Ciri-ciri Tubuh Virus

By On Saturday, February 25th, 2017 Categories : Sains

Virus pertama yang ditemukan adalah virus mosaik tembakau (TMV). Pada tahun 1880-an, para peneliti menemukan bahwa tanaman tembakau bisa “terserang” apa yang tampaknya menjadi “kuman” yang menular dari lain, tanaman tembakau yang terinfeksi. Artikel berikut akan menjelaskan ciri-ciri virus biologi dan bagaimana bentuk serta struktur tubuh virus.

Pada saat itu para Peneliti sudah cukup banyak banyak tahu tentang bakteri untuk mengetahui bagaimana untuk mencari bakteri patogen dengan menyaring melalui kertas saring khusus, dll, namun tidak satupun dari metode tersebut bekerja untuk menemukan penyebabnya.

Para peneliti juga bingung oleh fakta bahwa, tidak seperti bakteri (sel-sel hidup) yang sudah diketahui, patogen ini tidak bisa dibunuh oleh alkohol, sehingga mereka mulai curiga beberapa jenis bahan kimia yang hanya bisa mereproduksi ketika di dalam host yang sesuai. Akhirnya pada tahun 1930-an, TMV ditemukan oleh kritalisasi! Memang, itu adalah “bahan kimia” yang dapat mereproduksi seperti makhluk hidup, namun diperlukan sel-sel dari organisme inang untuk melakukannya, dan dapat mengkristal, tetapi tetap “viable” dan bahkan kemudian menular. Virus memiliki ciri-ciri, antara lain:

  1. Tidak berbentuk sel, karena tidak mempunyai protoplasma, dinding sel, sitoplasma, dan nukleus.
  2. Dapat digolongkan sebagai benda mati, karena dapat  dikristalkan dan tidak mempunyai protoplasma.
  3. Dapat digolongkan benda hidup, karena memiliki kemampuan metabolisme, reproduksi, dan  memiliki asam nukleat.
  4. Hanya dapat berkembang biak di dalam sel atau  jaringan yang hidup.
  5. Organisme subrenik hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
  6. Virus berasal dari bahasa latin venom yang berarti cairan yang beracun.
  7. Bersifat parasit.

A. Ukura Tubuh Virus

Untuk mengetahui ukuran tubuh virus, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain sebagai berikut.

  1. Observasi langsug menggunakan mikroskop elektron

Mikroskop elektron berbeda dengan moikroskop cahaya yang biasa kita gunakan di laboratorium. Mikroskop elektron menggunaka berkas elektron dan lensa elektromagnetik, sedangkan mikroskop cahaya menggunakan gelombang cahaya dan lensa kaca. Pengamatan virus dengan mikroskop elektron pertama kali dilakukan sekitar tahun 1930-an. Untuk pengamatan virus, digunakan ekstrak atau sayatan ultratipis dan jaringan makhluk hidup yang terinfeksi.

  1. Filtrasi melalui selaput kolodion yang mempunyai porositas bertingkat

Sediaan virus dilewatkan melalui serangkaian selaput yang ukurannya berbeda-beda. Ukuran virus dapat diperkirakan berdasarkan selaput mana yang bisa dilewati dan selaput mana yang menahan partikel virus.

  1. Sedimentasi dalam ultrasentrifugasi

Partikel virus disuspensikan ke dalam suatu cairan, kemudian partikel akan mengendap dengan kecapatan yang sebanding ukuran partikel. Hubungan antara partikel dan bentuk partikel dengan laju pengendapan memungkinkan penentuan ukuran partikel.

  1. Pengukuran perbandingan

Metode ini menggunakan tekhnik acuan, yaitu membandingkan ukuran suatu virus dengan ukuran virus tertentu yang dijadikan sebagai acuan. Contoh virus acuan antara lain bakteriofag yang memiliki ukuran 10 – 100 nm.

