Ciri-ciri Sporozoa

By On Friday, February 24th, 2017 Categories : Sains

Ciri-ciri Sporozoa antara lain tidak memiliki alat gerak, memiliki organel kompeks di bagian ujungnya untuk menginfeksi sel inang, reproduksi secara vegetatif

Sporozoa (Yunani, spore = biji, zoa = hewan) adalah Protozoa yang tidak memiliki alat gerak dan memiliki bentuk seperti spora pada salah satu tahap dalam siklus hidupnya. Sporozoa merupakan sel infektif sangat kecil yang disebut sporozoit. Salah satu ujung selnya (apeks) memiliki organel-organel kompleks khusus yang berfungsi untuk menembus sel dan jaringan tubuh inang. Sebagian besar dan organisme ini hidup sebagai parasit pada manusia dan menimbulkan penyakit yang serius, misalnya malaria.

a. Bentuk dan struktur tubuh Sporozoa

Tubuh Sporozoa berbentuk bulat atau oval. Sporozoa tidak memiliki alat gerak, namun dapat berpindah dari suatu jaringan tubuh inang ke jaringan lainnya melalui aliran darah tubuh inang. Sporozoa memiliki sebuah nukleus, tetapi tidak memiliki vakuola kontraktil.

Protozoa ini dapat membentuk kista berdinding tebal pada saat berada di usus vektor (hewan perantara). Saat berada di jaringan hati dan darah manusia, protein-protein pada permukaan sel Sporozoa mengalami perubahan, sehingga menyebabkan perubahan efek terhadap sistem kekebalan orang yang terinfeksi. Hal inilah yang menyebabkan sulitnya menemukan vaksin dan obat penyakit malaria yang aman bagi pasien.

 b. Cara hidup Sporozoa

Seluruh Sporozoa hidup sebagai parasit di tubuh manusia dan hewan lainnya, misalnya burung, reptil, dan rodentia (hewan pengerat). Sporozoa masuk ke dalam tubuh inang dan ditularkan melalui hewan perantara. Contohnya Plasmodium sp. Penyebab penyakit malaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina, kemudian hidup di dalam jaringan darah dan hati manusia. Nyamuk Anopheles bukan penyebar penyakit malaria karena nyamuk jantan tidak mengisap darah mamalia melainkan mengisap cairan tumbuhan.

c. Reproduksi Sporozoa

Sporozoa bereproduksi secara vegetatif maupun generatif. Reproduksi secara vegetatif dilakukan dengan pembelahan biner, sedangkan reproduksi secara generatif dengan peleburan antara gamet jantan dan betina. Reproduksi secara vegetatif dan generatif terjadi secara bergilir dalam siklus hidup yang sangat rumit, dan terjadi beberapa kali perubahan bentuk Sporozoa pada saat berada di tubuh hewan perantara maupun di tubuh inang.

Siklus hidup sporozoa adalah sebagai berikut :

  1. Bila makan nyamuk anopheles ? yang mengandung bibit malaria yaitu Plasmodium bentuk sporozoid mengisap darah manusia maka bersama air ludah nyamuk masuklah sporozoid ke dalam peredaran darah manusia yang bersangkutan.
  2. Sporozoid tidak langsung menginfektir erythrocyt (sel darah merah), tetapi masuk lebih dahulu ke sel hati,mengadakan pembelahan dan membentuk Cryptozoid.
  3. Cepat atau lambat Cryptasoid ini kemudian masuk ke sistim peredaran darah dan barulah menginfektir erythrocyt tersebut. Di dalam erythrocyt ini cryptosoid à Trophozoid, yang mula-mula berbentu cincin dan kemudian berubah bentuk menjadi Amoeboid.
  4. Sesudah itu fase Amoeboid tumbuh menjadi Schizont
  5. Schizont membelah dan membentuk Merozoid. Bila Erythrocyt yang ditempatinya pecah maka tersebarlah Merozoid (penderita mengalami deman). Selanjutnya Nurosoid ini menginfektir sel darah merah yang baru demikian selanjutnya dan terjadilah siklus yang sama dengan semula.
  6. Sesudah proses 1 s/d 5 proses ini disebut Schizogoni berulang kali maka sebagian dari Nurosoid itu stelah masuk ke dalam sel darah merah tidak lagi mengadakan proses Schizagoni. Akan tetapi ada sebagian yang berubah menjadi persiapan sel kelamin yaitu menjadi Macrogametosit dan Microgametosit (?).
  7. Bila macrogamekasit dan Microgentosit  yang berada di dalam drythrocyt itu pada suatu saat terpisah kedalam lb nyamuk Anophelus ? yang I atau yang lain) maka keduanya akan melangsungkan kehidupan nya.
  8. Maerogametosit di dalam tubuh nyamuk akan menjadi Macragamet yaitu berupa ovum / telur. Sedangkan microgametosit dalam tubuh nyamuk akan menjadi Microgamet yaitu spermatozoid sesudah mengadakan pembelahan inti diikuti pembelahan Cytoplasma.
  9. Spermatosoid membuahi avum dan terjadilah zygot.
  10. Zygot berubah bentuk menjadi OOKINETE dan Ookineti ini menerobos dinding perut nyamuk, di sana akan membesar, membulat yang dibungkus oleh dinding perut nyamuk dan menjadilah Oocyst. (berupa benjolan-benjolan pada dinding perut nyamuk).
  11. Dalam oocyst ini selnya membelah menjadi sporozoid. Bila oocyst erbelah dua maka akan pecah dan tersebarlah sporaoid keseluruh tubuh nyamuk.
  12. Nyamuk yang di dalam kelenjar ludahnya mengandung sporasoid maka sporasoid ini siap untuk menginfektir manusia kembali.

