta adalah kelompok terbesar dari tanaman darat, yang berjumlah sekitar 25.000 spesies yang berbeda ditemukan di seluruh dunia. Sebagian besar Tumbuhan Lumut ditemukan di daerah yang lembab dan basah dengan iklim cukup hangat sampai dingin. Bryophyta dapat menahan beku di salju tanpa kerusakan.

Ciri-ciri Bryophyta (lumut) antara lain merupakan tumbuhan dengan bentuk tubuh peralihan antara talus dengan kormus, tidak memiliki pembuluh angkut, mengalami metagenesis, generasi gametofit lebih dominan, menghasilkan spora, hanya mengalami pertumbuhan memanjang, tumbuh terutama di tempat yang lembap dan teduh.

Ciri-Ciri umum Tumbuhan Lumut

1. Habitat: di tempat lembap, di lantai dasar hutan, di pohon, tembok, sumur, dan permukaan batu bata.
2. merupakan peralihan antara Thallophyta dan Cormophyta
3. Rhizoid (akar semu), fungsinya untuk melekat pada substrat dan mengangkut air dan zat-z at hara ke seluruh bagian tubuh.
4. Koloni lumut : seperti beledu dan lembaran
5. Tidak memiliki sistem pembuluh pengangkut
6. R. vegetatif : pembentukan gemma, penyebaran spora, dan fragmentasi.
7. R. generatif : peleburan dua gamet.
8. Mengalami metagenesis yaitu pergiliran keturunan antara fase vegetatif (fase sporofit) dan fase generatif (fase gametofit). Fase gametofit hidupnya lebih lama dari fase sporofit. Sporofit hidupnya menumpang pada gametofit.
9. Tumbuhan lumut yang sering kita lihat merupakan fase gametofit