Virus memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil; antara 20 nm – 300 nm (1 nm = 1/1.000.000 mm). Virus yang berukuran kecil memiliki diameter tubuh kurang lebih 20 nm (lebih kecil dari ribosom), misalnya Poliovirus yang menyerang susunan saraf pusat, Aphthovirus yang menyebabkan penyakit kaki dan mulut pada sapi, dan Coksackie B Virus yang menyerang jantung, hati, pankreas dan selaput pleura manusia. Sementara itu, virus yang berukuran besar memiliki ukuran tubuh antara 150 – 300 nm atau lebih, misalnya Parainfluenza virus yang menyerang saluran pernafasan, Paramyxovirus yang menyebabkan penyakit gondong, Morbilivirus yang menyebabkan penyakit campak, dan TMV yang menyebabka penyakit mosaik pada tembakau.

B. Bentuk Virus

Bentuk tubuh virus bervariasi, antara lain bentuk batang, bulat, oval (peluru), filamen (benang), persegi banyak (polihedral) dan seperti huruf T. virus yang berbentuk batang, misalnya TMV (tobacca mosaic virus). Virus berbentuk bulat, misalnya HIV (human immunodeficiency virus) penyebab penyakit AIDS dan Orthomyxovirus penyebab influenza. Virus berbentuk huruf T, misalnya bakteriofag (sering disebut “fag”) yang menyerang bakteri Escherichia coli. Virus yang berbentuk polihedral, misalnya Adenovirus penyebab penyakit saluran pernafasan dan Papovavirus penyebab penyakit kutil. Virus berbentuk batang dengan ujung oval seperti peluru misalnya Rhabdovirus yang menyebabkan penyakit rabies. Virus berbentuk filamen, misalnya virus Ebola.

Virus Heliks

Virus yang memiliki kapsid yang kaku dan berbentuk batang yang tersusun atas lebih dari seribu molekul dari satu jenis protein yang tersusun membentuk heliks.

Contoh: Virus Mosaik Tembakau

Virus Ikosahedral

Virus ini mengandung 252 molekul protein identik yang tersusun membentuk kapsid polihedral dengan 20 sisi triangular sebuah ikosahedron. Memiliki kapsid ikosahedral dengan duri glikoprotein pada setiap titik sudut. Contoh: Adenovirus

Amplop Virus

Sejumlah virus memiliki sturktur aksesori yang membantu virus menginfeksi inang. Misalnya, amplop bermembran mengelilingi kapsid virus influenza dan banyak virus lain yang ditemukan pada hewan. Amplop virus berasal dari membran sel inang, mengandug fosfolipid dan protein membran sel inang. Amplop juga mengandung protein dan glikoprotein dari virus.

Virus kompleks ( Virus T )

Memiliki kapsid kompleks yang teridi atas sebuah kepala ikosahedral dan aparatus ekor . Virus – virus ini menginfeksi bakteri, disebut bakteriofag atau fag. Fag pertama mencakup tujuh macam yang dinamakan tipe 1 (T1), tipe 2 (T2) dan seterusnya, tiga fag T yang bernomor genap (T2,T4,T6) ternyata memiliki struktur yang sangat mirip. Kapsid ketiganya memiliki kepala ikosahedral memanjang yang menyelubungi DNA. Di kepala melekat seutas ekor protein dengan serat-serat yang digunakan fag untuk melekat ke bakteri.

Struktur Tubuh Virus

Struktur tubuh virus berbeda dengan sel organisme hidup lainnya. Tubuh virus bukan merupakan suatu sel (disebut aseluler) karena tidak memiliki dinding sel, membran sel, sitoplasma, inti sel, dan oraganel sel lainnya. Selain ukukran tubuhnya sangat kecil, virus memiliki sifat benda mati karena terdiri atas partikel yang dapat dikristalkan. Partikel virus lengkap disebut virion.

struktur tubuh virus

Virus hanya akan menunjukan sifat-sifat makhluk hidup (misalnya, bereproduksi) bila berada dalam sel organisme hidup lainnya. Itulah sebabnya sebagian ahli biologi menyatakan virus bukan merupakan makhluk hidup. Namun, sebagian ahli biologi yang lainnya menggolongkan virus sebagai makhluk hidup karena tubuhnya tersusun dari asam nukleat yang diselubungi protein dan mampu bereproduksi.