Berikut akan diuraikan pergiliran reproduksi vegetatif dan generatif dalam sikius hidup Plasmodium sp.

Ciri-ciri Sporozoa

Ciri-ciri Sporozoa

Contoh Sporozoa

1) Plasmodium sp.

Plasmodium sp. merupakan penyebab penyakit malaria. Pada tahun 1898, Ronald Ross menemukan fakta bahwa Plasmodium terdapat di perut nyamuk. Hasil penemuan tersebut mengantarkan Ronald Ross sebagai pemenang hadiah Nobel pada tahun 1902. Kemudian, penelitian Giovanni Batistta Grassi (seorang profesor dan Italia) menunjukkan bahwa penyakit malaria (Italia, mal’aria’ = udara buruk) pada manusia hanya ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina.

Malaria dapat dicegah dan diobati dengan menggunakan obat yang diekstraksi dan kulit batang tanaman kina. Saat ini sudah ditemukan lebih dan 175 spesies Plasmodium sp., dan yang paling umum antara lain sebagai berikut.

  • Plasmodium falciparum, penyebab malaria tropikana. Gejala yang ditunjukkan yaitu timbul demam tidak menentu. Penyakit ini berpotensi menyebabkan kematian.
  • Plasmodium vivax, penyebab malaria tertiana. Malaria tertiana banyak ditemukan di Papua New Guinea. Malaria tertiana ditemukan pertama kali oleh Covell dan Shute (tahun 1948) di jaringan hati manusia. Plasmodium vivax dapat tetap dorman hingga bertahun-tahun di jaringan hati sehingga memungkinkan penyakit tersebut dapat kambuh kembali. Gejala demam timbul pada hari ke-3 dan berlangsung secara periodik setiap 48 jam.
  • Plasmodium ovale, penyebab malaria dengan gejala mirip malaria tertiana.
  • Plasmodium malariae, penyebab malaria kuartana. Gejala deman timbul pada han ke-4 dan berlangsung secara periodik setiap 72 jam.

2) Toxoplasma gondii

Toxoplasma gondii penyebab toksoplasmosis. Toksoplasmosis pada ibu hamil dapat menyebabkan cacat atau kematian janin yang dikandungnya.

Peranan Sporozoa Bagi Kehidupan Manusia

Sporozoa hidup sebagai parasit bila terdapat didalam tubuh inang. Cara mendapatkan makanannya dengan menyerap nutrisi inangnya, misalnya Plasmodium yang merupakan anggota Sporozoa paling terkenal. Pada tubuh manusia, Plasmodium menyebabkan penyakit malaria. Penularannya terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Setelah digigit, Plasmodium langsung menyebar di dalam darah dan berkembang biak di dalam hati dan akan menginfeksinya sehingga menyebabkan kematian.

Ada empat jenis species Plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria. Masing-masing jenis Plasmodium menimbulkan gejala-gejala tersendiri pada tubuh penderitanya.

(a)    Plasmodium vivax, merupakan penyebab malaria tersiana yang bersifat tidak ganas, gejalanya adalah suhu badan panas dingin berganti-ganti setiap 2 hari sekali. Jenis malaria ini tersebar hampir diseluruh kepulauan diIndonesia dan merupakan jenis malaria terbanyak yang dijumpai didaerah yang sering diserang penyakit malaria.

