Ciri-ciri tumbuhan Kaktus, Kantong Semar dan Bunga Teratai

(Ciri-ciri tumbuhan Kaktus, Kantong Semar dan Bunga Teratai) – Tumbuhan merupakan salah satu makhluk hidup yang mana memiliki ciri-ciri yang berbeda antara tumbuhan satu dan tumbuhan lainnya. Ciri-ciri khusus dari tumbuhan digunakan untuk beradaptasi dengan lingkungannya, mempertahankan diri dari bahaya dan sebagainya.

Dibawah ini merupakan ciri-ciri khusus pada beberapa tumbuhan:
a. Kantong semar, venus, dan rafflesia
Tumbuhan ini merupakan tumbuhan pemakan serangga dengan ciri-ciri khusus:
– Kantong semar dan venus memiliki cairan pada bagian daun unutk menarik perhatian dan menjebak serangga untuk dimangsanya.
– Bunga rafflesia memiliki ciri dengan baunya yang sangat busuk seperti bangkai, hal ini terjadi karena bunga raflesia ingin menarik perhatian lalat untuk membantu melakukan penyerbukan.

b. Bunga teratai (tumbuhan air)
Bunga teratai merupakan tumbuhan yang hidup di air atau lumpur yang tergenang air. Tumbuhan ini memiliki ciri-ciri daun yang lebar dan tipis untuk memperbesar proses penguapan air dari dalam tubuhnya. Kandungan air yang terlalu banyak dibuang melalui penguapan daun agar bunga teratai tidak busuk meskipun hidup di air. Daun yang tipis juga merupakan salah satu cara supaya gaun teratai tetap terapung di atas air. Batang dari bunga teratai ini memiliki rongga yang berfungsi untuk jalan keluar udara dan menjadikan teratai tetap terapung di air. Akar teratai yang panjang mampu menambatkan diri dengan kuat di dalam lumpur dasar air untuk menahan teratai dari hempasan arus air.

c. Kaktus (tumbuhan gurun)
Tumbuhan kaktus merupakan tumbuhan yang habitatnya ada di gurun, dimana tumbuhan ini memiliki ciri-ciri dengan daun yang berbentuk duri. Duri ini berfungsi untuk mengurangi proses penguapan air dari dalam tubuhnya. Disamping berduri, kaktus juga memiliki batang yang besar dan menggembung untuk penyimpanan cadangan air serta berklorofil, sehingga dapat dijadikan tempat untuk ber fotosintesis. Selain itu kaktus juga memiliki akar yang umumnya panjang untuk mencari air sebanyak mungkin.

Semua tumbuhan memiliki ciri-ciri khusus yang berbeda sesuai dengan kondisi alam dan lingkungannya masing-masing.

Tags:

(Informasi Terbentuknya Danau Toba disertai dengan Gambar Danau Toba) – Danau Toba sendiri merupakan danau vulkanik yang terjadi saat ada Ledakan Gunung Berapi pada 69.000 – 77.000 tahun lalu, diperkirakan juga sebagai salah satu ledakan gunung berapi terbesar di dunia. Setelah ledakan tersebut, terciptalah kaledra (cekungan pada tanah sesudah letusan vulkanik) yang kemudian terisi oleh @more..
Morfologi, Anatomi dan Fisiologi Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) – Morfologi, Anatomi dan Fisiologi Temulawak yang merupakan famili Zingiberaceae mengandung minyak atsiri dan kurkuminoid. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) banyak ditemukan di hutan-hutan daerah tropis. Temulawak juga berkembang biak di tanah tegalan sekitar pemukiman, terutama pada tanah gembur, sehingga buah rimpangnya mudah berkembang menjadi besar. Temulawak berkhasiat untuk mencegah @more..
(Daur Karbon dan Oksigen dalam Biogeokimia) – Proses timbal balik fotosintesis dan respirasi seluler bertanggung jawab atas perubahan dan pergerakan utama karbon. Naik turunnya CO2 dan O2 atsmosfer secara musiman disebabkan oleh penurunan aktivitas Fotosintetik. Dalam skala global kembalinya CO2 dan O2 ke atmosfer melalui respirasi hampir menyeimbangkan pengeluarannya melalui fotosintesis. Akan tetapi pembakaran kayu @more..
Ebeg‘ adalah jenis tarian rakyat yang berkembang di wilayah Banyumasan. Varian lain dari jenis kesenian ini di daerah lain dikenal dengan nama kuda lumping atau jaran kepang, ada juga yang menamakannya jathilan (Yogyakarta) juga reog (Jawa Timur). Tarian ini menggunakan “ebeg” yaitu anyaman bambu yang dibentuk menyerupai kuda berwarna hitam atau putih dan diberi kerincingan. @more..
(Beberapa Faktor Pelindung Dalam ASI Air Susu Ibu) – Pada waktu lahir sampai bayi berusia beberapa bulan, bayi belum dapat membentuk kekebalan sendiri secara sempurna. ASI mampu memberi perlindungan baik secara aktif maupun pasif. ASI tidak saja menyediakan perlindungan yang unik terhadap infeksi dan alergi, tetapi juga merangsang perkembangan sistem kekebalan bayi itu sendiri. ASI @more..