Virus bakteriofag yang berbentuk huruf T (misalnya, fag T4) memiliki bagian-bagian tubuh, yaitu kepala, leher, dan ekor. Pada bagian ekor terdapat lempengan dasar dan serabut ekor yang berfungsi sebagai alat menempel dan tempat penginjeksian DNA ke dalam sel inang. Kepala fag berbentuk polihedral (segi banyak). Pada bagian kepala hingga ekor terdapat kapsid dan selubung ekor (bagian terluar) serta asam nukleat (bagian dalam).

Kapsid dan selubung ekor

Selubung protein (kaspid) adalah pembungkus asam nukleat. Kapsid tersusun dari subunit protein yang disebut kapsomer.. Kapsid dapat berbentuk batang yang merupakan susunan heliks (ulir) dari kapsomer, berbentuk polihendral (segi banyak), atau bentuk yang kompleks. Virus kompleks memiliki bagian yang disebut kepala dan ekor. Kepala virus kompleks memiliki bentuk polihendral, sedangkan bagian ekor terdiri dari tiga struktur yaitu selubung ekor, lempengan dasar, dan serabut ekor. Lempengan dasar dan serabut ekor berfungsi untuk melekat pada sel yang diinfeksi. Contoh virus kompleks adalah virus penyerang bakteri yang berbentuk T (bakteriofage).

Asam Nukleat

Asam nukleat adalah molekul pembawa informasi genetika. Virus hanya memiliki satu jenis asam nukleat, yaitu DNA saja atau RNA saja. Materi genetik tersebut dapat berbentuk rantai tunggal atau rantai ganda. Rantainya dapat berbentuk melingkar atau linier.

Virus hanya mengandung satu jenis asam nukleat; DNA atau RNA. Virus yang mengandung DNA, antara lain Parvovirus, Papovavirus, Adenovirus dan Herpesvirus. Sementara virus yang mengandung RNA, antara lain Picornavirus, Togavirus, Rhabdovirus, Calicivirus (RNA positif), Coronavirus, Paramyxovirus, Rhabdovirus, Filovirus, Orthomyxovirus, Bunyavirus, Arenairus, Reovirus, dan Retrovirus.

DNA atau RNA pada virus merupakan penyusun genom (kumpulan gen) yang berfungsi sebagai informasi genetik pada saat replikasi (penggandaan). Sel hidup oraganisme lain memiliki genom dari DNA untai ganda (heliks ganda), tetapi genom virus dapat berupa DNA untai ganda, DNA untai tunggal, atau RNA untai tunggal. Genom membentuk molekul asam nukleat linier tunggal (lurus), sirkuler (melingkar), bersegmen, atau tak bersegmen. Jenis asam nukleat, jenis untai, dan bobot molekul digunakan sebagai dasar dalam mengklasifikasikan virus. Virus terkecil memiliki genom yang terdiri atas empat gen, sedangkan terbesar memiliki genom yang mengandung ratusan gen. selain asam nukleat, beberepa virus mempunyai sejumlah kecil enzim di dalam virionnya. Misalnya, Poxvirus memiliki 15 jenis enzim yang berfungsi pada siklus reflikasi virus di dala sel inang.

Ringkasan

Virus digolongkan sebagai materi (benda mati), dengan alasan sebagai berikut.

  • Bukan merupakan sel karena tidak memiliki dinding sel, membran, sitoplasma, inti dan organelsel.
  • Dapat dikristalkan seperti sifat benda mati.
  • Hanya dapat hidup dan berkembang biak di dalam sel hidup lain.

Virus digolongkan sebagai makhluk hidup, dengan alasan sebagai berikut.

  • Tubuhnya tersusun dari asam nukleat
  • Mampu bereproduksi.