Masa inkubasi malaria tersiana berkisar antaran 12-17 hari, yang diawalai dengan gejala nyeri kapala, nyeri pinggang, mual, muntah, dan badan terasa lesu. Pada awalnya timbul demam yang tidak teratur disusul dengan demam teratur setiap 48 sekali diwaktu siang atau sore hari. Suhu badan dapat mencapai 41 derajar selsius. Keadaan ini dapat diikuti dengan pembengkakakan limfa dan timbul cacar herpes pada bibir, using, dan rasa ngantuk. Kondisi tersebut terjadi karena adanya gangguan diotak.

(b)    Plasmodium ovale, merupakan penyebab malaria tersiana yang ganas, gejalanya sama dengan pada malaria tersiana. Malaria yang disebabkan parasit jenis ini relatif jarang kambuh dan dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan.

(c) Plasmodium malariae, penyebab malaria kuartana yang bersifat tak ganas, gejalanya suhu badan panas dingin setiap 3 hari sekali. Jenis malaria ini dapat tumbuh subur didaerah tropik, baik didataran rendah mauun dataran tinggi.

Masa inkubasi plasmodium ini antara 18-40 hari. Gejala serangannya menyerpai  plasmodium vivax. Namun, demam dirasakan pada sore hari dengan frekuensi yang teratur. Plasmodium malariae dapat menyebabkan gangguan pada ginjal yang bersifat menahun.

(d) Plasmodium falciparum, penyebab malaria kuartana yang bersifat ganas, gejalanya suhu badan panas dingin tak beraturan. Penyakit malaria jenis ini termasuk malaria ganas dengan masa inkubasi 9-14 hari. Serangan dari plasmodium jenis ini diawali dengan rasa nyeri kepala,pegal linu, dan nyeri pinggang yang dilanjutkan dengan rasa mual serta mutah dan diare. Suhu badan tidak terlalu tinggi seperti serangan plasmodium yang lain sehingga penderita tidak terasa seperti sakit malaria. Bila  keadaan ini tidak segera diobati, intensitas serangan semakin berat, bahkan dapat menyerang limfa dan hati. Apabila hai sudah terkena, akan timbul gejala tambahan yang menyerupai penyakit kuning. Selain itu, penderita merasa gelisah dan kadang-kdang mengigau diikuti dengan keluarnya keringat dingin dan disertai dengan peningkatan frekuensi denyut nadi serta paernapasan. Penyakit ini dapat menyerang ginjal yang ditandai warna air kencing menjadi keruh dan menghitam. Gejala selanjutnya, mata membengkak dan menderita tidak akan mengeluatkan air kencing dengan baik. Akibat paling buruk akan terjadi bila plasmodium tersebut sudah menyerang otak sehingga menyebabkan gumpalan darah pada pembuluh darah. Akibat lebih lanjut dapat mnyebabkan proses  kelumpuhan, menurunnya kesadaran, dan akhirnya penderita tersebut meninggal. Serangan dari plasmodium jenis ini memberikan gejala yang paling berat sehingga proses pengobatan perlu dilakukandengan takaran yang tinggi. Selain itu, perlu dibarikan tambahan obat-obatan yang lain untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan

Ringkasan

  • Ciri-ciri Sporozoa antara lain tidak memiliki alat gerak, memiliki organel kompeks di bagian ujungnya untuk menginfeksi sel inang, reproduksi secara vegetatif (pembelahan biner) dan generatif (peleburan antara gamet jantan dengan betina),dan bersifat parasit.
  • Sporozoa (Yunani, spore = biji, zoa = hewan) adalah kelompok protistha uniseluler atau bersel satu yang pada salah satu tahapan dalam siklus hidupnya dapat membentuk sejenis spora dan dapat menginfeksi inangnya, Sporozoa merupakan satu-satunya anggota Protozoa yang tidak memiliki alat gerak.
  • Semua Sporozoa memiliki ciri-ciri bertubuh bulat atau bulat memanjang, tidak memiliki alat gerak dan vakuola konterktil, bersifat parasit bila berada didalam tubuh hewan maupun manusia.
  • Sporozoa melakukan dua tahap perkembangbiakan dalam daur hidupnya yaitu Reproduksi secara vegetatif dengan skizogoni pembelahan diri yang berlangsung didalam tubuh inang tetap (manusia), dan secara generatif dengan sporogoni yaitu pembentukan spora yang berlangsung pada inang perantara (hospesintermediet).
  • Sporozoa hidup sebagai parasit bila terdapat didalam tubuh inang (manusia) dan menyebabkan penyakit malaria.